Minggu, 21 November 2010

MATERI UJI KOMPETENSI IPA KELAS XI SMK

SOAL EVALUASI KOMPETENSI SEMESTER GASAL
EVALUASI KOMPETENSI SEMESTER GASAL
TAHUN PELAJARAN 2009-2010…………….

MATA PELAJARAN/ KOMPETENSI : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
KELAS/ PROG. KEAHLIAN : XI/ SEMUA JURUSAN
HARI/ TANGGAL : ………………………………
WAKTU : …………………………… (90 MENIT)

A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi silang pada salah satu huruf di lembar jawab!

1. Langkah awal yang dilakukan seorang ilmuwan bila akan mengadakan penelitian adalah ….
A. mengambil kesimpulan D. merumuskan masalah
B. membuat hipotesa E. mencari literatur
C. membuat desain penelitian

2. Kegiatan dengan menggunakan panca indera untuk mendapatkan informasi tentang sesuatu disebut.........
A. observasi D. mengumpulkan informasi
B. bertanya E. mencari literatur
C. meramal

3. Urutan tahapan metode ilmiah berikut ini yang benar adalah ..........
1 . menguji kesimpulan 2. menyusun hipotesis 3. mengumpulkan keterangan
4. merumuskan masalah 5. menarik kesimpulan 6. menguji hipotesis.
A. 3-4-2-6-5-1 D. 4-3-2-6-5-1
B. 3-2-6-4-5-1 E. 4-2-3-6-5-1
C. 3-2-5-6-4-1

4. Untuk mengetahui kasar-halusnya permukaan benda, rasa suatu minuman, dan aroma buah maka kegiatan yang dilakukan adalah .........
A. mengecap – meraba - membau D. meraba – membau - mengecap
B. membau – meraba - mengecap E. meraba – mengecap - membau
C. merasa – meraba - membau

5. Seorang siswa akan mencoba menerapkan metode ilmiah. Setelah ia menyelesaikan proses pengumpulan data, maka siswa tersebut seharusnya segera melakukan
A. melakukan uji ulang D. mengumpulkan informasi
B. melakukan olah data E. mencari literatur
C. melakukan presentasi

6. Seseorang siswa mampu mengedit obyek gambar dengan mengunakan program komputer. Ia membuat gambar seorang wanita di mana badannya diambilkan dari foto model pakaian renang sedangkan wajahnya ia ganti dengan wajah kekasihnya. Hasilnya adalah foto kekasihnya yang sedang menggenakan pakaian renang. Sikap siswa tadi tidak ilmiah karena........
A. tidak teliti D. tidak fantastis
B. tidak tekun E. Tidak konsisten
C. tidak jujur

7. Praduga seorang ilmuwan terhadap suatu kasus yang didasarkan pada telaah pustaka atau pengumpulan informasi disebut….
A. hipotenusa D. hipotesa
B. sintesa E. analisa
C. antitesa

8. Salah satu sikap seorang peneliti adalah terbuka, artinya,,,,,,
A. selalu menolak pendapat orang lain D. Selalu merasa pendapat sendiri paling benar
B. mau menerima pendapat orang lain E. Senang membaca literatur
C. selalu menerima hal-hal yang menjadi masalahl

9. Kemampuan seseorang untuk menangkap informasi dari buah pikiran orang lain disebut .....
A. menafsirkan D. mengumpulkan informasi
B. selalu terbuka E. meramalkan
C. menyimpulkan informasi

10. Pengertian masalah adalah …
A. Peristiwa yang terjadi pada suatu waktu di suatu tempat
B. Problem yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian
C. Kaitan hal-hal yang merupakan sebab akibat
D. Penyebab terjadinya suatu peristiwa.
E. kumpulan berbagai peristiwa yang sejenis.

11. Pernyataan berikut yang merupakan rumusan masalah yang bisa diteliti adalah ..
A. Terjadi banjir besar yang menggenagi 60% kota A
B. Apakah pembangunan pemukiman baru dapat menyebabkan banjir di Kota A?
C. Setelah 5 hari di genangi banjir, banyak warga menderita diare dan gatal-gatal.
D. Banyak warga yang tidak mau pindah dari bantaran kali meskipun telah sering terjadi banjir.
E. Daerah aliran sungai lancar menimbulkan banjir.

12. Manfaat yang dapat diambil dari kegiatan observasi adalah ......
A. Mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang subyek/obyek penelitian.
B. Mendapatkan kesenangan saat mengamati subyek/ obyek penelitian
C. Dapat melepaskan penat
D. Tidak selalu di dapan meja kerja/ laboratorium.
E. belajar sambil bertamasya

13. Budi pergi ke kebun dan banyak bertanya tentang perbedaan salak jantan dan betina. Budi mengambar bentuk bungga masing-masing serta mencoba menghitung jumlah bunga setiap batangnya. Kegiatan observasi budi merupakan bentuk observasi:
A. kualitatif D. preventif.
B. kuantitatif E. kuratif.
C. kualitatif dan kuantitatif

14. Aku tinggal di sebuah kota kecil yang terletak di suatu dataran tinggi. Namun dua tahun belakangan ini pada musim penghujan sering terjadi banjir. Rumusan masalah yang mungkin untuk kasus yang dialami kotaku adalah …
A. Mungkinkah di daerah dataran tinggi terjadi banjir?
B. Apakah tidak mungkin di daerah dataran tinggi terjadi banjir?
C. Apakah pembuangan sampah sembarangan merupakan penyebab terjadinya banjir di kotaku?
D. Sering terjadi banjir di kotaku pada musim-musim penghujan dalam dua tahun terakhir.
E. Hujan menimbulkan banjir

15. Data kuantitatif dapat diperoleh pada pengamatan berikut ini kecuali.......
A. frekuensi denyut jantung D. kecepatan pertumbuhan tanaman
B. kecepatan lari seseorang E. tren mode pakaian
C. frekuensi pernapasan

16 Data kualitatif dapat diperoleh pada pengamatan berikut ini kecuali.......
A. tingkat rasa manis buah mangga D. arah gerak robot
B. tingkat kekeruhan air limbah E. tren mode pakaian
C. tinggi badan siswa satu kelas

17. Hipotesa-hipotesa berikut yang merupakan hipotesa yang menyatakan hubungan adalah..
A. Banjir yang melanda banyak daerah di Indonesia umumnya disebabkan sempitnya daerah tangkapan air.
B. Kemiskinan menjadi sebab penggundulan hutan
C. Ada hubungan antara meningkatnya populasi nyamuk dengan kebersihan kota.
D. Ada perbedaan cara pengelolaan lingkungan di negara-negara maju dan negara –negara berkembang
E. Ada hubungan antara minum teh manis dengan penyakit kencing manis.

18. Dari rumusan masalah : Adakah pengaruh ketinggian tempat terhadap ukuran buah mangga? Hipotesa nolnya adalah ….
A. Tidak ada pengaruh ketinggian tempat terhadap ukuran buah mangga.
B. Ada pengaruh ketinggian tempat terhadap ukuran buah mangga.
C. Tidak ada ukuran buah mangga pengaruh terhadap ketinggian tempat.
D. Ada pengaruh ukuran buah mangga terhadap ketinggian tempat
E. Semakin tinggi pohon mangga semakin kecil buahnya.

19. Hipotesis yang disusun untuk membandingkan nilai antara satu variabel dengan variabel lainnya disebut hipotesis.......
A. hipotesis komparatif D. hipotesis alternatif
B. hipotresis deskriptif E. hipotesis nihil
C. hipotesis asosiatif

20. Andi memiliki 4 batang pohon mangga di halaman rumahnya, Budi 3 batang dan Catur 3 batang juga. Angka angka yang menunjukkkan jumlah pohon mangga tersebut merupakan skala :
A. Ordinal D. Range
B. Interval c.rasio E. faktual

21. Urutan prosedur pengujian hipotesis di bawah ini yang benar adalah ........
1 . menentukan formulasi hipotesis
2. menentukan kriteria pengujiannya
3. menentukan taraf nyata dan nilai tabel
4. melakukan uji statistik
5. menarik kesimpulan
A. 1-2-3-4-5 D. 1-3-2-4-5
B. 1-3-2-5-4 E. 1-4-3-2-5
C. 1-4-2-3-5

22. Suatu penelitian berjudul “ Pengaruh jenis pakan terhadap kecepatan pertumbuhan berat lele dumbo”. Variabel bebas pada peneltian tersebut adalah…
A. lele dumbo D. Kecepatan pertambahan berat badan
B. Jenis pakan E. Pertumbuhan lele dumbo
C. Kecepatan pertumbuhan

23. Dari rumusan masalah : “ Adakah hubungan antara jenis pupuk yang digunakan dengan aroma dan cita rasa strowbery?” Yang bukan merupakan variabel dari rumusan masalah tersebut adalah:
A. Jenis pupuk D. Cita rasa strowbery
B. Aroma strowbery E. Jumlah pupuk
C. Merk pupuk

24. Ringkasan hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk tulisan disebut..........
A. proposal penelitian D. data penelitian
B. kesimpulan penelitian E. abstraksi
C. laporan penelitian

25. Keilmiahan suatu karya tulis ditentukan oleh hal-hal berikut kecuali:
A. Pendekatannya sistematis dan kumulatif
B. Definisi-definisi yang digunakan tepat
C. Cara pengumpulan informasinya obyektif
D. Banyaknya jumlah halaman
E. banyak menggunakan istilah asing

26. Hal berikut merupakan sesuatu yang perlu diperhatikan bila akan menulis laporan penelitian
A. Subyek/obyeknya sulit
B. Tersedianya dana yang besar
C. Ada sponsorship yang bersedia menanggung biaya
D. Pembaca dapat memahami dengan jelas / telah dilakukan peneliti, tujuan dan hasilnya.
E. bisa dinikmati oleh siapa saja

27. Kapan kita dapat mulai menulis laporan ?
A. ketika semua data telah terkumpul
B. Bila penelitian telah selesai
C. Sejak awal penelitian
D. Menjelang penelitian telah usai
E. kapan saja bila muncul keinginan

28. Fungsi tabel atau grafik bila dalam suatu laporan ilmiah adalah....
A. Ada dan tidaknya sama saja
B. Memperjelas penyampaian hasil penelitian
C. Termasuk syarat penulisan laporan
D. Lebih ilmiah
E. memperindah tampilan

29. Seorang siswa meneliti perubahan populasi katak di suatu persawahan. Untuk mempermudah dalam memahami hasil penelitian tersebut, siswa tadi sebaiknya menyajikan datanya dalam bentuk.....
A. diagram lingkaran
B. diagram batang
C. diagram pie
D. persentase
E. tabel

30. Seorang peneliti berhasil menguak jumlah konsumen dalam menggunakan produk berbagai jenis handphone. Untuk memudahkan pemahaman publik terhadap hasil penelitian tersebut sebaiknya dipresentasikan dalam bentuk.......
A. diagram lingkaran
B. diagram batang
C. grafik
D. diagram garis
E. table

31. Bumi bergerak menlingkar mengelilingi matahari disebut .......
A. rotasi D. Resolusi
B. revolusi E. resonansi
C. gerakan semu

32. Suatu saat di kota Greenwich menunjukkan pukul 10.00, di kota yang terletak pada 60o bujur barat adalah pukul........
A. 04.00 D. 24.00
B. 06.00 E. 21.00
C. 08.00

33. Berikut ini merupakan akibat dari revolusi bumi yaitu ........
A. adanya gerak semu harian D. adanya perbedaan waktu
B. pengembungan di kutub bumi E. perbedaan lama siang-malam
C. pergantian siang-malam

34. Perbedaan waktu antara wilayah yang terletak di 30o LU dengan yang di 30oLS adalah .......
A. 0 jam D. 3 jam
B. 1 jam E. 4 jam
C. 2 jam

35. Jarak terdekat suatu pusat gempa yang terletak di titik 90oBT; 30oLS dari daerah yang terletak di titik 50oBT adalah
A. 1.000,00 km D. 5.555,5 km
B. 1.111,1 km E. 10.000,0 km
C . 2.222,2 km

36. Bumi menempuh lintasan peredaran semunya memerlukan waktu .....
A. 24 jam 50 menit D. 23 jam
B. 24 jam E. 23 jam 50 menit
C. 23 jam 56 menit

37. Energi yang berasal dari dalam bumi disebut...
A. epirogenetik D. endogen
B. orogenetik E. eksogen
C. transgesi

38. Tsunami adalah gelombang besar yang disebabkan oleh .....
A. angin D. Gempa bumi
B. air pasang E. Aktivitas gunung berapi
C. salinitas

39. Berikut ini bukan merupakan bagian dari proses terjadinya tsunami adalah ….
A. Gempa tektonik bawah laut yang menyebabkan dasar laut naik atau turun
B. Pergeseran dasar laut yang menggerakan gelombang permukaan laut.
C. Gelombang akibat gempa memasuki air dangkal kecepatanya semakin meningkat dan ketinggianya bertambah
D. Gelombang akibat gempa memasuki air dangkal kecepatanya semakin menunurun dan ketinggianya bertambah
E. Gelombang tsunami lepas pantai tidak lebih lebih besar dari gelombang normal, tetapi lebih cepat

40. Di bawah ini yang bukan merupakan karakteristik gempa tsunami adalah ….
A. Kecepatan gelombang tergantung kedalaman pusat gempa
B. Menimbulkan air bah setelah masuk kedaratan sekitar pantai.
C. Sebelum terjadi tsunami muka air laut di pantai menurun drastis dari keadaan normal
D. waktu peringatan tsunami tergantung pada jarak pusat gempa
E. Dengan kecanggihan tehnologi terjadinya tsunami dapat diramalkan dengan tepat

II. Jawablah dengan singkat dan jelas !
a. 1. Apakah yang dimaksud dengan metode ilmiah dan apa hubungannya dengan ilmu pengetahuan?
b. 2. Apakah perbedaan antara fenomena dengan masalah ? Jelaskan !
c. 3. Jelaskan pengertian hipotesa dalam penelitian dan apa manfaatnya ?
d. 4. Apakah yang dimaksud dengan variabel bebas dan variabel tergantung?
5. Ceriterakan bagaimana terjadinya sumber air panas berdasarkan konsep ilmu pengetahuan alam!
6. Sebutkan jalur utama gempa yang melalui Indonesia !
7. Apa yang kamu lakukan ketika terjadi gempa besar yang terjadi di lautan?
8. Bagaimana kaitan gempa bumi dengan tsunami ? Jelaskan !
KUNCI JAWABAN BAGIAN A:
1. D 2. A 3. D 4. E 5. B 6. C 7. D 8. B 9. A 10. B
11. B 12. A 13. C 14. C 15. E 16. C 17. C 18. A 19. A 20. C
21. D 22. B 23. C 24. C 25. D 26. D 27. C 28. B 29. B 30. A

Bagian B:
1. Apakah yang dimaksud dengan metode ilmiah dan apa hubungannya dengan ilmu pengetahuan?
Jawaban : Metode ilmiah merupakan suatu cara sistematis yang digunakan oleh para ilmuwan untuk memecahkan masalah yang dihadapi. Ilmu dapat didefinisikan sebagai proses penyelidikan yang berdisiplin. Pengetahuan (knowledge) adalah sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman, berdasarkan serapan panca indera, dan diolah oleh akal budi secara spontan. Dapat juga dikatakan bahwa pengetahuan adalah segala sesuatu yang dilihat, didengar, dikecap, dicium, diraba dan hadir dalam kesadaran kita. Ilmu pengetahuan merupakan pengetahuan yang telah diolah dan disusun secara metodis, sistematis dan koheren. dengan demikian metode ilmiah merupakan rangkaian proses untuk merubah suatu pengetahuan menjadi ilmu, agar pengalaman bisa diungkap kembali secara jelas, rinci dan benar.
2. Apakah perbedaan antara fenomena dengan masalah ? Jelaskan !
Jawaban : Masalah adalah kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian atau pemecahan. Fenomena adalah sesuatu yang terjadi sebagaimana apa adanya. Ada bagian fenomena yang menjadi masalah atau mendatangkan masalah. Dengan demikian masalah adalah bagian dari fenomena,sedangkan tidak semua fenomena bisa menjadi masalah.
3. Jelaskan pengertian hipotesa dalam penelitian dan apa manfaatnya ?
Jawaban : hipotesa merupakan jawaban yang bersifat sementara atas masalah penelitian yang kebenarannya masih lemah, sehingga harus diuji. Fungsinya sebagai rumusan sementara atas jawaban permasalahan yang sedang dihadapi dan akan dicari ketegasan kebenarannya.
4. Apakah yang dimaksud dengan variabel bebas dan variabel tergantung?
Jawaban : Variabel bebas (independent) adalah variabel yang diduga sebagai penyebab timbulnya variabel lain atau menjadi penyebab bagi variabel lain. Variabel bebas biasanya dimanipulasi, diamati, dan diukur pengaruhnya terhadap variabel lain. Variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas disebut variabel tergantung (dependent). Contoh tergantung masalahnya, dan lebih mudah jika dikaitkan dengan penelitian kuantitatif. Misalnya dalam meneliti pengaruh pemberian pakan ayam terhadap pertumbuhan anak ayam. Jumlah pakan merupakan variabel bebas, dan perubahan berat tubuh anak ayak bisa sebagai variabel tergantungnya.
5. Apakah yang dimaksud dengan skala nominal dan skala ordinal ?
Jawaban : Jawaban : Skala nominal ialah angka yang tidak sesungguhnya, melainkan digunakan untuk mewakili nama. Misalnya binatang apa yang paling kamu sukai? Jawablah angka 1 = kucing, 2 = burung, dst. Angka-angka ini hanya mewakili saja, tidak dapat ditambah, dikurangi, dibagi, dan dilipatkan (dikalikan). Skala ordinal ialah angka yang menunjukkan derajat suatu kategori atau perbedaan kualitas/ kuantitas yang tidak dapat diketahui selisihnya. Misalnya, jika anda bertanya kepada sekelompok orang, apakah anda suka makan bakso? Maka kepada orang yang menjawab suka sekali, kamu beri skor 5, yang jawabannya hanya suka diberi skor 4, yang biasa saja diberi skor 3, yang kurang suka diberi skor 2, dan yang tidak suka diberi skor 1. Angka-angka ini dinamakan skala ordinal
6. Sebutkan hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan instrumen penelitian!
Jawaban : Hal-hal yang perlu dipertimbangkan dalam pemilihan instrumen adalah : tingkat kehandalan (reliabilitas) instrumen, sebagai instrumen penelitian sebaiknya yang memiliki reliabilitas tinggi. Validitas atau kesahihan; sensitivitas (kepekaan/ mampu mempertajam perbedaan dalam derajat variasi karakteristik yang diukur); obyektivitas (bebas dari pengaruh kepribadian pengguna); fisibilitas (kelayakan) dalam penggunaan seperti kebutuhan ketrampilan pengguna, waktu dan dana operasionalnya.
7. Jelaskan bagaimana langkah-langkah dalam pengambilan sampel?
Jawaban : Langkah-langkah dalam pengambilan sampel yaitu; a) menentukan populasi dan sampling frame, b) memilih cara pengambilan sampel, c) menentukan jumlah sampel, d) memilih elemen sampel, e) melaksanakan pengumpulan data di lapangan.
8. Sebutkan langkah-langkah pengolahan data hasil penelitian !
Jawaban : Langkah-langkah analisa data adalah sebagai berikut :
i. Memilah data. Tujuannya untuk memperlancar pelaksanaan selanjutnya. Kegiatan yang terjadi misalnya mengurutkan nomer kuesioner, pemilahan data sesuai lokasi pengumpulan data, dll.
ii. Kontrol kualitas data. Untuk memisahkan data yang kosong atau isian data tidak konsisten. Bila terjadi isian data yang demikian sebaiknya responden didatangi lagi untuk melengkapi isian data. Jika upaya ini tidak berhasil, maka data tidak diproses lebih lanjut, meskipun akan mengakibatkan masalah pada validitas data.
iii. Mengikhtisarkan data (data summarizing). Kagiatan ini bisa dikerjakan dengan manual atau secara komputer. Pada dasarnya langkah ini meliputi kerja untuk mengkategorikan data, membuat kode, dan mengikhtisarkan data pada master sheet.
9. Mengapa hasil penelitian perlu ditulis menjadi tulisan ilmiah ? Sebutkan lima dari sepuluh ciri tulisan ilmiah !
Jawaban : Hasil penelitian tersebut perlu dilaporkan/ dipublikasikan agar hasil penelitianmu dapat diketahui oleh orang lain. Laporan ini merupakan media komunikasi antara seorang peneliti dengan pihak lain. Dengan adanya laporan hasil peneltian penelitianmu dapat mendapat tanggapan dari orang lain, bahkan bisa membantu orang lain dalam menyelesaikan tugas ilmiah mereka. Penelitian, pemaparan, dan penyelesaiannya haruslah ditulis dalam sebuah tulisan ilmiah. Adapun ciri-ciri tulisan ilmiah adalah :
1. Logis, artinya informasi yang disajikan memiliki argumentasi yang dapat diterima dengan akal sehat.
2. Sistematis, artinya susunannya urut berjenjang dan berkesinambungan.
3. Obyektif atau apa adanya.
4. Tuntas dan menyeluruh, segala masalah dikemukakan secara lengkap, menyeluruh.
5. Seksama, menghindarkan diri dari berbagai kekeliruan, sampai sekecil-kecilnya.
6. Jelas, baik dari segi alur berpikir, istilah bahasa, dan grafis.
7. Kebenarannya teruji.
8. Terbuka, apa yang dikemukakan dapat berubah bila ada pendapat baru yang diakui kebenarannya relevan dengan tulisan itu.
9. Berlaku umum, kesimpulan-kesimpulannya berlaku untuk semua populasinya.
10. Penyajiannya menggunakan santun bahasa dan tata tulis yang baku
10. Apakah perbedaan isi proposal penelitian dengan laporan penelitian ?
Jawaban : Isi laporan penelitian pada hakekatnya merupakan kelanjutan dari isi proposal penelitian. Yang membedakan adalah pada isi laporan penelitian dilengkapi dengan Hasil Penelitian dan Pembahasan.


SOAL PENYARINGAN :

1. Sesuatu yang diketahui langsung dari pengalaman adalah ….
a. kebenaran
b. ilmu
c. pengetahuan
d. prailmiah
e. statemen
2. Hasil serapan indera terhadap pengamatan hidup sehari-hari yang tidak perlu dan tidak mungkin diuji kebenarannya adalah ….
a. pengetahuan ilmiah
b. pengetahuan non ilmiah
c. pengetahuan prailmiah
d. pengatahuan mutlak
e. ilmu pengetahuan
3. Agar pengetahuan dapat menjadi ilmu maka pengetahuan harus dipilah dan disusun secara ….
a. rasional, mutlak, dan sinergis
b. koheren, relative, dan sinergis
c. metodis, sistematis, dan konsisten
d. analog, dan komparatif
e. sistematis dan logis.
4. Langkah berikutnya setelah merumuskan masalah adalah ….
a. mencari masalah
b. pembatasan masalah
c. menguji hipotesa
d. mengumpulkan keterangan
e. mengolah data.
5. Suatu penelitian harus disusun dan dilaksanakan secara berurutan sesuai dengan pola dan kaidah yang benar, dari yang mudah dan sederhana sampai yang kompleks. Sifat ini menunjukkan bahwa penelitian itu harus ….
a. logis
b. koheren
c. empiric
d. replikatif
e. sistematis
6. Suatu usaha untuk menemukan, mengembangkan, dan mengkaji kebenaran suatu pengetahuan disebut ….
a. observasi
b. survey
c. research
d. interview
e. perspektif
7. Sifat peneliti yang menunjukkan sikap yang tidak dipengaruhi oleh perasaan adalah ….
a. konsistensi
b. jujur
c. teliti
d. objektif
e. terbuka
8. Jenis penelitian yang menggambarkan objek penelitian secara rinci dan mendalam, adalah penelitian ….
a. kualitatif
b. kuantitatif
c. survey
d. evaluatif
e. pengembangan (research and development)
9. Kesulitan yang dihadapi yang memerlukan penyelesaian atau pemecahan disebut ….
a. soal
b. latihan
c. masalah
d. pertanyaan
e. hipotesa
10. Alat ukur yang baik untuk mengukur gejala yang diamati memerlukan ….
a. validitas dan reabilitas yang tinggi
b. logika
c. subyek penelitian
d. korelasi yang baik
e. ketajaman analisis
11. Dugaan dalam penelitian disebut …
a. hipotenusa
b. hipotesa
c. apotema
d. tesis
e. pratesis
12. Faktor yang apabila diukur memberikan nilai yang bervariasi disebut ….
a. standarisasi
b. alat ukur
c. variabel
d. kemutlakan
e. item
13. Variabel yang diudga penyebab timbulnya variable lain adalah ….
a. variable bebas
b. variable tidak bebas
c. variable control
d. variable antara.
e. variable bayangan.
14. Pengamatan bertujuan untuk mendapatkan informasi atau pengethuan dari suatu obejk atau peristiwa adalah ….
a. interview
b. observasi
c. perumusan masalah
d. inspeksi
e. pengawasan.
15. Kelompok yang menjadi sasaran dalam penelitian adalah ….
a. variable
b. instrument
c. populasi
d. sampel
e. data.
16. Berikut ini merupakan karakter suatu hipotesa adalah ….
a. dapat dipantau
b. dapat diukur
c. ada faktanya
d. metafisis
e. tidak dapat dibuktikan.
17. Hipotesa yang ditolah kebenarannya adalah ….
a. hipotenusa
b. antithesis
c. hipotesa nol
d. hipotesa alternative
e. ketidakbenaran.
18. Perumusan hipotesa dalam penelitian dituliskan setelah ….
a. menemukan masalah
b. merumuskan masalah
c. pembatasan masalah
d. tujuan dan manfaat penelitian
e. Kajian teori.
19. Membandingkan suatu besaran yang diukur dengan besaran sejenis yang ditetapkan sebagai satuan disebut ….
a. mengukur
b. menghitung
c. meramal
d. mentaksir
e. mengaproksimasi
20. Metode dalam pengumpulan data secara observatif adalah ….
a. mencatat kejadian masalah
b. mendokumentasikan informasi tanpa pengamatan langsung dilapangan.
c. memberikan kuesioner
d. melakukan percobaan
e. melakukan evaluasi kegiatan.
21. Bila dalam pengumpulan data menetapkan 1=pria, 2=wanita, merupakan pengukuran dengan skala….
a. rasio
b. interval
c. ordinal
d. nominal
e. strata
22. Masalah penelitian yang tidak memiliki kelayakan untuk diteliti adalah ….
a. masalah memliki signifiknasi yang tinggi.
b. unik dan asli muncul dalam pikiran peneliti
c. tidak mementingkan validasi yang tinggi
d. waktu yang singkat dan dana yang memadai
e. ketercukupnya data penelitian.
23. Design penelitian perlu untuk dibuat dalam merancang penelitian, karena ….
a. dapat mempercepat proses penelitian
b. memudahkan pencarian data
c. memudahkan metode peneltian yang akan dipakai.
d. penelitian dapat berjalan sesuai dengan kerangka berpikir.
e. cepat selesai.
24. Pengambilan sampel secara acak disebut sebagai ….
a. simple random sampling
b. systematic sampling
c. stratified sampling
d. cluster sampling
e. multistage sampling
25. Data yang dikumpulkan dari referensi pustaka disebut sebagai ….
a. data primer
b. data sekunder
c. data tambahan
d. data atribut
e. data pustaka
26. Di dalam pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi. Salah satunya dengan cara mencatat gejala suatu peristiwa yang bersifat tidak formal adalah ….
a. anekdot
b. daftar cek
c. skala penilaian
d. pengamatan langsung
e. survey
27. Salah satu cara tehnik wawancara yang bersifat diagnostic adalah ….
a. mencari data untuk suatu populasi tertentu
b. mencatat dalam skala penilaian
c. wawancara yang tidak terstuktur
d. mendiagnosa tentang masalah yang dihadapi.
e. mencari penyelesaian yang membuktikan hipotesa.
28. Suatu daftar yang berisi pertanyaan yang harus dijawab secara tertulis oleh responden adalah ….
a. angket
b. list
c. soal
d. atribut
e. daftar ceklist
29. Survei kandungan bahan pengawet makanan tahu, mie, bakso, saos, dan lain-lain merupakan contoh ….
a. penelitian tindakan
b. penelitian survey
c. penelitian diskriptif
d. penelitian kualitatif
e. penelitian kuantitatif
30. Untuk membuktikan adanya perbedaan, maka diadakan uji pembeda secara statistic. Pembuktian secara statistic ini digunakan untuk analisa data ….
a. kualitatif
b. kuantitatif
c. research dan development
d. diskriptif
e. audio –visual.
31. Penulisan laporan ilmiah sebaiiknya dimulai ….
a. ketika semua data terkumpul
b. bila penelitian telah selesai
c. sejak awal penelitian
d. mejelang penelitian telah usai
e. kapan saja bilamuncul keinginan.
32. Pada Bab I dituliskan ….
a. kata pengantar
b. daftar isi
c. metode penelitian
d. pendahuluan
e. tinjauan pustaka
33. Setelah menuliskan latar belakang masalah, maka peneliti menuliskan ….
a. perumusan masalah
b. tujuan penelitian
c. manfaat penelitian
d. ruang lingkup penelitian
e. kerangka teori
34. Hipotesa dituliskan dalam Bab ….
a. i
b. ii
c. iii
d. iv
e. pengantar
35. Pengetahuan yang dihasilkan oleh suatu penelitian dituliskan dalam ….
a. latar belakang masalah
b. perumusan masalah
c. tujuan penelitian
d. manfaat penelitian
e. desain penelitian
36. Untuk mengkomunikasikan letak suatutempat di permukaan bumi disebut ….
a. international dateline
b. meredian time
c. garis lintang
d. garis bujur
e. ordinat
37. Perputaran bumi pada porosnya adalah ….
a. evolusi bumi
b. revolusi bumi
c. pergerakan semu harian bumi
d. pergerakan semu harian matahari
e. rotasi bumi
38. Waktu Indonesia bagian barat (WIB) berpangkal pada meridian ….
a. 100o BT
b. 105o BT
c. 120o BT
d. 135o BT
e. 145o BT
39. Keliling bumi di katulistiwa adalah sebesar 40.000km, jika satu kali rotasi bumi membutuhkan waktu 24 jam, maka kecepatan rotasi di garis katulistiwa adalah ….
a. 166,67 km/ jam
b. 1666,67 km /jam
c. 16.666,67 km/ jam
d. 1666,67 m/s
e. 16.666,67 m/s
40. Apabila GMT menunjukkan jam 12.00, maka waktu yang ditunjukkan d daerah yang terletak di 60oBB adalah ….
a. 12.00
b. 16.00
c. 08.00
d. 09.00
e. 17.00
41. Lapisan yang bergerak lambat tetapi ajeg di atas lapisan astenosfer adalah ….
a. kerak bumi
b. mantel bumi
c. inti bumi
d. lempeng
e. litosfer
42. Tenaga bumi yang muncul dari dalam yang disebabkan oleh tenaga lempeng adalah ….
a. vulkanik
b. tektonik
c. vulkano-tektonik
d. tenaga endogen
e. tenaga eksogen
43. Gerakan dua lempeng yang saling menjauh disebut gerak ….
a. disvergen
b. konvergen
c. subduction
d. sesar
e. fault
44. Berikut ini bukan materi yang keluar dari proses vulkanisme adalah ….
a. lava
b. eflata
c. benda gas
d. uap air
e. batholit
45. Bagian dari intrusi magma yang menerobos lapisan porous yang tegak lurus dengan arah kawah adalah ….
a. batholit
b. lakolit
c. dike
d. sill
e. crater
46. Perbedaan tekanan udara , dimana tekanan udara yang rendah dikelilingi oleh tekanan udara yang tinggi dapat menyebabkan ….
a. angin muson
b. angin musim
c. angin siklon
d. badai
e. cuaca ekstrim
47. Berikut ini yang tidak dapat menyebabkan gempa bumi adalah ….
a. tenaga tektonik
b. tenaga vulkanik
c. tenaga buatan
d. kekuatan ekstrateritorial
e. tsunami
48. Gempa yang terjadi di Bantul Yogyakarta pada tahun 2006 disebabkan oleh ….
a. gerakan lempeng
b. aktifitas gunung merapi
c. leleran lava pijar merapi
d. tsunami di aceh
e. gempa runtuhan dalam perut bumi
49. Alat pencatat gempa adalah ….
a. velocity meter
b. pencacah geiger
c. seismograf
d. hiposeista
e. episentrum
50. Berdasarkan skala Richter, kekuatan gempa 5,6 SR termasuk dalam criteria ….
a. sangat tinggi
b. kecil
c. sedang
d. tinggi
e. sangat tinggi
51. Peta gempa yang dilukiskan dalam garis-garis yang memiliki kekuatan gempa yang sama adalah ….
a. episentrum
b. hiposentrum
c. seismograf
d. isosiesta
e. homoseista
52. Berikut ini bukan akibat dari gempa bumi, yakni ….
a. sesar
b. gempa susulan
c. perubahan bentang alam
d. tanda-tanda alam
e. tsunami
53. Tidak semua gempa bumi dapat membangkitkan tsunami. Berikut ini bukan syarat dapat terjadinya tsunami adalah ….
a. pusat gempa berada di bawah laut
b. pusat gempat berkisar 0 – 30 km
c. skala rischter lebih dari 6 sr
d. waktu pengawasan kurang dari 2 jam.
e. episenter di garis pantai
54. Berikut ini bukan tanda-tanda terjadinya tsunami adalah ….
a. gempa bumi di tengah laut dengan kekuatan besar
b. permukaan air tiba-tiba surut
c. munculnya ombak yang kuat yang tidak seperti biasanya.
d. terdengar suara gemuruh.
e. banyak terdapat sedimen garam.
55. Alat yang digunakan untuk deteksi adanya tsunami adalah ….
a. velicitograh
b. pencacah geiger
c. accelerograph
d. seismograp
e. barometer

MATERI UJI KOMPETENSI IPA KELAS XII SMK

Evaluasi Kompetensi 1
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Dalam banyak hidupnya manusia tergantung dari alam. Hubungan timbal balik makhluk hidup dan lingkungannya dipelajari dalam ilmu.......
A. Ekosistem D. Morpologi
B. Taksonomi E. Ekologi
C. Genetika
2. Makhluk hidup dan faktor abiotik pada suatu lingkungan merupakan satu kesatuan yang disebut .....
A. Ekosistem D. Habitat
B. Populasi E. Bioma
C. Komunitas
3. Kelompok tumbuhan padi yang hidup di sebidang sawah, berdasarkan konsep ekologi merupakan suatu....
A. Spesies D. Komunitas
B. Individu E. Populasi
C. Ekosistem
4. Ekologi merupakan salah satu cabang ilmu yang pada saat ini ramai diberitakan. Di dalam ekologi dipelajari hubungan timbal balik makhluk hidup dengan lingkungannya. Untuk menyelesaikan masalah-masalah ekologi diperlukan dasar-dasar pengetahuan yang kuat dalam ilmu-ilmu yang lainnya. Dari pernyataan-pernyataan di bawah ini dapat disimpulkan bahwa:
A. Ekologi perlu mendapat dukungan oleh ilmu-ilmu sosial di antaranya adalah ilmu komunikasi masa.
B. Konsep-konsep kimia kurang dapat diterima untuk membantu memahami ekologi.
C. Ekologi dapat berkembang dengan baik apabila memahami konsep-konsep Fisika serta Kimia.
D. Ilmu-ilmu sosial kurang mendukung konsep-konsep ekologi.
E. Biologi banyak berhubungan dengan sejarah serta matematika.
5. Seorang petani ternyata memperoleh hasil yang lebih bila menanami ladangnya tidak dengan satu jenis tanaman berturut-turut, tetapi dengan beberapa jenis tanaman secara bergantian. Hal ini disebabkan ....
A. Demineralisasi dari tumbuhan yang terdahulu menyuburkan tumbuhan yang ditanam kemudian
B. Macam mineral yang diperlukan tiap jenis tumbuhan berbeda.
C. Kembalinya kesuburan tanah oleh tumbuhan yang ditanam kemudian.
D. Adanya penambahan mineral oleh tumbuhan yang ditanam kemudian.
E. Adanya perubahan susunan mineral tanah oleh tumbuhan yang ditanam kemudian.
6. Abiotik adalah makhluk yang ....
A. Terjadi begitu saja D. Pertumbuhannya terlambat.
B. Tak pernah hidup E. Mati karena pengaruh suhu.
C. Pernah hidup tapi sudah mati
7. Pak Amin menanam pisang di tanah perbukitan kapur yang kering. Ia sudah berusaha memupuknya dengan baik, namun kecewa sebab tanaman pisang tersebut tidak mau subur juga. Hal ini mungkin disebabkan.......
A. Pupuknya terlalu banyak D. Sekitar pohon kurang bersih.
B. Daunnya diserang ulat E. Tanahnya kekurangan air
C. Pupuknya tidak cocok
8. Kebersihan lingkungan sangat perlu mendapat perhatian dari semua warga kampung yang ingin hidup sehat. Cabang biologi yang menangani masalah ini adalah .....
A. Higiene D. Patologi
B. Sanitasi E. Bakteriologi
C. Parasitologi
9. Perbedaan antara komunitas dengan ekosistem adalah ....
A. Komunitas adalah merupakan tempat dari ekosistem, sedangkan ekosistem dari organisme yang menempatinya.
B. Komunitas adalah merupakan kumpulan dari berbagai spesies, sedangkan ekosistem adalah merupakan kumpulan satu spesies.
C. Komunitas adalah terdiri dari kumpulan spesies yang sama, sedang ekosistem adalah terdiri dari berbagai spesies.
D. Komunitas merupakan lingkungan biotiknya, sedangkan ekosistem adalah merupakan komunitas bersama dengan lingkungan biotiknya.
E. Ekosistem adalah merupakan tempat komunitas dan komunitas adalah sejenid organisme yang menempatinya.
10. Berkat penghijauan secara kontinyu udara di kota-kota besar yang bertaman lebih sejuk daripada udara di kota-kota yang tidak mempunyai taman. Memang penghijauan di kota sangat menguntungkan kehidupan manusia terutama yang berhubungan dengan hal berikut kecuali......
A. Membersihkan udara D. Mempertinggi penghasilan penduduk
B. Menurunkan suhu udara E. Meningkatkan kadar O2 di udara.
C. Mengurangi kadar CO2 di udara.
11. Seorang petani menanam orok-orok di sela-sela tanamannya. Apa yang dikerjakan oleh petani ini merupakan usaha terpuji sebab.........
A. Dengan menanam orok-orok rumput yang lain dapat mati.
B. Sangat baik untuk pelindung tanaman budidaya.
C. Orok-orok mempunyai kemampuan menyerap air yang baik sehingga dapat menahan erosi
D. Dengan menanam orok-orok dapat mempertahankan kesuburan tanah.
E. Biji orok-orok dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
12. Tanah yang mengalami erosi akan kekurangan humus sehingga tidak subur lagi. Hal ini disebabkan karena humus berfungsi untuk .....
A. Melindungi tanah dari perubahan suhu lingkungan. D. Pengaturan pH tanah.
B. Mencegah penguapan air tanah. E. Sebagai pupuk.
C. Menahan air dan mengembalikan mineral
13. Hutan adalah salah satu kekayaan alam yang harus dijaga kelestariannya. Fungsi hutan adalah .........
A. Menyimpan air, mencegah erosi, mendatangkan hujan.
B. Menyimpan air, menyuburkan tanah, mendatangkan hujan.
C. Menyimpan air, mengatur iklim, mencegah erosi.
D. Menyuburkan tanah, mencegah erosi, mendatangkan hujan.
E. Menyuburkan tanah, mengatur iklim,mencegah erosi.
14. Memasukkan hewan dari luar....
A. Menguntungkan karena dapat menambah jenis hewan yang sudah ada.
B. Menguntungkan karena jenis yang datang lebih baik dari yang sudah ada.
C. Menguntungkan karena jenis yang datang lebih sesuai dengan lingkungan.
D. Merugikan karena dapat merusak ekosistem di daerah itu.
E. Merugikan karena jenis hewan yang datang tidak sesuai dengan lingkungan.
15. Kebakaran hutan sangat merugikan karena hutan yang terbakar memakan waktu lama untuk menjadi komunitas hutan lagi sebab.......
A. Suksesi ekologi diawali bukan oleh pohon berkayu.
B. Suhu yang tertinggi saat kebakaran merusak susunan tanah.
C. Mengeringnya sumber mata air di hutan tersebbut.
D. Punahnya benih-benih dari pohon yang asalnya tumbuh di situ.
E. Hutan gundul akibat kebakaran menyebabkan erosi hingga kesuburan tanah menurun.
16. Dalam bioma padang rumput paling banyak jenis hewan yang menjadi penghuninya, kehidupan hewan pada bioma tersebut harus sesuai dengan keadaan iklimnya. Hewan yang cocok untuk hidup di padang rumput adalah yang memiliki sifat....
A. Tahan terhadap perubahan suhu yang tinggi dan tahan kekurangan air.
B. Jenis makanannya hanya rumput.
C. Tahan terhadap kelembaban yang tinggi.
D. Tahan terhadap kekurangan protein hewan.
E. Memiliki bulu yang tebal.
17. Aliran zat makanan dari bawah ke atas dan sebaliknya banyak terjadi dalam air laut di daerah dingin,hal ini disebabkan oleh .........
A. Pada laut di daerah dingin tidak terdapat daerah afotik dan fotik yang menjadi penghalangnya.
B. Di laut yang beriklim panas terdapat angin yang kencang.
C. Di laut pada daerah dingin kaya akan garam mineral.
D. Tidak terjadi perbedaan berat jenis yang berarti pada perairan.
E. Kurangnya populasi ikan pada laut di daerah dingin.
18. Yang paling banyak menggunakan energi dari suatu tingkat trofik tertentu dalam ekosistem adalah ....
A. Produsen D. Fitoplankton
B. Herbivora E. Zooplankton
C. Top Karnivor
19. Sisitem tradisional dalam mengelola lingkungan yang dilakukan para penduduk menunjukkan hasil yang positif, pengelolaan tersebut salah satunya adalah pembuatan kolam di pinggir rumahnya, karena.........
A. Memperpendek rantai makanan sehingga tidak banyak energi yang terbuang.
B. Mengurangi pembiayaan untuk memberi makan ikan.
C. Meningkatkan produksi ikan dengan biaya murah.
D. Meningkatkan produksi fitoplankton dengan menambah kesuburan tanah.
E. Meningkatkan protein hewan untuk keperluan hidup.
20. Peran Alga dalam ekosistem antara lain sebagai vegetasi perintis, sebab........
A. Sebagai sumber makanan bagi makhluk hidup.
B. Dapat hidup pada tempat yang tidak menguntungkan.
C. Dapat hidup di tempat yang kering.
D. Dapat mengubah lingkungan, sehingga organisme dapat hidup.
E. Alga tumbuhan kecil yang berhijau daun.
21. Tanaman turi dianjurkan untuk dikembangkan di dalam areal pertanian karena.......
A. Meningkatkan kandungan zat lemas dalam tanah.
B. Meningkatkan kadar nitrat dalam tanah.
C. Berperan sebagai tanaman peneduh.
D. Berakar dalam sebagai penahan erosi.
E. Sebagai makanan yang bergizi.
22. Pada pagi hari di tepi daun sering timbul titik air, karena adanya faktor abiotik yang mempengaruhinya, yaitu ..........
A. Udara lembab dan suhu sangat dingin.
B. Udara lembab stomata tertutup.
C. Transpirasi yang keluar melalui kutikula.
D. Suhu tinggi, persediaan air cukup.
E. Air banyak stomata tertutup.
23. Air, oksigen, suhu dan cahaya adalah faktor-faktor yang mempengaruhi .....
A. Perbaikan tubuh yang rusak D. Proses perkecambahan
B. Kemunduran proses degenerasi E. Pergantian bagian tanaman yang hilang
C. Perkembangan tanaman untuk menghasilkan organ vegetatif
24. Rawa adalah habitat darat yang sampai saat ini belum dapat dibudidayakan, tetapi tetap ada manfaatnya, yaitu .....
A. Sumber bahan organik D. Tempat perlindungan berbagai jenis burung
B. Tempat persediaan ari E. Tempat pertumbuhan berbagai jenis rumput
C. Memelihara kelembaban udara.
25. Bagian laut yang paling berproduksi adalah bagian laut yang terdangkal disebabkan faktor, kecuali....
A. Populasi fitoplankton yang paling besar D. Banyak mengandung mineral
B. Keadaan airnya lebih dinamis E. Tempat hidup ikan besar.
C. Daerah yang masih dapat ditembus sinar matahari
Jawaban:
1. E 2. A 3. E 4. A 5. B 6. B 7. E 8. B 9. E 10. D
11. D 12. E 13. C 14. D 15. A 16. B 17. A 18. C 19. E 20. D
21. A 22. A 23. D 24. D 25. E

Evaluasi Kompetensi 2
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Cara hidup saling menguntungkan antara bakteri dan tumbuhan polong-polongan disebut ......
A. Setengah parasitis D. Parasitis
B. Epifitis E. Saprofitis
C. Simbiose mutualistis
2. Hidup bersama antara dua organisme untuk keuntungan bersama disebut simbiosis. Contoh hidup yang demikian itu diperlihatkan oleh pasangan berikut, kecuali........
A. Sejenis benalu dengan tanaman teh D. Semut dengan kutu
B. Rayap dengan flagelata di ususnya E. Kumang dengan hydra di cangkangnya
C. Cacing hati dengan siput
3. Dalam suatu ekosistem kolam terdapat (1) ikan karnivor, (2) bakteri pengurai, (3) fitoplanton, (4) ikan herbivor, (5) zat-zat anorganik. Dari komponen ekosistem tersebut dapat disusun suatu mata rantai makanan yang susunannya..........
A. (3), (4), (5), (1), (2) D. (3), (4), (1), (5), (2)
B. (2), (5), (3), (4), (1) E. (5), (3), (4), (1), (2)
C. (5), (3), (4), (2), (1)
4. Kalau terjadi pencemaran insektisida pada ekosistem air tawar, dalam beberapa tahun kadar bahan itu yang paling tinggi akan didapatkan dalam ....
A. Air D.Tubuh hewan-hewan karivor
B. Tumbuhan air E. Tubuh hewan-hewan herbivor
C. Tubuh serangga air
5. Pada suatu daerah terdapat kelompok organisme, (1) burung, (2) ular, (3) belalang dan kupu-kupu, (4) rumput-rumputan, (5) bakteri saprofit. Urut-urutan perpindahan energi dapat dituliskan sebagai berikut:
A. 1-2-4-5-3 D. 5-4-3-2-1
B. 1-4-2-3-5 E. 5-4-1-2
C. 4-3-2-1-5
6. Membuang sampah organik ke sungai tidak baik sebab....
A. Naiknya kadar mineral dalam air.
B. Penguraian sampah organik memerlukan adanya oksigen.
C. Sampah organik tidak terurai.
D. Menyebabkan makhluk anaerob mati.
E. Bertambahnya kadar CO2 dalam air.
7. Cara meningkatkan produksi manakah yang tidak akan menimbulkan perubahan pada keseimbangan alam?
A. Penggunaan pestisida D. Memperluas areal perladangan
B. Penggunaan herbisida E. Membasmi hama secara biologis
C. Pemakaian bibit unggul
8. Tahun 1883 Krakatau meletus meninggalkan tempat yang steril. Sekarang Krakatau tertutup oleh hutan dan terdapat di sana kurang sebih 1.200 spesies. Manakah yang tumbuh pertama kali di Krakatau?
A. Pohon berkayu D. Rumput
B. Tumbuhan paku E. Lumut kerak
C. Tumbuhan lumut
9. Pembuatan sawah bertingkat-tingkat dimaksudkan untuk ....
A. Memperbesar hasil panen D. Melindungi tanah dari bahaya erosi
B. Memperkecil serangan hama wereng E. Memudahkan membajak
C. Mempermudah mengairi sawah
10. Apabila kotamu terletak di pinggir sebuah sungai besar, menurut pendapatnu,di manakah letak paling baik untuk pabrik/industri sehingga pengaruh polutannya secara langsung pada manusia menjadi sangat sedikit?
A. Dalam kota dekat bagian hilir sungai D. Di luar kota dekat bagian hulu sungai
B. Dalam kota dekat bagian hulu sungai E. Di luar kota dekat bagian hilir sungai
C. Dalam kota pada bagian pertengahan
11. Pengotoran alam yang paling sukar di atasi di kota-kota industri yaitu berupa....
A. Pengotoran udara D. Pengotoran minyak
B. Pengotoran air E. Pengotoran tanah
C. Bukan salah satu di atas
12. Membakar sampah tidak baik sebab........
A. Mineral-mineral tidak kembali ke tanah.
B. Kadar CO2 di udara tidak bertambah.
C. Kadar N2 di udara tidak bertambah.
D. Kelembaban udara berkurang.
E. Kadar O2 di udara berkurang.
13. Apabila salah satu jenis tumbuhan di dalam hutan dimusnahkan maka....
A. Ekosistem hutan tersebut akan stabil.
B. Hanya tumbuhan itu saja yang akan musnah.
C. Terjadi perubahan keseimbangan alam di hutan tersebut.
D. Tidak akan ada spesies hewan yang akan ikut musnah.
E. Hanya populasi tumbuhan saja yang akan musnah.
14. Usaha-usaha di bawah ini untuk mencegah pencemaran lingkungan, kecuali..........
A. Memindahkan lapangan terbang jauh dari pemukiman.
B. Menggunakan knalpot untuk kendaraan bermotor.
C. Penghijauan di kota-kota.
D. Membuat irigasi.
E. Membuat sampah menjadi kompos.
15. Para ilmuwan berpendapat bahwa jutaan tahun yang lalu Mamalia tipe Australia sangat berbeda dari tipe Mamalia lainnya. Hal ini disebabkan .....
A. Anaknya berkembang dalam kantung.
B. Terjadi evolusi dalam lingkungan yang terisolasi.
C. Perkembangan alat reproduksi yang homolog dengan placenta.
D. Tumbuh dalam lingkungan iklim khas.
E. Hidup di daerah yang sangat luas yang berpopulasi sangat sedikit.
16. Punahnya burung di hutan karena habis diburu akan menyebabkan......
A. Perubahan keseimbangan alam di hutan tersebut.
B. Hanya hewan pemakan burung itu saja yang akan musnah.
C. Tidak semua hewan di dalam hutan akan musnah.
D. Hanya semua hewan yang ada di dalam hutan akan musnah.
E. Populasi makhluk hidup tidak akan mengalami perubahan kecuali bertambahnya populasi makanan burung.
17. Bentuk interaksi antara tanaman padi dengan burung pipit adalah .....
A. Parasitisme, karena bila padi mati burung pipit akan mati.
B. predasi, karena matinya burung pipit akan meningkatkan pertumbuhan padi.
C. Komensalisme, karena burung pipit untung, sedang padi tidak rugi.
D. kompetisi karena burung pipit dan padi menempati habitat sama
E. predasi, karena burung pipit memakan biji padi.
18. Reptil adalah hewan yang pertama kali menyesuaikan dengan keadaan kering. Berdasarkan pernyataan tersebut reptil mampu menempati daerah padang pasir, pernyataan tersebut menunjukkan keadan reptil, kecuali.....
A. Tubuh memiliki zat tanduk tebal. D. Memiliki alat sistem ekskresi tertentu.
B. Kulit licin dan mengkilap. E. Alat pernpasan dibantu dengan kulit tubuhnya.
C. Memiliki sisik yang tebal dan kuat.
19. Burung bangau sulit ditemukan di daerah persawahan di Indonesia, keadaan ini disebabkan....
A. Adanya perubahan ekosistem
B. Terjadinya perubahan habitat dalam ekosistem
C. Hilangnya satu macam yang menjadi rantai makanan.
D. Meningkatnya jumlah populasi predator
E. Menurunnya kemampuan untuk berkembang biak burung tersebut.
20. Individu yang bertindak sebagai produsen dalam ekosistem adalah yang bersifat.....
A. Obligat heterotrof D. Simbiosis mutualisme
B. Fotoautotrof E. Fotoheterotrof
C. Fotoorganotrof
21. Daerah di mana suatu organisme dapat hidup menyesuaikan diri, sehingga dia dapat hidup dan mengembangkan diri disebut
A. Ekosistem D. Bioma
B. Nisia E. Populasi
C. Habitat
22. Pada ekosistem yang komponen-komponen biotiknya berada dalam keadaan seimbang, maka akan ditemukan komponen-komponen.......
A. Konsumen-produsen-detritivora, dan cahaya matahari
B. Mineral-produsen-konsumen-dekomposer
C. Pengurai-mineral-tanah-tumbuhan
D. Tanah-air-tumbuhan-hewan.
E. Produsen-konsumen-detritivora-dekomposer
23. Perubahan populasi di dalam biosfer ditentukan oleh.....
A. migrasi dan natalitas D. Migrasi dan mortalitas
B. migrasi, urbanisasi, dan natalitas E. Natalitas dan mortalitas
C. mortalitas, natalitas, dan migrasi
24. Interaksi simbiosis ditunjukkan interaksi antara populasi berikut, kecuali........
A. bunga-lebah D. Burung pemakan kutu-kerbau
B. benalu-mangga E. Remora dan ikan hiu
C. Remora dan penyu
25. Bercocok tanam dengan sistem tumpang sari adalah merupakan penerapan konsep interaksi antar...
A. individu sejenis D. Populasi dalam komunitas
B. Individu dalam populasi E. Individu dengan nisia sama
C. Populasi yang habitatnya berbeda
Jawaban:
1. C 2. A 3. E 4. D 5. C 6. B 7. C 8. C 9. D 10. E
11. A 12. E 13. C 14. B 15. B 16. A 17. A 18. E 19. C 20. B
21. C 22. E 23. C 24. C 25. D

Evaluasi Kompetensi 3
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Perpindahan energi dan materi dari organisme yang satu ke organisme yang lain secara satu arah melalui proses memakan dan dimakan disebut....
A. Rantai makanan D. Jaring-jaring makanan
B. Produktivitas ekosistem E. Piramida makanan
C. Aliran energi
2. Bila dalam suatu ekosistem kolam terdapat (1) diatome, (2) ikan lele, (3) udang kecil, (4) bangau, maka urutan rantai makanan pada kolam tersebut adalah
A. 1-2-3-4 D. 2-4-3-1
B. 1-3-2-4 E. 3-2-4-1
C. 2-3-4-1
3. Pada suatu ekosistem terdapat komponen biotik sebagai berikut : (1) burung bangau, (2) ular sawah, (3) belalang, (4) katak, (5) rumput. Bila terjadi proses makan dan dimakan, maka urutan aliran materi yang benar adalah ....
A. 1-2-3-4-5 D. 5-3-4-2-1
B. 2-3-4-5-1 E. 5-4-3-2-1
C. 3-4-2-1-5
4. Yang menjadi dasar piramida makanan adalah komponen.....
A. Pepohonan, sayuran, dan rerumputan D. Mikroorganisme dan sayuran
B. rusa, tupai, dan kelinci E. Pepohonan, rusa, dan tupai
C. mikroorganisme, sayuran, dan rerumputan.
5. Nisia singa adalah sebagai komponen.......
A. primer dan sekunder D. Sekunder dan tersier
B. primer dan tersier E. Sekunder dan kuarterner
C. tertier dan kuarter
6. Untuk memberikan gambaran yang jelas tentang hubungan antarorganisme pada masing-masing taraf trofi maka lebih tepat digunakan piramida....
A. biomasa dan piramida energi D. Ekologi dan piramida energi
B. jumlah dan piramida energi E. Jumlah dan piramida biomasa
C. jumlah dan ekologi
7. Kelemahan memakai piramida jumlah untuk memberikan gambaran hubungan antara organisme dalam ekosistem adalah .......
A. saling menghitung jumlah organisme dalam suatu ekositem.
B. Organisme yang menghuni suatu daerah tidak tetap.
C. gambaran yang diperoleh tidak berlaku umum.
D. piramida jumlah bentuknya tidak jelas.
E. Piramida jumlah memberikan gambaran terlalu rinci.
8. Jumlah total energi kimia yang berupa bahan organik yang dibentuk oleh tumbuhan per satuan luas, per satuan waktu disebut.......
A. Produktivitas primer D. Produktivitas kotor
B. Produksi primer E. Produktivitas primer bersih
C. Produktivitas sekunder
9. Produksi sekunder dihasilkan oleh
A. Semua herbivora D. Semua karnivora saja
B. Semua organisme heterotrof E. Produsen dan konsumen
C. Herbivora dan produsen
10. Energi produktivitas primer sesampai di dalam tubuh heterotrop akan mengalami perubahan menjadi...
A. Reproduksi, tumbuh, dan ekskreta D. Ekskreta, tumbuh, egesta, dan respirasi.
B. respirasi, tumbuh, dan reproduksi E. Reproduksi, egesta, tumbuh, dan respirasi.
C. disimpan, tumbuh, respirasi,dan ekskreta
11. DI antara pernyatan berikut ini yang benar adalah ....
A. nitrifikasi menguntungkan tumbuhan D. Denitrifikasi menguntungkan tumbuhan
B. nitritasi menghambat pertumbuhan E. Denitrifikasi meningkatkan kesuburan tanah
C. nitrifikasi menurunkan kadar nitrat
12. Kecepatan suksesi ekosistem pada satu daerah dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti berikut ini, kecuali...
A. luasnya komunitas asal yang rusak.
B. jenis tumbuhan yang terdapat di sekitarnya.
C. kehadiran pemencar alat perkembangbiakan tumbuhan.
D. macam-macam substrat baru yang terbentuk.
E. Jenis hewan dan tumbuhan yang terkena adanya perubahan.
13. Berikut adalah beberapa perubahan yang terjadi selama suksesi ekosistem, kecuali........
A. perkembangan komunitas semakin kompleks.
B. perkembangan sifat substrat atau tanah.
C. menurunnya tingkat kepadatan dan ketinggian tumbuhan.
D. meningkatnya produktivitas karena perkembangan komunitas.
E. meningkatnya sumber daya alam lingkungan.
14. Di dalam proses sukseci sering ditemukan organisme yang melakukan inasi dan dapat hidup, sehingga membuka kemungkinan organisme lain tumbuh pada ekosistem ini, disebut.....
A.Organisme pioner D. Konsumen pioner
B. konsumen pemula E. Organisme heterotrop
C. tumbuhan pembuka
15. Proses nitrifikasi memerlukan bantuan bakteri....
A. Rhizobium dan Nitrosomonas D. Nitrosomonas dan Nitrobacter
B. Nitrobacter dan Rhizobium E. Nitrobacter dan Azotobacter
C. Azotobacter dan Nitrosomonas.
Jawaban:
1. B 2. B 3. D 4. C 5. C 6. B 7. C 8. B 9. B 10. D
11. A 12. D 13. E 14. A 15. D


Uji Kompetensi 4
A. Pilihlah satu jawaban yang paling tepat!
1. Komponen biotik yang mempunyai daya perusak tinggi terhadap keseimbangan lingkungan adalah .....
A. hewan karnivora D. herbivora
B. produsen E. Manusia
C. pengurai
2. Penggunaan pestisida untuk pemberantasan hama ternyata sangat merugikan manusia, sebab penggunaan bahan tersebut dapat ....
A. mematikan hewan pengganggu D. Menyebabkan berubahnya iklim
B. merusak keseimbangan lingkungan E. Dapat meracuni ekosistem
C. membunuh semua organisme yang bermanfaat.
3. Meningkatnya serangan hama wereng terhadap tanaman padi merupakan petunjuk bahwa.....
A. Pestisida yang digunakan berkualitas rendah D. Wereng sudah menjadi kebal pestisida
B.terbunuhnya parasitoit wereng oleh pestisida E. Terbunuhnya predator wereng oleh pestisida
C. turunnya makanan wereng pada lingkungan aslinya.
4. Pembasmian sebagian komponen biotik lingkungan dapat membahayakan keseimbangan ekosistem sebab dapat mengakibatkan.........
A. meningkatnya populasi komponen biotik predatornya
B. menurunnya populasi komponen biotik yang menjadi makanannya.
C. menyebabkan rusaknya lapisan humus tanah.
D. terancamnya produktivitas produsen dalam ekosistem.
E. terputusnya rantai makanan dan aliran energi.
5. Suatu zat dikatakan menjadi pencemar lingkungan bila memenuhi persyaratan berikut, kecuali....
A. jumlahnya berlebihan D. Membahayakan keseimbangan lingkungan
B. berada pada tempat yang tidak semsetinya E. Berada pada waktu yang tidak tepat
C. jumlahnya melimpah dan bermanfaat bagi manusia
6. Bila di dalam suatu ekosistem air terjadi pencemaran pestisida,maka konsentrasi pestisida yang paling tinggi terdapat pada ............
A. air yang tercemar D. produsen yang menyerap pestisida
B. hewan pemakan produsen E. Hewan herbivora
C. hewan karnivora
7. Efek rumah kaca dapat terjadi karena....
A. pencemaran udara oleh belerang dan nitrogen D. Penggunaan bahan bangunan berupa kaca
B. meningkatkan intensitas sinar matahari E. Pencemaran udara dari karbon dioksida
C. penggunaan CFCs untuk AC secara terus menerus.
8. Hujan asam dapat terjadi karena pencemaran udara oleh ....
A. oksida karbon dan oksida hidrogen D. Pencemaran udara oleh karbon dan zat besi
B. meningkatnya penggunaan bahan bakar dan zat besi E. Meningkatnya industrialisasi
C.pencemaran udara oleh berlerang dan nitrogen
9. Kebijakan moral manusia dalam pergaulan manusia dengan lingkungan disebut........
A. etika lingkungan D. Mutu lingkungan
B. Tdaya dukung lingkungan E. Kelestarian lingkungan
C. bergaul dengan lingkungan
10. Beberapa sikap manusia yang cenderung menguasai lingkungan adalah seperti berkut ini, kecuali....
A. semua keadaan diciptakan untuk kemudahan manusia
B. lingkungan harus menyesuaikan diri dengan kebutuhan manusia
C. produksi dan konsumsi harus berlanjut.
D. manusia harus menjaga dan mengurus lingkungan.
E. alam hanya ada untuk digunakan manusia saja.
Jawaban:
1. E 2. B 3. E 4. E 5. C 6. C 7. E 8. C 9. A 10. D

Kamis, 11 Maret 2010

Materi Persiapan TS IPA Kelas XI SMK PIUS X

EVALUASI KOMPETENSI SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 2009/2010


MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
KELAS/ PROG. KEAHLIAN : II/ SEMUA JURUSAN
HARI/ TANGGAL : _________________________
WAKTU : ________________(90 menit)

A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi silang pada salah satu huruf di lembar jawab!

1. Proses penguraian bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme disebut .........
A. asimilasi D. katabolisme
B. biodegradasi E. anabolisme
C. metabolisme
2. Cara mengidentifikasi polusi air dilakukan dengan berbagai cara, kecuali ….
A. menguji kandungan bahan organik D. mengukur populasi bakteri
B. menguji kecepatan aliran sungai E. mengukur intensitas bau
C. menguji tingkat kekeruhan air
3. Kondisi perairan yang alirannya lambat dan banyak polutan yang terurai sehingga perairan menjadi subur disebut ….
A. autotrof D. Kemoautotrof
B. eutrofikasi E. entrofi
C. heterotrofi
4. Berikut ini adalah dampak pencemaran lingkungan perairan kecuali ….
A. peningkatan suhu air D.bertambahnya oksigen dalam air
B. penurunan oksigen terlarut E. kekeruhan air
C. meningkatnya bahan organik
5. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuangan air limbah, kecuali ….
A. tidak boleh mengotori air tanah dan air permukaan
B. tidak boleh terbuka karena merupakan sarang penyakit
C. tidak boleh menyebabkan bau
D. pembuangan harus terbuka agar air cepat menguap
E. tidak boleh menggenang sembarangan
6. Karbon Monoksida (CO) merupakan polutan udara yang dapat menyebabkan ….
A. gangguan respirasi manusia D. Terbentuk hujan asam
B. peningkatan suhu udara E. Batuk berdarah
C. korosi pada logam
7. Penumpukan limbah berbahaya pada organisme akuatik paling tinggi terdapat pada .....
A. rumput laut D. ikan teri
B. udang E. penyu
C. ikan hiu
8. Di danau atau bendungan yang dipakai untuk keramba kadang-kadang mengalami musibah kematian ikan dalam jumlah besar, hal ini disebabkan....
A. adanya penyebaran racun oleh pencuri D. adanya gas beracun hasil biodegradasi sisa pakan
B. penurunan julmah air E. penaikan suhu air akibat sinar matahari
C. adanya limbah beracun yang memasuki perairan
9. Peningkatan jumlah sinar ultra violet ke bumi dapat membahayakan kesehatan manusia, yaitu ….
A. kanker kulit D. Mutasi genetik
B. kanker paru-paru E. oedema paru-paru
C. iritasi mata
10. Gas berkut ini yang termasuk pencemar primer pada udara adalah ....
A. SO3 D. CO2
B. NO2 E. CO
C. NH3
11. Berikut ini yang bukan dampak dari kejadian pemanasan global adalah ......
A. pencairan salju di kutub D. Penurunan kadar garam di pesisir
B. perubahan iklim global E. pelepasan karbon dalam tanah
C. perubahan siklus hidup flora dan fauna
12. Jumlah sampah yang dihasilkan ditentukan oleh faktor-faktor di bawah ini, kecuali :
A. standar hidup D. cara pengelolaan sampah
B. musim dan waktu E. pengolahan sampah
C. kebiasaan hidup masyarakat
13. Bahan atau sisa pengelolaan yang tidak mudah membusuk dalam penanganan limbah diistilahkan dengan :
A. Garbage D. Dead animal
B. Rubbish E. Industrial waste
C. Ashes
14. Pembakaran sampah secara besar-besaran melalui fasilitas pabrik yang khusus dibangun untuk itu, dinamakan :
A. Inceneration D. Sanitary landfill
B. Composting E. Dumping
C.Landfill
15. Yang dimaksud dengan “Recycling” adalah :
A. Pembuangan sampah di tempat yang rendah
B. Pembakaran sampah yang dilakukan secara perorangan
C. Pengolahan sampah dengan maksud dipakai kembali menjadi barang siap pakai
D. Pembuangan sampah dengan cara menimbun
E. Pengolahan sampah menjadi pupuk
16. Radiasi ultra violet yang paling berbahaya bagi makhluk hidup ditimbulkan oleh .......
A. UV-A D. UV-D
B. UV B E. UV- E
C. UV-C
17. Indikator yang digunakan untuk evaluasi penentuan derajat pengotoran air limbah secara kimiawi, adalah :
A. warna dan endapan D. bakteri E. Coli
B. COD dan bakteri E.Coli E. BOD dan COD
C. BOD dan endapan
18.Senyawa perusak ozon yang paling awet keberadaannya di udara adalah .....
A. Halon 1301 D. CFC-13
B. CFC-11 E. CFC-14
C. CFC-12
19. Pengolahan limbah cair dengan cara memasukkan ke dalam tempat menyerupai sumur disebut :
A. pengenceran D. seepage pit
B. septik tank E. riool
C. cesspool
20. Tindakan yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kerusakan lapisan ozon antara lain.....
A. meningkatkan penggunaan parfum model aerosol
B. meningkatkan penggunaan parfum model roll on
C. mengurangi penggunaan parfum model aerosol
D. mengurangi penggunaan parfum model roll on
E. menggunalkan parfum non alkohol
21. Berikut ini termasuk cara penanganan limbah secara sederhana, kecuali....
A. pengomposan D. pembakaran
B. penumpukan E. sanitary landfill
C. produksi biogas
22. Berikut ini merupakan salah satu syarat untuk menentukan tempat pengumpulan sampah yaitu.....
A. konstruksinya kuat & tidak bocor D. terdapat pintu masuk dan pintu keluar
B. ukurannya tidak terlalu besar E. mudah dibuka dan ditutup
C. mudah diangkat ole satu orang
23. Berikut ini adalah syarat tempat pembuangan sampah, kecuali....
A. lokasi mudah dicapai oleh pejalan kaki D. lokasi jauh dengan pemukiman
B. lokasi jauh dari sumber air E. lokasi jauh dengan kegiatan perekonomian
C. lokasi harus yang bebas banjir
24. Yang bukan termasuk cara pengolahan air limbah secara alami adalah ....
A. kolam anaerob D. kolam fakultatif
B. kolam maturasi E. kolam aerob
C. IPAL
25. Yang bukan termasuk tertiary treatment dalam pengolahan limbah cari adalah ....
A. anaerobic digestion D. Penurunan mineral Fe atau Mn
B. filtrasi E. adsorbsi
C. osmosis bolak-balik
26. Jenis mikrobia yang mampu memecah selulosa paling baik adalah...
A. Methano bacillus D. Methano sarcina
B. Trichoderma E. Methano coccus
C. Methano bacterium
27. Berikut ini adalah jenis mikrobia yang mampu menghasilkan biogas kecuali ...
A. Methano bacillus D. Methano sarcina
B. Trichoderma E. Methano coccus
C. Methano bacterium
28. Gas yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik adalah.....
A. metanol D. metena
B. etanol E. metana
C. etana
29. Bahan kimia yang digunakan untuk proses pulping agar dihasilkan jenis kertas kraf adalah....
A. Kaustik soda & Sodium sulfat D. Kalsium sulfat & Sodium sulfat
B. Kaustik soda & Amonium sulfit E. Sodium sulfat & Asam sulfat
C. Amonium sulfit & Sodium sulfat
30. Pada proses penanganan limbah gas dengan metode lime slurry scrubbing terjadi reaksi kimia sebagai berikut :
A. CaCO3 + SO2 → CaSO3 + CO2 D. Na2SO3 + H2O + SO2 → 2 NaHSO3
B. Ca(OH)2 + SO2 → CaSO3 + H2O E. NaOH + SO2 → Na2SO3 + H2O
C. Mg(OH)2 + SO2 → MgSO3 + H2O

B. Jawablah pertanyaan dengan singkat dan tepat !
1. Jelaskan pengaruh polusi air terhadap kualitas hidup manusia !
2. Berikan contoh penyakit yang timbul karena bakteri patogen akibat polusi air !
3. Bagaimana proses terjadinya hujan asam, dan pemanasan global ?
4. Bagaimana pengaruh oksigen dalam kehidupan di perairan ?
5. Jelaskan tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam penangan limbah padat !
6. Sebutkan indikator-indikator yang dapat mendeteksi adanya pencemaran oleh air limbah !
7. Apa yang kamu ketahui tentang : Sampah organik dan Sampah anorganik ?
8. Sebutkan cara-cara pemusnahan sampah yang benar !
9. Hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses pengomposan sehingga diperoleh kompos yang baik ?
10. Apa yang dimaksud dengan C/N ratio ? jelaskan pengaruhnya terhadap proses pengomposan !

Minggu, 03 Januari 2010

VARIABEL PENELITIAN PENDIDIKAN

1. Pengertian Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (1998), Variabel merupakan segala sesuatu yang dapat diberi berbagai macam nilai. Variabel yang dimaksudkan merupakan penghubung antara contruct yang abstract dengan fenomena yang nyata. Variabel merupakan proxy atau representasi dari construct yang dapat diukur dengan berbagai macam nilai. Nilai variabel tergantung pada construct yang diwakilinya. Nilai variabel dapat berupa angka atau atribut yang menggunakan ukuran atau skala dalam suatu kisaran nilai.
Variabel penelitian pada dasarnya adalah sesuatu hal yang berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya. Secara teoritis, variable didefinisikan sebagai atribut seseorang, atau subyek yang mepunyai “variasi” antara satu orang dengan orang yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain (Hatch dan Farhady, 1981). Jadi dinamakan variable karena ada variasinya (masing-masing dapat berbeda). Contoh: tinggi badan, berat badan, motivasi, sikap, perilaku, kualitas, harga, promosi, dan lain-lain. Jadi variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari atau ditarik kesimpulannya.





2. Macam-macam variabel:
Variabel merupakan unsure yang terpenting di dalam penelitian. Variabel inilah sebagai perwujudan simbolik dari subjek dan objek yang akan diteliti. Berikut adalah macam-macam variable dalam penelitian :
1. Variabel Independen (Pengaruh, Bebas, Stimulus, Prediktor)
Merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).

2. Variabel Dependen (Dipengaruhi, Terikat, Output, Kriteria, Konsekuen)
Merupakan variabel yang dipengaruhi atau akibat, karena adanya variabel bebas.
Contoh: Pengaruh Iklan Terhadap Motivasi Pembelian.
Iklan = Variabel Independen
Motivasi Pembelian = Variabel Dependen.

3. Variabel Moderator
Merupakan variabel yang mepengaruhi (memperkuat atau memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen. Variabel ini sering disebut sebagai variabel independen kedua.
Contoh: Anak adalah variabel yang memperkuat hubungan suami isteri
Pihak ketiga adalah variabel yang memperlemah hubungan suami isteri.




4. Variabel Intervening (Antara)
Merupakan variabel yang menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan namun tidak dapat diamati atau diukur.
Contoh: Hubungan antara Kualitas Pelayanan (Independent) dengan Kepuasan Konsumen (Intervening) dan Loyalitas (Dependen).
5. Variabel Kontrol
Merupakan variabel yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variabel independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh faktor luar yang tidak diteliti.
Contoh: Apakah ada perbedaan antara tenaga penjual (sales force) yang lulus D3 dan S1 maka harus ditetapkan variable control berupa gaji yang sama, peralatan yang sama, iklim kerja yang sama, dan lain-lain. Tanpa adanya variabel kontrol maka sulit ditemukan apakah perbedaan penampilan karyawan karena faktor pendidikan.
==============================================








Tambahan : Tinjauan variabel dari berbagai segi
Variabel dilihat dari Skala Nilainya
Variabel kontinu yaitu variabel yang memiliki kumpulan nilai yang teratur dalam kisaran tertentu. Misal Tinggi-sedang, satu sampai dengan 7
Variabel Kategoris yaitu variabel yang memiliki nilai berdasarkan kaegori tertentu (skala nominal) Contoh: Sikap:Baik-buruk,


Dilihat Dari Perlakuannya
Variabel aktif yaitu variabel-variabel yang dimanipulasi untuk keperluan penelitian eksperimen.
Variabel atribut yaitu variabel yang tidak dapat dimanipulasi untuk keperluan riset, contoh: Intelegensi, sikap,jenis kelamin dsb.












3. Identifikasi Variabel Penelitian
Seperti yang telah diuraikan diatas, bahwa macam variable penelitian berdasakan pada subjek dan objek yang dikaji terbagi atas :
a. Variabel Tergantung: Prokrastinasi Akademik
b. Variabel Bebas: meliputi : (1) kontrol Diri, (2) persepsi remaja terhadap penerapan disiplin otoriter orangtua, (3) persepsi remaja terhadap penerapan disiplin demokratis orangtua dan (4) persepsi remaja terhadap penerapan disiplin
permisif orangtua. Definisi operasional variabel penelitian meliputi :
1. Prokrastinasi akademik, adalah kecenderungan individu dalam merespon tugas sekolah yang dihadapi dengan mengulur-ulur waktu untuk memulai maupun menyelesaikan kinerja secara sengaja untuk melakukan aktivitas lain yang tidak dibutuhkan untuk menyelesaikan tugas, dengan mengacu teori prokrastinasi akademik dari Solomon dan Rothblum (1984). Adapun indikatornya adalah; (1) adanya penundaan dalam memulai menyelesaikan kinerja dalam menghadapi tugas, (2) adanya kelambanan dalam mengerjakan tugas, (3) adanya kesenjangan waktu antara rencana dengan kinerja aktual dalam mengerjakan tugas, (4) adanya kecenderungan untuk melakukan aktivitas lain yang dipandang lebih mendatangkan hiburan dan kesenangan. Tingkat prokrastinasi akademik dilihat dari besarnya skor yang diperoleh dari skala prokrastinasi akademik pada remaja. Semakin tinggi skor total yang diperoleh, semakin tinggi pula kecenderungan prokrastinasi akademiknya. Sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh, menunjukkan semakin rendah pula kecenderungan untuk melakukan prokrastinasi akademik.

2. Kontrol Diri diartikan sebagai kemampuan untuk menyusun, membimbing, mengatur dan mengarahkan bentuk perilaku yang dapat membawa ke arah konsekuensi positif. Kemampuan mengontrol diri pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan skala kemampuan mengontrol diri berdasarkan Averill (dalam Herlina Siwi, 2000). Semakin tinggi skor yang diperoleh subyek, semakin tinggi kemampuan mengontrol dirinya. Sebaliknya semakin rendah skor yang diperoleh subyek, semakin rendah pula kemampuan mengontrol dirinya. 3. Persepsi remaja terhadap penerapan disiplin orangtua, yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pengorganisasian, interpretasi, dan evaluasi mengenai disiplin yang diterapkan oleh orang tua, berdasarkan pedoman tertib pada pelaksanaan tata tertib menurut Djaka (dalam Pudjono, 1986) Pedoman tertib pada pelaksanaan tata tertib keluarga tersebut adalah:
(a) Disiplin dalam hubungannya dengan waktu, misalnya yang berhubungan dengan masalah belajar, tidur, makan, bermain, bepergian, kegiatan sehari-hari lainnya.
(b) Disiplin yang yang ada hubungannya dengan tempat, misalnya yang berhubungan dengan masalah belajar, makan, tidur, meletakkan benda-benda pada tempatnya, dan bermain.

(c) Disiplin yang ada hubungannya dengan kesusilaan, norma-norma masyarakat dan agama, misalnya yang berhubungan dengan masalah pakaian atau cara berpakaian, orang tua, saudara, teman-temannya dan orang lain, cara berbicara dan perbuatan lainnya, cara makan, meninggalkan rumah, pekerjaan dan kebiasaan sehari-hari, dan ibadah. Ada tiga skor yang diperoleh pada persepsi remaja terhadap penerapan disiplin yang diterapkan oleh orangtua, yaitu persepsi remaja terhadap penerapan disiplin otoriter orangtua, persepsi remaja terhadap penerapan disiplin demokratis dan persepsi remaja terhadap penerapan disiplin permisif orangtua

4. Pengukuran Variabel
Pengukuran variabel merupakan tahap awal dari kegiatan pengukuran dalam penelitian. Tujuan pengukuran variabel ini baru pada tahap menjawab pertanyaan "bagaimana cara untuk mengukur variabel tersebut"? Selanjutnya muncul pertanyaan lanjutan; "apa yang diukur" atau "bagaimana cara merubah konsep, dan "apa alat ukurnya".
Mengukur adalah sebuah proses kuantifikasi, karena itu setiap kegiatan pengukuran berkaitan dengan jumlah, dimensi atau taraf dari sesuatu obyek/gejala yang diukur. Hasil dari pengukuran itu biasanya dilambangkan dalam bentuk bilangan. Prosedur pengukuran variabel dimulai dari pembuatan definisi operasional konsep variabel. Kerlinger mengungkapkan, bahwa definisi operasional itu melekatkan arti pada suatu konsep variabel dengan cara menetapkan kegiatan-kegiatan atau tindakan-tindakan yang perlu untuk mengukur suatu konsep variabel itu. Atau dengan ungkapan lain, definisi operasional merupakan spesifikasi kegiatan peneliti dalam mengukur suatu variabel atau memanipulasaikannya. Suatu contoh definisi operasional yang sederhana (kasar) dari konsep ‘inteligensi’ adalah skor yan dicapai pada tes intelegensi X.

Definisi Operasional
Definisi Operasional adalah penentuan construct sehingga menjadi variabel yang dapat diukur. Menjelaskan cara tertentu yang digunakan untuk mengopersionalkan construct sehingga memungkinkan bagi peneliti lain untuk melakukan replikasi pengukuran dengan cara yang sama atau mengembangkan cara pengukuran cosntruct yang lebih baik.

5. Pengertian Indikator
Menurut Wilson (1993), indikator adalah ukuran yang tidak langsung yang didapatkan dari kejadian atau dari kondisi di dalam penelitian. Green (1992) menambahkan memberikan pengertian yang lebih operasional terhadap suatu indikator, dimana indikator adalah variabel yang mengindikasikan atau yang memberi petunjuk suatu keadaan sehingga dapat digunakan untuk mengukur suatu peristiwa atau suatu perubahan.
Pentingnya indikator diantaranya di dalam konteks masalah yang dihadapi atau yang diteliti adalah memungkinkan dimana posisi kita di dalam meneliti. Di dalam hal perencanaan , dengan indikator variabel ini kita dapat mengetahui apa yang akan kita teliti atau arah penelitian yang mana akan kita ambil. Dalam proses input data, data apa saja yang dapat kita ambil dan kita perlukan untuk menunjang penelitian ini. Tujuan yang hendak yang akan dicapai dengan mengetahui manfaatnyapun juga tidak terlepas dari indikator penelitian ini.
Beriikut adalah pentingnya rumusan indicator dalam rangkaian penelitian serta penduan langkah mengenai perumusan indicator penelitian ini.




DAFTAR PUSTAKA
Suharsimi Arikunto, Prof.DR., Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 2002
Lexy J. Moleleing, Dr. M.A., Metodotologi Penelelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 1997
Soewarno, Aplikasi Metode Statistik untuk Analisis Data, Penerbit NOVA, Bandung, 1995
Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah, 2005, Metode Penelitian
Kuantitatif: Teori dan Aplikasi, Jakarta: P.T. Radjagrafindo Persada.
Sugiyono (2008), Metode Penelitian Pendidikan suatu Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Penerbit Tarsito , bandung, 2008.

TEORI HUBUNGAN DALAM PENELITIAN PENDIDIKAN

Pengertian Teori
Menurut Sumadi Suryabrata (1990), Setelah merumuskan masalah, maka langkah berikutnya adalah mencari teori-teori, konsep-konsep dan generalisasi hasil penelitian yang dapat dijadikan sebagai landasan teoritis untuk pelaksanaan penelitian. Landasan teori ini perlu ditegakkan agar penelitian itu mempunyai dasar yang kokoh, dan bukan sekedar perbuatan coba-coba (trial and error). Adanya landasan teori ini merupakan cirri bahwa penelitian ini merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data.
Teori adalah seperangkat konstruk (konsep), definisi dan proposisi yang berfungsi untuk melihat fenomena secara sistematik, melalui spesifikasi hubungan antar variable, sehingga dapat berguna untuk menjelaskan dan meramalkan fenomena. Mark (1963) membedakan adanya 3 macam teori, dan ketiga teori yang dimaksud ini berhubungan dengan data empiris. Dengan demikian dapat dibedakan antara lain :
1. Teori yang deduktif, member keterangan yang dimulai dari suatu perkiraan atau pikiran spekulatif tertentu kea rah data akan diterangkan.
2. Teori yang induktif, adalah cara menerangkan dari data kea rah teori. Dalam bentuk spekulatif titikpandang yang posivistik ini dijumpai pada kaum behaviorist
3. Teori yang fungsional, disini tampak suatu interaksi pengaruh antara data dan perkiraan teoritis, yaitu data mempengaruhi pembentukan teori dan pembentukan teori kembali mempengaruhi data.
Berdasarkan tiga pandangan ini dapatlah disimpulkan bahwa teori dapat dipandang sebagai berikut :
1. Teori menunjukkan pada sekelompok hokum yang tersusun secara logis. Hukum-hukum ini biasanya sifat hubungan yang deduktif. Suatu hokum menunjukkan suatu hubungan antara variable-variabel empiris yang bersifat ajeg dan dapat diramalkan sebelumnya.
2. Suatu teori juga dapat merupakan suatu rangkuman tertulis mengani suatu kelompok hukum yang diperoleh secara empiris dalam suatu bidang tertentu. Disini orang mulai dari data yang diperoleh dan dari data yang diperoleh itu dating suatu konsep yang teoritis (induktif)
3. Suatu teori juga dapat memnunjuk pada suatu cara menerangkan yang menggeneralisasi. Disini biasanya terdapat hubungan yang fungsinal antara data dan pendapat yang teoritis.

Berdasarkan uraian tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, teori adalah konseptualisasi yang umum. Konseptualisasi atau system pengertian ini diperoleh melalui, jalan yang sistematis. Suatu teori dapat diuji kebenaranya, bila tidak dia bukan teori.
Teori adalah alur logika atau penalaran, yang merupakan seperangkat konsep, definisi, dan proporsi yang disusun secara sistematis. Secara umum teori mempunyai tiga fungsi, yaitu untuk menjelaskan, meramalkan, dan pengendalian. Menurut Hoy dan Miskel (2001) mengemukakan bahwa : 1/ teori itu berkenaan dengan konsep, asumsi, dan generalisasi yang logis. 2/ berfungsi untuk mengungkapkan, menjelaskan dan memprediksi perilaku yang memiliki keteraturan, 3/ sebagai stimulant dan panduan untuk mengembangkan pengetahuan.
Selanjutnya Hoy dan Miskel (2001) mengemukakan bahwa komponen teori itu meliputi konsep dan asumsi. Konsep merupakan istilah yang bersifat abstrak dan bermakna generalisasi. Contoh konsep dalam administrasi adalah leadership (kepemimpinan), satisfaction (kepuasan), dan informal organization. Sedangkan asumsi merupakan pernyataan diterima kebenarannya tanpa pembuktian. Berikut ini diberikan contoh asumsi dalam bidang administrasi pendidikan:
a. Adminstrasi merupakan generalisasi tentang perilaku semua manusia dalm organiasasi
b. Adminstrasi merupakan proses pengarahan dan pengendalian kehidupan dalam organisasi social.
Setiap teori mengalami perkembangan, dan perkembangan itu terjadi apabila teori sudah tidak relevan dan kurang berfungsi ladi untuk mengatasi masalah.

Tingkatan dan Fokus Teori
Numan (2003) mengemukakan tingkatn teori (level of teory) menjadi tiga yaitu : micro, messo, dan macro. Micro level theory : small slices of time, space, or a number of people. The concept are usually not very abstract. Messo level theory : attempts to links macro and micro levels or operate at an intermediate level. Contoh teori organisasi dan gerakan social, ataukomunitas tertentu. Macro level theoru : concerns the operation of larger aggregates such as social institutions, entire culture systems, and whole societies. It uses more concept thar are abstract.
Selanjutnya focus teori dibedakan menjadi tiga yaitu : teori subtantif, teori formal, dan middle range theory. Subtantive theory is developed for a specific area of social concern, such as delinquent gangs, strikes, diforce , or ras relation. Formal theory is developed for a broad conceptual area in general theory, such as deviance : socialization or power. Midle range theory are slightly more abstract than empirical generalization or specific hypothese. Midle range theories can be formal or substantive. Midle range theory is principally used in sociology to guide empirical inquiry.
Teori yang digunakan untuk perumusan hipotesis yang akan diuji melalui pengumpulan data adalah teori subtantif, karena teori ini lebih focus berlaku untuk objek yang akan diteliti.

Kegunaan Teori dalam Penelitian
Cooper dan Schindler (2003), menyatakan bahwa kegunaan teori dalam penelitian adalah :
1. Theory narrows the range of fact we need to study
2. Theory suggest which research approaches are likely to yield the greatest meaning.
3. Theory suggest a system for research to impose on data in order to classify them in the most meaningful way
4. Theory summaries what is known about object of study and states the uniformities that be beyond immediate observation
5. Theory can used to predict further fact that should be found

William Wiersma (1986) menjelaskan bahwa penelitian bersifat ilmiah, oleh karena itu semua peneliti harus berbekal teori. Dalam peneltian kuantitatif, teori yang digunakan harus lebih jelas, karena teori disini akan berfungsi untuk memperjelas masalah yang diteliti, sebagai dasar untuk merumuskan hodpotesis dan sebagai referensi untuk menyusun instrument penelitian. Oleh karena itu landasan teori dalam proposal penelitian kuantitatif harus sudah jelas teori apa yang akan dipakai.
Pohon teori-teori sangat luas dan dapat disusun ke dalam pohon teori pendidikan seperti yang ditunjukkan di bawah ini. Akar ilmu pendidikan dikembangkan dari ilmu-ilmuj tingkah laku, biologi, fisiologi, psikologi, sosiologi, antropologi, dan ekonomi. Selain itu juga dikembangkan dari pengalaman empiris praktek pendidikan sekolah dan luar sekolah. Cita-cita hidup, agama, hokum, konstitusi, sejarah dan adat istiadat juga digunakan sebagai dasar untuk mengembangkan ilmu pendidikan.
Teori-teori pendidikan dapat dibagi menjadi teori umum pendidikan dan teori khusus pendidikan. Teori umum pendidikan dapat dibagi menjadi filsafat-filsafat pendidikan dan ausland pedagogic (studi pendidikan luar negeri). Filsafat-filsafat pendidikan dapat dibagi menjadi filsafat ilmu pendidikan dan filsafat praktek pendidikan. Filsafat praktek pendidikan dapat dibagi menadi social pendidikan, filsafat proses pendidikan. Filsafat proses pendidikan dapat dibagi manjadi filsafat pendidikan klasik dan filsafat pendidikan modern.


Gambar 1: Pohon teori pendidikan
Selanjutnya Redjo Mudyahardjo (2002) mengemukakan bahwa teori pendidikan adalan sebuah system konsep yang terpadu, emnerangkan dan prediktif tentang peristiwa-peristiwa pendidikan. Sebuah teori ada yang berperan sebagai asumsi atau titik tolak pemikiran pendidikan, dan ada pula yang berperan sebagai definisi atau keterangan yang menyatakan makna. Asumsi pokok pendidikan adalah :
1. Pendidikan adalah actual, artinya pendidikan bermula dari kondisi-kondisi actual dari individu yang belajar dan lingkungan belajaranya
2. Pendidikan adalah normative, artinya pendidikan tertuju pada mencapai hal-hal yang baik atau norma-norma yang baik.
3. Pendidikan adalah suatu proses pencapaian tujuan, artinya pendidikan berupa serangkaian kegiatan yang bermula dari kondisi-kondisi aktul dari individu yang belajar, tertuju pada pencapaian individu yang diharapkan.

Dalam kaitannya dengan kegiatan peneltiain, maka fungsi teori yang pertama digunakan untuk memperjelas dan mempertajam ruang lingkup, atau konstruk variable yang akan diteliti. Fungsi teori yang kedua adalah (prediksi dan pemandu untuk menemukan fakta) adalah untuk merumuskan hipotesa dan menyusun instrument penelitian, karena pada dasarnya hipotesa itu merupakan pernyataan yang bersifat prediktif. Selanjutnya fungsi teori yang ke 3 adalah digunakan untuk mencandra dan membahas hasil penelitian, sehingga selanjutnya digunakan untuk memberikan saran dalam upya pemecahan masalah.

DAFTAR PUSTAKA
Suharsimi Arikunto, Prof.DR., Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Penerbit Rineka Cipta, Jakarta, 2002
Lexy J. Moleleing, Dr. M.A., Metodotologi Penelelitian Kualitatif, PT Remaja Rosdakarya, Bandung, 1997
Soewarno, Aplikasi Metode Statistik untuk Analisis Data, Penerbit NOVA, Bandung, 1995
Bambang Prasetyo dan Lina Miftahul Jannah, 2005, Metode Penelitian
Kuantitatif: Teori dan Aplikasi, Jakarta: P.T. Radjagrafindo Persada.
Sugiyono (2008), Metode Penelitian Pendidikan suatu Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, Penerbit Tarsito , bandung, 2008.

Minggu, 13 Desember 2009

ILMU PENGETAHUAN ALAM DALAM KAJIAN FILSAFAT

ABSTRAKSI

Bagi para pendidik atau guru mempelajari filsafat itu akan besar sekali manfaatnya. Seorang guru dituntut memiliki wawasan yang luas mengenai profesinya. Ia harus mengetahui hakekat pendidikan dan hekekat tujuan pendidikan. Dasar-dasar pendidikan dan tehnik-tehnik penyampaian materi pelajaran sehingga mudah menjadi milik anak. Berpikir secara filsafat bagi guru terasa sangat penting dalam menghadapi ilmu dan tehnologi yang semakin maju seperti sekarang ini. Ia akan dengan mudah menghadapi kepesatan kemajuan ilmu dan teknologi. Selain itu ia akan selalu berpikir kreatif, bersikap terbuka terhadap pembaharuan sehingga dia tidak ketinggalan jaman
Filsafat pendidikan merupakan aplikasi filsafat dalam pendidikan (Kneller, 1971). Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan tidak hanya menyangkut pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi masalah-masalah yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun faktafakta pendidikan, dan tidak memungkinkan dapat dijangkau oleh sains pendidikan. Seorang guru, baik sebagai pribadi maupun sebagai pelaksana pendidikan, perlu mengetahui filsafat pendidikan. Seorang guru perlu memahami dan tidak boleh buta terhadap filsafat pendidikan, karena tujuan pendidikan senantiasa berhubungan langsung dengan tujuan hidup dan kehidupan individu maupun masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan
Filsafat pendidikan harus mampu memberikan pedoman kepada para pendidik (guru). Hal tersebut akan mewarnai sikap perilakunya dalam mengelola proses belajar mengajar (PBM). Selain itu pemahaman filsafat pendidikan akan menjauhkan mereka dari perbuatan meraba-raba, mencoba-coba tanpa rencana dalam menyelesaikan masalahmasalah pendidikan.
Pengetahuan alam adalah studi besaran, struktur, ruang, relasi, perubahan, dan beraneka topik pola, bentuk, dan entitas. Para sciencetis mencari pola dan dimensi-dimensi kuantitatif lainnya, berkenaan dengan bilangan, ruang, ilmu pengetahuan alam, komputer, abstraksi imajiner, atau entitas-entitas lainnya. Dalam pandangan formalis, matematika dan pengetahuan alam adalah pemeriksaan aksioma yang menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika; pandangan lain tergambar dalam filsafat matematika dan ilmu pengetahuan. Para ilmuan merumuskan konjektur dan kebenaran baru melalui deduksi yang menyeluruh dari beberapa aksioma dan definisi yang dipilih dan saling bersesuaian.







BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Pengertian Filsafat
Secara epistimologi, filsafat berasal dari bahasa Yunani Philosophia, dan terdiri dari kata Philos yang berarti kesukaan atau kecintaan terhadap sesuatu, dan kata Sophia yang berarti kebijaksanaan. Secara harafiah, filsafat diartikan sebagai suatu kecintaan terhadap kebijaksanaan (kecenderungan untuk menyenangi kebijaksanaan). Namun pertanyaan kita selanjutnya adalah bagaimana kita mendefinisi filsafat itu sendiri? Hamersma (1981: 10) mengatakan bahwa filsafat merupakan pengetahuan metodis, sistematis, dan koheren tentang seluruh kenyataan Jadi, dari definisi ini nampak bahwa kajian filsafat itu sendiri adalah realitas hidup manusia yang dijelaskan secara ilmiah guna memperoleh pemaknaan menuju “hakikat kebenaran”.
Sebenarnya, pengertian tentang filsafat cukup beragam. Titus et.al (dalam Muntasyir&Munir, 2002: 3) memberikan klasifikasi pengertian tentang filsafat, sebagai berikut :
Filsafat adalah sekumpulan sikap dan kepercayaan terhadap kehidupan dan alam yang biasanya diterima secara tidak kritis (arti informal).
Filsafat adalah suatu proses kritik atau pemikiran terhadap kepercayaan dan sikap yang sangat kita junjung tinggi (arti formal).
Filsafat adalah usaha untuk mendapatkan gambaran keseluruhan. Artinya filsafat berusaha untuk mengombinasikan hasil bermacam-macam sains dan pengalaman kemanusiaan sehingga menjadi pandangan yang konsisten tentang alam (arti spekulatif)
Filsafat adalah analisis logis dari bahasa serta penjelasan tentang arti kata dan konsep. Corak filsafat yang demikian ini dinamakan juga logosentris.
Filsafat adalah sekumpulan problema yang langsung, yang mendapat perhatian dari manusia dan yang dicarikan jawabannya oleh ahli-ahli filsafat.

1.2. Ciri-Ciri Berpikir Dalam Filsafat
Dalam memahami suatu permasalahan, ada perbedaan tentang karakteristik dalam berfikir antara filsafat dengan ilmu-ilmu lain. Mudhofir dalam Muntasyir&Munir (2002: 4-5) mengatakan bahwa ciri-ciri berfikir kefilsafatan sebagai berikut :
Radikal, artinya berpikir sampai ke akar-akarnya, hingga sampai pada hakikat atau substansi yang dipikirkan.
Universal, artinya pemikiran filsafat menyangkut pengalaman umum manusia. Kekhususan berpikir kefilsafatan menurut Jespers terletak pada aspek keumumannya.
Konseptual, artinya merupakan hasil generalisasi dan abstraksi pengalaman manusia. Misalnya : Apakah Kebebasan itu ?
Koheren atau konsisten (runtut). Koheren artinya sesuai dengan kaidah-kaidah berpikir logis. Konsisten artinya tidak mengandung kontradiksi.
Sistematik, artinya pendapat yang merupakan uraian kefilsafatan itu harus saling berhubungan secara teratur dan terkandung adanya maksud atau tujuan tertentu.
Komprehensif, artinya mencakup atau menyeluruh. Berpikir secara kefilsafatan merupakan usaha untuk menjelaskan alam semesta secara keseluruhan.
Bebas, artinya sampai batas-batas yang luas, pemikiran filsafati boleh dikatakan merupakan hasil pemikiran yang bebas, yakni bebas dari prasangka-prasangka sosial, historis, kultural, bahkan relijius.
Bertanggungjawab, artinya seseorang yang berfilsafat adalah orang-orang yang berpikir sekaligus bertanggungjawab terhadap hasil pemikirannya, paling tidak terhadap hati nuraninya sendiri.

1.3. Bidang dalam Filsafat
Secara umum, bidang-bidang utama filsafat terbagi menjadi 3 bagian, yaitu metafisika, epistimologi dan aksiologi. Secara ringkas ketiga bidang tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :
Metafisika. Metafisika berasal dari bahasa Yunani, yaitu meta ta physika yang berarti segala sesuatu yang berada di balik hal-hal yang sifatnya fisik. Metafisika sendiri dapat diartikan sebagai cabang filsafat yang paling utama, yang membicarakan mengenai keberadaan (being) dan eksistensi (existence). Oleh karena itu, metafisika lebih mempelajari sesuatu atau pemikiran tentang sifat yang terdalam (ultimate nature) dari kenyataan atau keberadaan. Menurut Wolff, metafisika dapat diklasifikasikan ke dalam 2 kategori, yaitu :
Metafisika Umum (Ontologi), yaitu metafisika yang membicarakan tentang “Ada” (Being).
Metafisika Khusus, yaitu metafisika yang membicarakan sesuatu yang sifatnya khusus. Dalam metafisika khusus ini, Wolff membagi ke dalam 3 (tiga) kategori :
Psikologi, yang membahas mengenai hakekat manusia
Kosmologi, yang membahas mengenai alam semesta
Theologi, yang membahas mengenai
Epistimologi. Epistimologi berasal dari kata Episteme yang berarti pengetahuan (knowledge) dan logos yang berarti teori. Oleh karena itu, epistimologi berarti teori pengetahuan. Permasalahan-permasalahan yang menjadi fokus pembicaraan epistimologi adalah asal-usul pengetahuan, peran pengalaman dan akal dalam pengetahuan, hubungan antara pengetahuan dan kebenaran, dan sebagainya. Dalam epistimologi, pengetahuan merupakan suatu aktivitas yang dilakukan untuk mendapatkan kebenaran.
Aksiologi. Aksiologi berasal dari kata axios yang berarti nilai atau sesuatu yang berharga, dan logos yang berarti akal atau teori. Oleh karena itu, aksiologi dapat diartikan sebagai teori mengenai sesuatu yang bernilai. Dalam cabang ini, salah satu yang paling mendapatkan perhatian adalah masalah etika/kesusilaan. Dalam etika, obyek materialnya adalah perilaku manusia yang dilakukan secara sadar. Sedangkan obyek formalnya adalah pengertian mengenai baik atau buruk, bermoral atau tidak bermoral dari suatu perilaku manusia.

1.4. Definisi filsafat Ilmu
Menurut Beerling (1985; 1-2) filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperolehnya. Dengan kata lain filsafat ilmu sesungguhnya merupakan suatu penyelidikan lanjutan. Dia merupakan suatu bentuk pemikiran secara mendalam yang bersifat lanjutan atau secondary reflexion. Refleksi sekunder seperti itu merupakan syarat mutlak untuk menentang bahaya yang menjurus kepada keadaan cerai berai serta pertumbuhan yang tidak seimbang dari ilmu-ilmu yang ada. Refelksi sekunder banyak memberi sumbangan dalam usaha memberi tekanan perhatian pada metodikaserta sistem dan untuk berusaha memperoleh pemahaman mengenai azas-azas, latar belakang serta hubungan-hubungan yang dipunyai kegiatan ilmiah. Sumbangan tersebut bisa berbentuk (1) mengarahkan metode-metode penyelidikan ilmiah kejuruan kepada penyelenggaaraan kegiatan ilmiah; (2) menerapkan penyelidikan kefilsafatan terhadap terhadap kegiatan-kegiatan ilmiah. Dalam hal ini mempertanyakan kembali secara de-jure mengenai landasan-landasan serta azas-azas yang memungkinkan ilmu itu memberi pembenaran pada dirinya serta apa yang dianggapnya benar.
Filsafat ilmu adalah refleksi yang mengakar terhadap prinsip-prinsip ilmu. Prinsip ilmu adalah sebab fundamental dan kebenaran universal yang lengket didalam ilmu yang pada akhirnya memberi jawaban terhadap keberadaan ilmu. Dengan mengetahui seluk-beluk prinsip ilmu itu maka dapat diungkapkan perspektif-perspektif ilmu, kemungkinan-kemungkinan perkembangannya, keterjalinan antar ilmu, ciri penanganan secara ilmiah, simplifikasi dan artifisialitas ilmu dan sebagainya yang vital bagi penggarapan ilmu itu sendiri (Suriasumantri, 1986; 301-302). Filsafat ilmu pengetahuan membahas sebab musabab pengetahuan dan menggali tentang kebenaran, kepastian, dan tahap-tahapnya, objektivitas, abstraksi, intuisi, dan juga pertanyaan mengenai “dari mana asalnya dan kemana arah pengetahuan itu?” (Verhaak & Haryono, 1989; 12-13).
Perbedaan filsafat ilmu dengan filsafat atau ilmu-ilmu lain seperti sejarah ilmu, psikologi, sosiologi, dan sebagainya terletak apada masalah yang hendak dipecahkan dan metode yang akan digunakan. Filsafat ilmu tidak berhenti pada pertanyaan mengenai bagaimana pertumbuhan serta cara penyelenggaraan ilmu dalam kenyatannya, melainkan mempermasalahkan masalah metodologik, yakni mengenai azas-azas serta alasan apakah yang menyebabkan ilmu dapat menyatakan bahwa ia memperoleh pengetahuan ilmiah (Beerling, 1985; 2). Pertanyaan seperti itu tidak dapat dijawab oleh ilmu itu sendiri tetapi membutuhkan analisa kefilsafatan mengenai tujuan serta cara kerja ilmu. Pertalian antara filsafat dan ilmu harus terjelma dalam filsafat ilmu. Kedudukan filsafat iilmu dalam lingkungan fisafat secara keseluruhan adalah pertama, bahwa filsafat ilmu berhubungan erat dengan filsafat ilmupengetahuan (epistemologi); kedua, filsafat ilmu erat hubungannya dengan logika dan metodologi, dan dalam hal ini kadang-kadang filsafat ilmu dijumbuhkan denganmetodologi (Beerling, 1985; 4). Hubungan antara filsafat dengan ilmu pengetahuan lebih erat dalam bidang ilmu pengetahuan manusia. Ilmu-ilmu manusia seringkali lebih jelas masih mempunyai filsafat ilmu tersembunyi (Bertens, 1987; 21 dan Katsoff, 1986; 105-106).






















BAB II
HAKIKAT ILMU PENGETAHUAN DARI PERSPEKTIF FILSAFAT

2.1. Hubungan Filsafat dengan Ilmu Pengetahuan.
Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan metodis, sistematis, dan koheren (“bertalian”) tentang suatu bidang tertentu dari kenyataan. Antara definisi filsafat dan ilmu pengetahuan memang hampir mirip namun kalau kita menyimak bahwa di dalam definisi ilmu pengetahuan lebih menyoroti kenyataan tertentu yang menjadi kompetensi bidang ilmu pengetahuan masing-masing, sedangkan filsafat lebih merefleksikan kenyataan secara umum yang belum dibicarakan di dalam ilmu pengetahuan (Muntasyir&Munir,2000: 10). Walaupun demikian, ilmu pengetahuan tetap berasal dari filsafat sebagai induk dari semua ilmu pengetahuan yang berdasarkan kekaguman atau keheranan yang mendorong rasa ingin tahu untuk menyelidikinya, kesangsian, dan kesadaran akan keterbatasan. Wibisono (1997: x) pada Artikel kunci “Gagasan Strategik Tentang Kultur Keilmuan Pada Pendidikan Tinggi”, yang mengambil pendapat H.J. Pos, beliau menandaskan bahwa abad ke-19 dan 20, dan bahkan sampai sekarang, diidentifikasi sebagai suatu abad yang ditandai oleh dominasinya peran ilmu pengetahuan dalam kehidupan umat manusia.
Dominasi ilmu pengetahuan dalam kehidupan manusia memang tidak dapat dipungkiri. Betapa tidak, dominasi ini paling kurang membawa pengaruh dan manfaat bagi manusia, atau justru berpengaruh negatif dan membawa malapetaka. Seperti yang diungkapkan oleh Ridwan Ahmad Syukri (1997: 18-19), ilmu yang berorientasi pada kepentingan pragmatis, orientasi duniawi, atau mengesampingkan yang transenden, akan membawa malapetaka bagi kemanusiaan pada umumnya. Ilmu dinilai bukan karena dirinya sendiri, tetapi nilai ilmu pengetahuan berada dalam kesanggupannya membuat kehidupan lebih bernilai dan memberikan kebahagiaan, demi kebutuhan untuk mempertahankan dan mengembangkan kehidupan manusia, maka bentuk ilmu itu memberikan kemanfaatan.
Selanjutnya, dalam bukunya yang berjudul Epistemologi Dasar, J. Sudarminta mengatakan bahwa ciri-ciri hakiki pengetahuan manusia yaitu:
kepastian mutlak tentang kebenaran segala pengetahuan kita memang tidak mungkin, sebab manusia adalah makhluk contingent dan fallible. Tetapi ini tidak berarti bahwa semua pengetahuan manusia pantas dan perlu dipergunakan kebenarannya. Maka, skeptisisme mutlak pantas ditolak.
subjek berperan aktif dalam kegiatan mengetahui dan tidak hanya bersifat pasif menerima serta melaporkan objek apa adanya. Tetapi ini tidak berarti bahwa pengetahuan manusia melulu bersifat subjektif. Maka, subjektivisme radikal juga pantas disangkal.
pengetahuan manusia memang bersifat relasional dan kontekstual, tetapi itu tidak berarti bahwa objektivitas dan universalitas pengetahuan menjadi tidak mungkin. Menurut Sudarminta (2002: 60) pelbagai bentuk relativisme ilmu pengetahuan, walaupun punya sumbangan yang berharga, merupakan suatu pandangan tentang pengetahuan yang tidak bisa diterima.

2.2. DASAR-DASAR ILMU PENGETAHUAN
Aristoteles mengawali metafisikanya dengan pernyataan “setiap manusia dari kodratnya ingin tahu”. Tetapi jauh sebelum Aristoteles, Socrates mengatakan hal yang nampaknnya bertentangan dengan ungkapan Aristoteles tersebut, yaitu bahwa tidak ada seorang manusia pun yang mempunyai pengetahuan (Hadi, 1994: 13). Kontradiktif ini tidak perlu diperdebatkan. Sebab menurut Plato bahwa filsafat dimulai dengan rasa kagum. Kekaguman filosofis ini bukanlah kekaguman akan hal-hal yang rumit, canggih atau kompleks, tetapi justru kekaguman akan sesuatu yang sederhana yang tampaknya jelas dalam pengalaman sehari-hari. Hadi (1994: 14-15) menyatakan kekaguman dalam hal ini adalah mempertanyakan hal-hal yang ada dihadakan kita, yang dalam anggapan umum dianggap telah diketahui. Oleh karena itu seseorang harus tahu apa yang dicarinya dan berusaha untuk menemukan apa yang dicari tersebut, demikian menurut Plato.
Pengetahuan filosofis ingin menarik diri dari apa yang dianggap sebagai kejelasan umum untuk kembali ke dalam sesuatu yang eksistensial dalam keadaan aslinya. Karenanya, seorang filsuf tidak ada henti-hentinya bertanya. Pernyataan Socrates dan Aristoteles terkesan bertentangan, padahal sebenarnya tidak. Menurut Aristoteles, semua orang dari kodratnya ingin tahu, dan langkah pertama untuk mencapai pengetahuan itu adalah kesadaran socrates bahwa tidak ada seorang pun yang sudah tahu. Untuk mencapai pengetahuan, Bernard Paduska&R. Turman Sirait ( 1997: 5), seseorang harus sadar bahwa ia “belum tahu” dan karena itu ia “ingin tahu”. Dalam redaksi berbeda, namun dapat disetir menjadi satu makna, bahwa menurut filsafat eksistensialisme anda adalah anda karena anda menghendaki demikian.
Dengan uraian di atas, kita dapat melihat adanya dua macam bentuk pengetahuan, yaitu pengetahuan harian atau penggetahuan biasa (common sense) dan pengetahuan ilmiah. Dalam filsafat, pengetahuan biasa sering dianggap sebagai pengetahuan inderawi, sedangkan pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan berdasarkan akal budi (intelektif). Korelasi pengetahuan indrawi dan pengetahuan intelektif membentuk dasar dalam perkembangan ilmu pengetahuan secara global. Sejarahnya telah terukir, betapa dua konsep dasar ini menjadi cikal-bakal yang meletakkan dasar konsep ilmiah. Keilmuan yang ilmiah dapat lahir dari pengamatan yang mendalam tentang semua objek, tetapi juga dasar ilmiah dapat dibangun dari perenungan yang jernih dan mendalam, terukur dan dapat dianalisa, sistematis serta dapat dipelajari, itulah sebagian konsep ilmiah. Socrates adalah tokoh yang sangat diperhitungkan, meskipun ia tidak secara langsung bicara tentang kebenaran ilmiah. Ketika itu Socrates berhadapan dengan kaum sofis. Filsafat Socrates bahkan sering disebut sebagai reaksi terhadap kaum sofis. Bagi Socrates, kebenaran objektif itu ada, dan bukan hal yang berbau teoritis tapi hidup praktis. Menurutnya, tidak sembarang tingkah laku disebut baik, ada kelakuan yang baik dan ada kelakuan yang kurang baik; ada tindakan yang pantas dan ada tindakan yang jelek. Dengan ini socrates meletakkan dasar berkembangnya gagasan tentang adanya kebenaran, kemudian dilanjutkan dengan oleh Plato. Bagi Plato kebenaran adalah sesuatu yang terdapat pada apa yang dikenal, atau pada apa yang dikejar untuk dikenal . Hal ini sesuai dengan ajaran Plato mengenai idea-idea, bahwa realitas yang sesungguhnya berada didalam dunia idea sedangkan realitas inderawi hanyalah bayang-bayang (Bertens K, 1991: 110-111). Menurut Wibisono dalam makalahnya mengatakan, Sejalan dengan perkembangan filsafat, ilmu pengetahuan pun berkembang dengan pesatnya. Dalam perjalanan selanjutnya, terdapat fenomena adanya suatu konfigurasi yang menunjukkan tentang bagaimana “pohon ilmu pengetahuan” itu telah tumbuh mekar-bercabang secara subur. Masing-masing cabang melepaskan diri dari batang-filsafatnya, berkembang mandiri dan masing-masing mengikuti metodologinya sendiri-sendiri.
Berkaitan dengan ilmu-ilmu, pengetahuan yang dicari dan diperoleh sering disebut dengan istilah pengetahuan ilmiah. Menurut Bahm ( 1980: 1) ada lima unsur pokok dalam suatu pengetahuan yang disebut ilmiah yaitu masalah, sikap, metode, aktivitas, kesimpulan dan pengaruh tertentu. Aristoteles menguraikan sistem berpikir ilmiah yang dikenal dengan logika. Menurut Aristoteles terdapat sepuluh kategori yang berkaitan dengan pengertian, yaitu substanti, kuantitas, kualitas, relasi, tempat, waktu, keadaan, mempunyai, berbuat, dan menderita.
Pengetahuan ilmiah merupakan pengetahuan yang sudah dipertanggung-jawabkan secara ilmiah atau diperoleh dengan metode ilmiah. Sebaliknya, pengetahuan sehari-hari yang tidak atau belum dipertanggungjawabkan secara ilmiah disebut pengetahuan pra-ilmiah (Lorens, 1996: 806). Salah satu ciri pengetahuan ilmiah adalah adanya anggapan bahwa pengetahuan ilmiah itu berlaku ilmiah. Mengeni apakah sesuatu dapat atau tidak disebut ilmiah tidak tergantung pada faktor-faktor subjektif. Bisa saja orang berbeda pendapat tentang dasar pembenaran suatu teori, tetapi hal tersebut hanya menunjukkan bahwa faktor-faktor objektif yang bersangkut paut dengan persoalan tadi tidak atau masih dapat membuahkan hasil yang tidak bermakna ganda (ambiguitas). Adanya saling pengaruh antara sifat dan kadar pengetahuan ilmiah dengan sarana-sarana untuk mencapainya mengakibatkan pergeseran-pergeseran, pengertian “ilmiah” sepanjang sejarah. Namun demikian perkembangan ilmu secara mandiri harus dapat dipertahankan. Menurut Beerling,dkk (1996: 6-7) secara spesifik ada tiga macam pengenalan dari pengetahuan yang disebut ilmiah. (1) pengetahuan ilmiah adalah pengetahuan yang mempunyai dasar pembenaran. Setiap pengetahuan ilmiah harus punya dasar pembenaran berdasarkan pemahaman-pemahaman yang dapat dibenarkan secara apriori serta secara empiris melalui penyelidikan ilmiah yang memadai. (2) pengetahuan ilmiah bersifat sistematis. Penyelidikan ilmiah tidak membatasi diri hanya pada satu bahan saja, tapi senantiasa mencari hubungan dengan sejumlah bahan lainnya dan berusaha agar hubungan-hubungan itu merupakan suatu kebulatan. (3) pengetahuan ilmiah itu adalah bersifat inter-subjektif. Kepastian pengetahuan ilmiah tidak didasarkan atas intuisi-intuisi serta pemahaman orang perorangan yang subjektif, melainkan dijamin oleh sistemnya sendiri. Pengetahuan ilmiah haruslah sedemikian rupa sehingga dalam setiap bagiannya dan dalam bagian yang menyeluruh dapat ditanggapi oleh subjek-subjek lain. Terhadap hasil penyelidikan dimungklinkan ada kesepakatan yang bersifat inter-subjektif.
Di samping apa yang sudah diuraikan di atas, menurut Sudarminta (2002: 32-44) perlu ditambahkan juga bahwa dasar-dasar pengetahuan itu tidak lepas dari peran pengalaman, ingatan, kesaksian, minat dan rasa ingin tahu, pikiran dan penalaran, logika, bahasa, dan kebutuhan hidup manusia .
2.3. CARA MENCAPAI KEBENARAN
Dalam sejarah kehidupan, manusia selalu berusaha untuk mencari kebenaran. Dan sepanjang sejarah itu pula perdebatan mengenai arti dan cara mencapai kebenaran diperdebatkan.
a. Zaman Yunani Kuno
Diawali oleh Socrates ( ± 469-399) sebagai tokoh yang patut disebut mengawali pembicaraan mengenai kebenaran. Meskipun tidak secara langsung berbicara mengenai kebenaran ilmiah tetapi ia tidak menyetujui relativitas yang terdapat pada kaum sophis. Menurutnya terdapat kebenaran objektif, ada kelakuan yang baik dan ada kelakuan yang tidak baik; ada tidakan yang pantas dan ada yang tidak pantas. Socrates telah meletakkan dasar bagi berkembangnya gagasan tentang adanya kebenaran (Bertens, 1991; 86). Pendapat Socrates dilanjutkan oleh Plato (427-322 SM). Menurut Plato kebenaran merupakan ketak-tersembunyian adanya. Hal ini berarti selama kita masih terikat pada yang ada (the being) saja tanpa masuk adanya dari yang ada itu kita belum berjumpa dengan kebenaran karena adanya (being) itu masih tersembunyi. Barulah dengan hilangnya atau diambilnya selubung yang menutup adanya dari yang ada itu terhadap mata batin kita, maka terbukalah adanya dan serentak dengan itu tampillah kebenaran (Verhaak & Haryono, 1991; 126).
Aristoteles (384-322) lebih melihat kebenaran dari cara yang dipakai pengenal melalui suatu sistem berfikir ilmiah yang dikenal dengan logika. Berkaitan dengan ini dia mengemukakan bahwa cara berfikir ilmiah itu terdiri dari pengertian, petimbangan, dan penalaran. Menurutnya, pengertian mengungkapkan adanya 10 kategori yaitu substansi, kuantitas, kualitas, relasi, tempat, waktu, keadaan, mempunyai, berbuat, menderita. Segala pengertian dapat digabungkan sehingga membentuk suatu pertimbangan. Dengan petimbangan tersebut dapat digabungkan sehingga menghasilkan silogisme (Hadiwiyono, 1980; 45-47).

b. Zaman Abad Pertengahan
Tokoh yang patut disebut ddalam abad pertengahan ini adalah Thomas Aquinas (1224-1274). Thomas Aquinas mendefinisikan kebenaran sebagai “adequatio rei et intellectus” yaitu kesesuaian, kesamaan pikiran dengan hal, benda. Oleh karena itu kebenaran merupakan istilah transendental yang mengena kepada semua yang ada; dalam arti tertentu kebenaran bukanlah suatu pernyataan tentang cara hal-hal berada tetapi melulu hal-hal itu sendiri (Bagus, 1996; 415).
Menurut Wibisono (1999) pada zaman abad pertengahan ini kita tidak bisa melupakan para filsuf Arab seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, Ibnu Rusyd dan Al-Ghazaly. Mereka telah menyebarkan filsafat Aristoteles ke Cordova Spanyol dan kemudian diwariskan serta dikembangkan oleh para kaum Patristik dan Skolastik di dunia barat sehingga tepat apabila dikatakan jika orang-orang Yunani adalah Bapak Metode Ilmiah dan orang Muslim adalah Bapak angkatnya.





c. Zaman Modern
Pada zaman modern ini diwarnai dengan timbulnya aliran-aliran tentang perolehan ilmu pengetahuan atau kebenaran ilmiah. Diantaranya adalah Rasionalisme, Empirisme dan Kritisisme. Tiga tokoh besar yang mewakili ketiga aliran tersebut adalah Rene Descartes, David Hume, dan Immanuel Kant.
· Rasionalisme
Aliran rasionalisme ini secara luas merupakan pendekatan filosofis yang menekankan adanya akal budi atau rasio sebagai sumber utama pengetahuan, mendahului atau unggul atas, dan bebas (terlepas) dari pengamatan inderawi (Hadiwiyono, 1980, 2; 18). Peletak dasar dari aliran ini adalah Rene Descarte (1596-1650). Menurut Descartes, cara untuk membedakan ada tidaknya kebenaran adalah ada tidaknya ide yang jelas dan terpilah-pilah mengenai sesuatu (idea clara et distincta). Akibat pernyataan itu lebih lanjut adalah isi ide yang jelas dan terpilah-pilah itu menjadi benar sehingga kebenaran disamakan dengan idea tersebut. Idea itu pertama-tama terdapat dalam subjek pengetahuan, maka kebenaran-pun demikian, tanpa ada hubungan dengan dunia luar, maka kebenaran hanya sebagai suatu kesimpulan dari adanya kebenaran dalam idea tersebut. Terwujudnya kebenaran ditegaskan sebagai suatu kenyataan (Hadiwiyono, 1980; 18).





· Empirisme
David Hume – sebagai tokoh peletak dasar bagi empirisme – menolak rasionalisme mengatakan bahwa pengenalan sejati berasal dari rasio. Sanggahan Hume ini secara konsekuen terdapat dalam penjelasannya tentang tidak adanya substansi dalam kesadaran kita. Baginya kesatuan ciri-ciri yang disebut substansi oleh rasionalisme hanyalah fiksi, sekumpulan kesan-kesan (a bundle of collection of perception), substansi hanyalah sekumpulan persepsi saja. Menurutnya hakekat ide-ide itu selalu empiris (Yumartana, 1993; 21).
Aliran empirisme secara umum merupakan aliran filsafat yang berpendapat bahwa empiri atau pengalamanlah yang menjadi satu0satunya sumber pengetahuan baik pengalaman lahiriyah atau batiniyah. Informasi yang disajikan kepada kita berguna secara fundamental sebagai ilmu pengetahuan. Akal budi tidak dapat memberikan kepada kita pengetahuan tentang realitas tanpa acuan pada pengalaman inderawi dan penggunaan panca indera kita (Bagus, 1996; 31-38)
· Kritisisme
Immanul Kant adalah peletak dasar dari aliran kritisisme. Dalam arti luas, kritisisme merupakan sebuah epistemologi yang menempatkan akal budi sebagai nilai yang amat tinggi tetapi akal budi memiliki keterbatasan. Oleh karena itu Kant mencoba mendamikana rasionalisme dengan empirisme dengan berpendapat bahwa pengetahuan bersifat sintesis. Pengetahuan inderawi atau empirisme merupakan sintesis dari pengamatan ruang dan waktu. Kemudian pengetahuan akal merupakan sintesis pengetahuan. Implikasinya yang dihasilkan bukanlah pengetahuan das ding an sich, untuk itu rasio dan akal budi memberi arah kepada akal ketika tidak mampu mengetahuinya. Kant menyebutnya sebagai idealisme transdental atau idealiseme kritis (Hadiwiyono, 1980, 2; 63-82).

2.4. Ilmu Pengetahuan dalam Filsafat Modern
2.4.1. Positivisme
Abad ke-19 dapat dikatakan sebagai abad positivisme – dengan tokohnya Auguste Comte (1798-1857) -, karena pengaruh aliran ini demikian kuatnya dalam dunia modern. Filsafat menjadi praktis bagi tingkah laku manusia sehingga tidak lagi memandang penting berfikir yang bersifat abstrak (Wibisono, 1996;1).
Positivisme kata kuncinya terletak pada kata positif itu sendiri yaitu lawan dari kahayal, merupakan sesuatu yang riil dan objek penyelidikannya didasarkan pada kemampuan akal (Wibisono, 1996; 37). Kata positif juga lawan dari sesuatu yang tidak bermanfaat dan disinilah terjadi progress (kemajuan). Positif juga berarti jelas dan tepat. Disinilah diperlukan filsafat yang mampu memberi atau mebeberkan fenomena dengan tepat dan jelas. Positif juga lawan dari kata negatif dan ada keterkaitan selalu dengan masalah yang menuju kepada penataan atau penertiban.
Penggilongan ilmu pengetahuan oleh Comte didasarkan kepada sejarah ilmu itu sendiri yang menunjuk adanya gejala yang umum yang mempunyai sifat sederhana menuju kepada gejala yang komplek dan semakin konkret. Ilmu-ilmu yang dimaksud adalah ilmu pasti (matematika) dan secara berturut-turut astronomi, fisika, kimia, biologi, dan akhirnya fisika sosial atau sosiologi (Wibisono, 1996; 25). Penggolongan tersbut menyaratkan adanya perkembangan ilmu yang lambat dan cepat. Yang paling cepat perkembangannya adalah yang sederhana dan umum objeknya. Dan ada yang paling lambat perkembangannya adalah yang paling kompleks objek permasalahannya, misalnya fisika sosial.
Sejarah manusia berkembang menurut tiga tahap yaitu tahap teologi atau fiktif, tahap metafisik atau abstrak, dan tahap positif atau riil (Wibisono, 1996; 11). Tahap teologi atau fiktif merupakan tahap dimana manusia menggambarkan fenomena alam sebagai produk dari tindakan langsung, hal yang berifat supranatural. Pada tahap ini manusia mencari dan menemukan sebab yang pertama dan tujuan akhir segala sesuatu yang ada dengan selalu mengkontekstualisasikan dengan hal yang sifatnya mutlak.
Tahap metafisik merupakan tahap dimana kekuatan-kekuatan supranatural digantikan oleh kekuatan yang bersifat abstrak, yang dipercaya mampu mengungkapkan rahasia fenomena yang dapat diamati. Dogma-dogma telah ditingglakan dan kemampuan akal budi manusia dikembangkan secara maksimal sehingga kekuatan yang bersifat magis digantikan dengan analisis berfikir untuk membedakan yang natural dan supranatural, yang fisik dan metafisik sehingga manusia berperan sebagai subjek yang berjaraak dengan objek. Comte menggambarkan sebagai tahap perkembangan manusia dari sifat ketergantungan menuju sifat mandiri atau dewasa. Tahap ini merupakan masa peralihan yang penuh konflik dan merupakan tahap yang menentukan menuju tahap positivisme. Tahap ketiga adalah postivisme yaitu orang mulai menoleh, mencari sebab-sebab terakhir dari kejadian alam, kemudian berubah kepada penemuan hukum-hukum yang menyelimuti dengan menggunakan pengamatan dan pemikiran. Tahap ini merupakan tahap science dengan tugas pokok memprediksi fenomena alam dalam rangka memanfaatkannya. Manusia telah sampai pada pengetahuan yang positif yang dapat dicapai melalui observasi, eksperimen, komparasi dan hukum-hukum umum. Pengetahuan yang demikian menunjuk pada pengetahuan yang pasti, riil, jelas dan bermanfaat.
Comte dengan ilmu pengetahuan positifnya, yang pada tahap akhir perkembangan akal budi manusia menjadi pedoman hidup dan landasan kultural, institusional dan kenegaraan untuk menuju masyarakat yang maju dan tertib, merdeka dan sejahtera. Bangunan ilmu pengetahuan positif itu adalah sebagai berikut.
Asumsi pertama, ilmu pengetahuan harus bersifat objektif (bebas nilai dan netral). Objektivitas pengetahuan berlangsung dari dua pihak, pihak subjek dan objek. Pada pihak subjek seorang ilmuwan tidak boleh membiarkan dirinya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang berasal dari dalam dirinya sendiri misalnya sentimen, penilaian etnis, kepentingan pribadi atau kelompok, kepercayaan agama, filsafat dan lain sebagainya yang bisa mempengaruhi objektivitas dari objek yang sedang diamati. Pada pihak objek, aspek-aspek dan dimensi-dimensi lain yang tidak bisa diukur dalam onservasi misalnya roh atau jiwa, tidak dapat ditolerir keberadannya. Laporan atau teori-teori ilmiah hanya menjelaskan fakta-fakta dan kejadian-kejadian yang dapat diobservasi saja. Asumsi kedua, ilmu pengetahuan hanya berurusan dengan hal-hal yang berulangkali terjadi. Andaikata ilmu pengetahuan hanya diarahkan kepada hal-hal unik, yang hanya sekali saja terjadi, maka pengetahuan itu tidak dapat membantu kita untuk meramalkan atau emamstikan hal-hal yang akan terjadi. Padhal rmalan atau prediksi merupakan suatu tujuan terpenting ilmu pengetahuan.
Asumsi ketiga, ilmu pengetahuan menyoroti setiap fenomena atau kejadian alam dari saling ketergantungan antar hubungannya dengan fenomena-fenomena lain. Mereka diandaikan saling berhubungan satu sama lain dan membentuk suatu sistem yang bersifat mekanis. Perhatian ilmuwan bukan diarahkan kepada hakekat dari gejal-gejala melainkan pada relasi-relasi luar khususnya relasi sebab akibat, antara benda-benda, gejala-gejala atau kejadian-kejadian.
Usaha Comte untuk merumuskan suatu ilmu pengetahuan yang bersifat positif, objektif, ilmiah, dan universal pada akhirnya membawa dirinya pada ilmu pasti, dan studinya yang mendalam tentang hal ini mendorong dia pada kesimpulan bahwa ilmu pasti mempunyai tingkat kebenaran yang tertinggi, bebas dari penilaian-penilaian subjektuf dan berlaku universal. Oleh sebab itu suatu penjelasan tentang fenomena tanpa disertai dengan pertimbangan ilmu pasti (matematika dan statistika) adalah non-sense belaka. Tanpa ilmu pasti ilmu pengetahuan akan kembali menjadi metafisika (Abidin, 2000; 121-124).
Ontologi adalah cabang filsafat yang membicarakan tentang yang ada. Dalam kaitan dengan ilmu, landasan ontologi mempertanyakan tentang objek yang ditelaah oleh ilmu, bagaimana wujud hakikinya, serta bagaimana hubungannya dengan daya tangkap manusia yang berupa berpikir, merasa, dan meng-indera yang membuahkan pengetahuan. Objek telaah Ontologi tersebut adalah yang tidak terlihat pada satu perwujudan tertentu, yang membahas tentang yang ada secara universal, yaitu berusaha mencari inti yang dimuat setiap kenyataan yang meliputi segala realitas dalam semua bentuknya. Adanya segala sesuatu merupakan suatu segi dari kenyataan yang mengatasi semua perbedaan antara benda-benda dan makhluk hidup, antara jenis-jenis dan individu-individu.
Dari pembahasannya memunculkan beberapa pandangan yang dikelompokkan dalam beberapa aliran berpikir, yaitu:1. Materialisme;Aliran yang mengatakan bahwa hakikat dari segala sesuatu yang ada itu adalah materi. Sesuatu yang ada (yaitu materi) hanya mungkin lahir dari yang ada.2. Idealisme (Spiritualisme);Aliran ini menjawab kelemahan dari materialisme, yang mengatakan bahwa hakikat pengada itu justru rohani (spiritual). Rohani adalah dunia ide yang lebih hakiki dibanding materi.3. Dualisme;Aliran ini ingin mempersatukan antara materi dan ide, yang berpendapat bahwa hakikat pengada (kenyataan) dalam alam semesta ini terdiri dari dua sumber tersebut, yaitu materi dan rohani.4. Agnotisisme.Aliran ini merupakan pendapat para filsuf yang mengambil sikap skeptis, yaitu ragu atas setiap jawaban yang mungkin benar dan mungkin pula tidak.






2.4.2. Epistemologi
Objek telaah epistemologi adalah mempertanyakan bagaimana sesuatu itu datang dan bagaimana mengetahuinya, bagaimana membedakan dengan yang lain. Jadi berkenaan dengan situasi dan kondisi ruang serta waktu tentang sesuatu hal. Landasan epistemologi adalah proses apa yang memungkinkan mendapatkan pengetahuan logika, etika, estetika, bagaimana cara dan prosedur memperoleh kebenaran ilmiah, kebaikan moral dan keindahan seni, serta apa definisinya. Epistemologi moral menelaah evaluasi epistemik tentang keputusan moral dan teori-teori moral. Dalam epistemologi muncul beberapa aliran berpikir, yaitu:1. Empirisme;Yang berarti pengalaman (empeiria), dimana pengetahuan manusia diperoleh dari pengalaman inderawi.2. Rasionalisme;Tanpa menolak besarnya manfaat pengalaman indera dalam kehidupan manusia, namun persepsi inderawi hanya digunakan untuk merangsang kerja akal. Jadi akal berada diatas pengalaman inderawi dan menekankan pada metode deduktif.3. Positivisme;Merupakan sistesis dari empirisme dan rasionalisme. Dengan mengambil titik tolak dari empirisme, namun harus dipertajam dengan eksperimen, yang mampu secara objektif menentukan validitas dan reliabilitas pengetahuan.4. Intuisionisme.Intuisi tidak sama dengan perasaan, namun merupakan hasil evolusi pemahaman yang tinggi yang hanya dimiliki manusia. Kemampuan ini yang dapat memahami kebenaran yang utuh, yang tetap dan unik.
2.4.3. Aksiologi
Aksiologi adalah filsafat nilai. Aspek nilai ini ada kaitannya dengan kategori: (1) baik dan buruk; serta (2) indah dan jelek. Kategori nilai yang pertama di bawah kajian filsafat tingkah laku atau disebut etika, sedang kategori kedua merupakan objek kajian filsafat keindahan atau estetika.1. Etika
Etika disebut juga filsafat moral (moral philosophy), yang berasal dari kata ethos (Yunani) yang berarti watak. Moral berasal dari kata mos atau mores (Latin) yang artinya kebiasaan. Dalam bahasa Indonesia istilah moral atau etika diartikan kesusilaan. Objek material etika adalah tingkah laku atau perbuatan manusia, sedang objek formal etika adalah kebaikan atau keburukan, bermoral atau tidak bermoral.
Moralitas manusia adalah objek kajian etika yang telah berusia sangat lama. Sejak masyarakat manusia terbentuk, persoalan perilaku yang sesuai dengan moralitas telah menjadi bahasan. Berkaitan dengan hal itu, kemudian muncul dua teori yang menjelaskan bagaimana suatu perilaku itu dapat diukur secara etis. Teori yang dimaksud adalah Deontologis dan Teologis.
a. Deontologis.
Teori Deontologis diilhami oleh pemikiran Immanuel Kant, yang terkesan kaku, konservatif dan melestarikan status quo, yaitu menyatakan bahwa baik buruknya suatu perilaku dinilai dari sudut tindakan itu sendiri, dan bukan akibatnya. Suatu perilaku baik apabila perilaku itu sesuai norma-norma yang ada.


b. Teologis
Teori Teologis lebih menekankan pada unsur hasil. Suatu perilaku baik jika buah dari perilaku itu lebih banyak untung daripada ruginya, dimana untung dan rugi ini dilihat dari indikator kepentingan manusia. Teori ini memunculkan dua pandangan, yaitu egoisme dan utilitarianisme (utilisme). Tokoh yang mengajarkan adalah Jeremy Bentham (1742 – 1832), yang kemudian diperbaiki oleh john Stuart Mill (1806 – 1873).
2. Estetika
Estetika disebut juga dengan filsafat keindahan (philosophy of beauty), yang berasal dari kata aisthetika atau aisthesis (Yunani) yang artinya hal-hal yang dapat dicerap dengan indera atau cerapan indera. Estetika membahas hal yang berkaitan dengan refleksi kritis terhadap nilai-nilai atas sesuatu yang disebut indak atau tidak indah.
Dalam perjalanan filsafat dari era Yunani kuno hingga sekarang muncul persoalan tentang estetika, yaitu: pertanyaan apa keindahan itu, keindahan yang bersifat objektif dan subjektif, ukuran keindahan, peranan keindahan dalam kehidupan manusia dan hubungan keindahan dengan kebenaran. Sehingga dari pertanyaan itu menjadi polemik menarik terutama jika dikaitkan dengan agama dan nilai-nilai kesusilaan, kepatutan, dan hukum.




BAB III
FILSAFAT PENDIDIKAN

3.1. Pengertian Filsafat Pendidikan
Merupakan terapan dari filsafat umum, maka selama membahas filsafat pendidikan akan berangkat dari filsafat. Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai. Dalam filsafat terdapat berbagai mazhab/aliran-aliran, seperti materialisme, idealisme, realisme, pragmatisme, dan lain-lain. Karena filsafat pendidikan merupakan terapan dari filsafat, sedangkan filsafat beraneka ragam alirannya, maka dalam filsafat pendidikan pun kita akan temukan berbagai aliran, sekurang-kurnagnya sebanyak aliran filsafat itu sendiri. Brubacher (1950) mengelompokkan filsafat pendidikan pada dua kelompok besar, yaitua. Filsafat pendidikan “progresif” Didukung oleh filsafat pragmatisme dari John Dewey, dan romantik naturalisme dari Roousseau
b. Filsafat pendidikan “ Konservatif”. Didasari oleh filsafat idealisme, realisme humanisme (humanisme rasional), dan supernaturalisme atau realisme religius. Filsafat-filsafat tersebut melahirkan filsafat pendidikan esensialisme, perenialisme,dan sebagainya.




3.2. Aliran-aliran dalam filsafat Pendidikan
3.2.1. Filsafat Pendidikan Idealisme
Filsafat Idealisme memandang bahwa realitas akhir adalah roh, bukan materi, bukan fisik. Pengetahuan Syang diperoleh melaui panca indera adalah tidak pasti dan tidak lengkap. Aliran ini memandang nilai adalah tetap dan tidak berubah, seperti apa yang dikatakan baik, benar, cantik, buruk secara fundamental tidak berubah dari generasi ke generasi. Tokoh-tokoh dalam aliran ini adalah: Plato, Elea dan Hegel, Emanuael Kant, David Hume, Al Ghazali3.2.2. Filsafat Pendidikan Realisme
Filsafat Pendidikan Realisme merupakan filsafat yang memandang realitas secara dualitis. Realisme berpendapat bahwa hakekat realitas ialah terdiri atas dunia fisik dan dunia ruhani. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian, yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan di pihak lainnya adalah adanya realita di luar manusia, yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia. Beberapa tokoh yang beraliran realisme: Aristoteles, Johan Amos Comenius, Wiliam Mc Gucken, Francis Bacon, John Locke, Galileo, David Hume, John Stuart Mill.
3.2.3. Filsafat Pendidikan Materialisme
Filsafat Pendidikan Materialisme berpandangan bahwa hakikat realisme adalah materi, bukan rohani, spiritual atau supernatural. Beberapa tokoh yang beraliran materialisme: Demokritos, Ludwig Feurbach

3.2.4. Filsafat Pendidikan Pragmatisme
Filsafat Pendidikan Pragmatisme dipandang sebagai filsafat Amerika asli. Namun sebenarnya berpangkal pada filsafat empirisme Inggris, yang berpendapat bahwa manusia dapat mengetahui apa yang manusia alami. Beberapa tokoh yang menganut filsafat ini adalah: Charles sandre Peirce, wiliam James, John Dewey, Heracleitos.3.2.5. Filsafat Pendidikan Eksistensialisme
Filsafat Pendidikan Eksistensialisme memfokuskan pada pengalaman-pengalaman individu. Secara umum, eksistensialisme menekankn pilihan kreatif, subjektifitas pengalaman manusia dan tindakan kongkrit dari keberadaan manusia atas setiap skema rasional untuk hakekat manusia atau realitas. Beberapa tokoh dalam aliran ini: Jean Paul Satre, Soren Kierkegaard, Martin Buber, Martin Heidegger, Karl Jasper, Gabril Marcel, Paul Tillich3.2.6. Filsafat Pendidikan Progresivisme
Filsafat Pendidikan Progresivisme bukan merupakan bangunan filsafat atau aliran filsafat yang berdiri sendiri, melainkan merupakan suatu gerakan dan perkumpulan yang didirikan pada tahun 1918. Aliran ini berpendapat bahwa pengetahuan yang benar pada masa kini mungkin tidak benar di masa mendatang. Pendidikan harus terpusat pada anak bukannya memfokuskan pada guru atau bidang muatan. Beberapa tokoh dalam aliran ini : George Axtelle, william O. Stanley, Ernest Bayley, Lawrence B.Thomas, Frederick C. Neff

3.2.7. Filsafat Pendidikan esensialisme Esensialisme
Filsafat Pendidikan Esensialisme adalah suatu filsafat pendidikan konservatif yang pada mulanya dirumuskan sebagai suatu kritik pada trend-trend progresif di sekolah-sekolah. Mereka berpendapat bahwa pergerakan progresif telah merusak standar-standar intelektual dan moral di antara kaum muda. Beberapa tokoh dalam aliran ini: william C. Bagley, Thomas Briggs, Frederick Breed dan Isac L. Kandell.
3.2.8. Filsafat Pendidikan Perenialisme
Merupakan suatu aliran dalam pendidikan yang lahir pada abad kedua puluh. Perenialisme lahir sebagai suatu reaksi terhadap pendidikan progresif. Mereka menentang pandangan progresivisme yang menekankan perubahan dan sesuatu yang baru. Perenialisme memandang situasi dunia dewasa ini penuh kekacauan, ketidakpastian, dan ketidakteraturan, terutama dalam kehidupan moral, intelektual dan sosio kultual. Oleh karena itu perlu ada usaha untuk mengamankan ketidakberesan tersebut, yaitu dengan jalan menggunakan kembali nilai-nilai atau prinsip-prinsip umum yang telah menjadi pandangan hidup yang kukuh, kuat dan teruji. Beberapa tokoh pendukung gagasan ini adalah: Robert Maynard Hutchins dan ortimer Adler.3.2.9. Filsafat Pendidikan rekonstruksionisme
merupakan kelanjutan dari gerakan progresivisme. Gerakan ini lahir didasarkan atas suatu anggapan bahwa kaum progresif hanya memikirkan dan melibatkan diri dengan masalah-masalah masyarakat yang ada sekarang. Rekonstruksionisme dipelopori oleh George Count dan Harold Rugg pada tahun 1930, ingin membangun masyarakat baru, masyarakat yang pantas dan adil. Beberapa tokoh dalam aliran ini:Caroline Pratt, George Count, Harold Rugg. 3.3. Fenomena ”Hidup Lebih Maju”
Setiap orang, pasti menginginkan hidup bahagia. Salah satu diantaranya yakni hidup lebih baik dari sebelumnya atau bisa disebut hidup lebih maju. Hidup maju tersebut didukung atau dapat diwujudkan melalui pendidikan. Dikaitkan dengan penjelasaan diatas, menurut pendapat saya filsafat pendidikan yang sesuai atau mengarah pada terwujudnya kehidupan yang maju yakni filsafat yang konservatif yang didukung oleh sebuah idealisme, rasionalisme(kenyataan). Itu dikarenakan filsafat pendidikan mengarah pada hasil pemikiran manusia mengenai realitas, pengetahuan, dan nilai seperti yang telah disebutkan diatas.
Jadi, aliran filsafat yang pas dan sesuai dengan pendidikan yang mengarah pada kehidupan yang maju menurut pikiran saya yakni filsafat pendidikan progresivisme (berfokus pada siswanya). Tapi akan lebih baik lagi bila semua filsafat diatas bisa saling melengkapi.





BAB IV
Hubungan Filsafat Ilmu Dengan Ilmu Pengetahuan Alam

4.1. Jembatan antara IPA dengan Filsafat
Frank (dalam Soeparmo, 1984), dengan mengambil sebuah rantai sebagai perbandingan, menjelaskan bahwa fungsi filsafat ilmu pengetahuan alam adalah mengembangkan pengertian tentang strategi dan taktik ilmu pengetahuan alam. Rantai tersebut sebelum tahun 1600, menghubungkan filsafat disatu pangkal dan ilmu pengetahuan alam di ujung lain secara berkesinambungan. Sesudah tahun 1600, rantai itu putus. Ilmu pengetahuan alam memisahkan diri dari filsafat. Ilmu pengetahuan alam menempuh jalan praktis dalam menurunkan hukum-hukumnya. Menurut Frank, fungsi filsafat ilmu pengetahuan alam adalah menjembatani putusnya rantai tersebut dan menunjukkan bagaimana seseorang beranjak dari pandangan common sense (pra-pengetahuan) ke prinsip-prinsip umum ilmu pengetahuan alam.
Filsafat ilmu pengetahuan alam bertanggung jawab untuk membentuk kesatuan pandangan dunia yang di dalamnya ilmu pengetahuan alam, filsafat dan kemanusian mempunyai hubungan erat. Sastrapratedja (1997), mengemukakan bahwa ilmu-ilmu alam secara fundamental dan struktural diarahkan pada produksi pengetahuan teknis dan yang dapat digunakan. Ilmu pengetahuan alam merupakan bentuk refleksif (relefxion form) dari proses belajar yang ada dalam struktur tindakan instrumentasi, yaitu tindakan yang ditujukan untuk mengendalikan kondisi eksternal manusia. Ilmu pengetahuan alam terkait dengan kepentingan dalam meramal (memprediksi) dan mengendalikan proses alam.

4.2. Ilmu Pengetahuan sebagai penjabaran pemikiran positifisme
Positivisme menyamakan rasionalitas dengan rasionalitas teknis dan ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan alam. Menurut Van Melsen (1985), ciri khas pertama yang menandai ilmu alam ialah bahwa ilmu itu melukiskan kenyataan menurut aspek-aspek yang mengizinkan registrasi inderawi yang langsung. Hal kedua yang penting mengenai registrasi ini adalah bahwa dalam keadaan ilmu alam sekarang ini registrasi itu tidak menyangkut pengamatan terhadap benda-benda dan gejala-gejala alamiah, sebagaimana spontan disajikan kepada kita. Yang diregistrasi dalam eksperimen adalah cara benda-benda bereaksi atas “campur tangan” eksperimental kita. Eksperimentasi yang aktif itu memungkinkan suatu analisis jauh lebih teliti terhadap banyak faktor yang dalam pengamatan konkrit selalu terdapat bersama-sama. Tanpa pengamatan eksperimental kita tidak akan tahu menahu tentang elektron-elektron dan bagian-bagian elementer lainnya. Ilmu pengetahuan alam mulai berdiri sendiri sejak abad ke 17. Kemudian pada tahun 1853, Auguste Comte mengadakan penggolongan ilmu pengetahuan. Pada dasarnya penggolongan ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh Auguste Comte (dalam Koento Wibisono, 1996), sejalan dengan sejarah ilmu pengetahuan itu sendiri, yang menunjukkan bahwa gejala-gejala dalam ilmu pengetahuan yang paling umum akan tampil terlebih dahulu. Dengan mempelajari gejala-gejala yang paling sederhana dan paling umum secara lebih tenang dan rasional, kita akan memperoleh landasan baru bagi ilmu-ilmu pengetahuan yang saling berkaitan untuk dapat berkembang secara lebih cepat.
Dalam penggolongan ilmu pengetahuan tersebut, dimulai dari Matematika, Astronomi, Fisika, Ilmu Kimia, Biologi dan Sosilogi. Ilmu Kimia diurutkan dalam urutan keempat. Penggolongan tersebut didasarkan pada urutan tata jenjang, asas ketergantungan dan ukuran kesederhanaan. Dalam urutan itu, setiap ilmu yang terdahulu adalah lebih tua sejarahnya, secara logis lebih sederhana dan lebih luas penerapannya daripada setiap ilmu yang dibelakangnya (The Liang Gie, 1999). Pada pengelompokkan tersebut, meskipun tidak dijelaskan induk dari setiap ilmu tetapi dalam kenyataannya sekarang bahwa fisika, kimia dan biologi adalah bagian dari kelompok ilmu pengetahuan alam.Ilmu kimia adalah suatu ilmu yang mempelajari perubahan materi serta energi yang menyertai perubahan materi.
Menurut ensiklopedi ilmu (dalam The Liang Gie, 1999), ilmu kimia dapat digolongkan ke dalam beberapa sub-sub ilmu yakni: kimia an organik, kimia organik, kimia analitis, kimia fisik serta kimia nuklir.Selanjutnya Auguste Comte (dalam Koento Wibisono, 1996) memberi efinisi tentang ilmu kimia sebagai “… that it relates to the law of the phenomena of composition and decomposition, which result from the molecular and specific mutual action of different subtances, natural or artificial” ( arti harafiahnya kira-kira adalah ilmu yang berhubungan dengan hukum gejala komposisi dan dekomposisi dari zat-zat yang terjadi secara alami maupun sintetik). Untuk itu pendekatan yang dipergunakan dalam ilmu kimia tidak saja melalui pengamatan (observasi) dan percobaan (eksperimen), melainkan juga dengan perbandingan (komparasi). Jika melihat dari sejarah perkembangan ilmu pengetahuan alam, pada mulanya orang tetap mempertahankan penggunaan nama/istilah filsafat alam bagi ilmu pengetahuan alam. Hal ini dapat dilihat dari judul karya utama dari pelopor ahli kimia yaitu John Dalton: New Princiles of Chemical Philosophy. Berdasarkan hal tersebut maka sangatlah beralasan bahwa ilmu pengetahuan alam tidak terlepas dari hubungan dengan ilmu induknya yaitu filsafat. Untuk itu diharapkan uraian ini dapat memberikan dasar bagi para ilmuan IPA dalam merenungkan kembali sejarah perkembangan ilmu alam dan dalam pengembangan ilmu IPA selanjutnya.

















KESIMPULAN

1. Kita sangat perlu mempelajari teori pendidikan karena yang kita hadapi adalah manusia.
2. Bagi para pendidik atau guru mempelajari filsafat itu akan besar sekali manfaatnya. Seorang guru dituntut memiliki wawasan yang luas mengenai profesinya. Ia harus mengetahui hakekat pendidikan dan hekekat tujuan pendidikan. Dasar-dasar pendidikan dan tehnik-tehnik penyampaian materi pelajaran sehingga mudah menjadi milik anak
3. Masalah filsafat bukanlah sesuatu yang problematic (tidak terlalu dipermasalahkan) sebab setiap perbuatan atau tindakan kita merupakan pencerminan dari filsafat hidup kita masing-masing
4. Berfilsafat adalah berpikir, tetapi tidak semua tindakan berpikir merupakan berfilsafat. Berpikir yang filosofis adalah berpikir yang memiliki sifat-sifat :
- Berfilsafat adalah berpikir dengan menggunakan disiplin berpikir yang tinggi.
- Berfilsafat adalah berpikir secara sistematis.
- Berfilsafat adalah menyusun suatu skema konsepsi
- Filsafat itu memiliki daya cukup yang menyeluruh
5. Filsafat ilmu adalah penyelidikan tentang ciri-ciri pengetahuan ilmiah dan cara-cara untuk memperolehnya. Filsafat ilmu merupakan suatu bentuk pemikiran secara mendalam yang bersifat lanjutan atau secondary reflexion. Refleksi sekunder seperti itu merupakan syarat mutlak untuk menentang bahaya yang menjurus kepada keadaan cerai berai serta pertumbuhan yang tidak seimbang dari ilmu-ilmu yang ada. Tetapi juga Filsafat ilmu pengetahuan membahas sebab musabab pengetahuan dan menggali tentang kebenaran, kepastian, dan tahap-tahapnya, objektivitas, abstraksi, intuisi, dan juga pertanyaan mengenai “dari mana asalnya dan kemana arah pengetahuan itu?”
6. Antara definisi filsafat dan ilmu pengetahuan memang hampir mirip namun kalau kita menyimak bahwa di dalam definisi ilmu pengetahuan lebih menyoroti kenyataan tertentu yang menjadi kompetensi bidang ilmu pengetahuan masing-masing, sedangkan filsafat lebih merefleksikan kenyataan secara umum yang belum dibicarakan di dalam ilmu pengetahuan
7. Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai.
8. Mamfaat mempelajari teori pendidikan :a. Untuk memberi arah serta tujuan yang akan dicapai.b. Untuk memperkecil kesalahan dalam praktek.c. Berfungsi sebagai tolak ukur.
9. Konsepsi dasar tentang pendidikan :a. Bahwa pendidikan berlangsung seumur hidup.b. Bahwa tanggung jawab pendidikan merupakan tanggung jawab bersama.c. Pendidikan merupakan suatu keharusan.
10. Ilmu pengetahuan alam merupakan bentuk refleksif (relefxion form) dari proses belajar yang ada dalam struktur tindakan instrumentasi, yaitu tindakan yang ditujukan untuk mengendalikan kondisi eksternal manusia
11. Positivisme menyamakan rasionalitas dengan rasionalitas teknis dan ilmu pengetahuan dengan ilmu pengetahuan alam. Dan kaitannya dengan Ilmu pengetahuan alam adalah ilmu itu melukiskan kenyataan menurut aspek-aspek yang mengizinkan registrasi inderawi yang langsung. Hal kedua yang penting mengenai registrasi ini adalah bahwa dalam keadaan ilmu alam sekarang ini registrasi itu tidak menyangkut pengamatan terhadap benda-benda dan gejala-gejala alamiah
12. Berdasarkan hal tersebut maka sangatlah beralasan bahwa ilmu pengetahuan alam tidak terlepas dari hubungan dengan ilmu induknya yaitu filsafat











DAFTAR PUSTAKA
Kneller, George F. 1971. Introduction to the Philosophy of Education. John Willey Sons Inc, New York.

Sadulloh, U. 2003. Pengantar Filsafat Pendidikan. CV Alfabeta, Bandung.

Sindhunata. 2000. Menggagas Paradigma Baru Pendidikan. Kanisius, Yogyakarta

Soedijarto. 1993. Menuju Pendidikan Nasional yang Relevan dan Bermutu. Balai Pustaka, Jakarta.

Zamroni. 2000. Paradigma Pendidikan Masa Depan. PT Bayu Indra Grafika, Yogyakarta.

Bahm,Archie, J., 1980., “What Is Science”, Reprinted from my Axiology; The Science Of Values;44-49, World Books, Albuquerqe, New Mexico, p.1,11.

Bertens, K., 1987., “Panorama Filsafat Modern”,Gramedia Jakarta, p.14, 16, 20-21, 26.

Koento Wibisono S. dkk., 1997., “FilsafatIlmu Sebagai Dasar Pengembangan Ilmu Pengetahuan”, Intan Pariwara,Klaten, p.6-7, 9, 16, 35, 79.

Koento Wibisono S., 1984., “Filsafat Ilmu Pengetahuan DanAktualitasnya Dalam Upaya Pencapaian Perdamaian Dunia Yang Kita Cita-Citakan”,Fakultas Pasca Sarjana UGM Yogyakarta p.3, 14-16.

____________________.,1996., “Arti Perkembangan Menurut Filsafat Positivisme Auguste Comte”,Cet.Ke-2, Gadjah Mada University Press Yogyakarta, p.8, 24-26, 40.

____________________.,1999., “Ilmu Pengetahuan Sebuah Sketsa Umum Mengenai Kelahiran DanPerkembangannya Sebagai Penakalah, Ditjen Dikti Depdikbud – Fakultas Filsafat UGM Yogyakarta, p.1.

Nuchelmans,G., 1982., “Berfikir Secara Kefilsafatan: Bab X, Filsafat Ilmu Pengetahuan Alam,Dialihbahasakan Oleh Soejono Soemargono”, Fakultas Filsafat – PPPT UGMYogyakarta p.6-7.

Sastrapratedja,M., 1997., “Beberapa Aspek Perkembangan Ilmu Pengetahuan”, Makalah, Disampaikan Pada Internship Filsafat Ilmu Pengetahuan,UGM Yogyakarta 2-8 Januari 1997, p.2-3.
Soeparmo,A.H., 1984., “Struktur Keilmuwan Dan Teori Ilmu Pengetahuan Alam”, PenerbitAirlangga University Press, Surabaya, p.2, 11.

TheLiang Gie., 1999., Pengantar Filsafat Ilmu”, Cet. Ke-4, Penerbit LibertyYogyakarta, p.29, 31, 37, 61, 68, 85, 93, 159, 161.

REFERENSI:
Makalah dengan judul “ Penerapan Metode Belajar Aktif Sebagai Upaya Membantu Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas 6” tahun 2007 oleh Siti Djuwiriyah.Modul dengan judul “ Karakteristik Matematika dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Matematika” tahun 2004 oleh Sumardyono, S.Pd

Modul Kuliah Filsafat Pendidikan, Prof Imam Barnadib, Ph.D, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, Yogyakarta, 2009