Kamis, 09 Juli 2009

Adakah Harapan di Sekolah katolik?

“Nanti putra-putri dari Bapak Ibu mau disekolahkan mana ya..?”, suatu pertanyaan yang selalu ada dalam benak orang tua yang anaknya akan masuk ke bangku pendidikan. Saya pikir tentu banyak sekali keluarga Katholik yang masih bingung menentukan pendidikan buat anaknya. Melihat pilihan dari orangtua atau siswa itu sendiri jika sudah mampu untuk memilih, tentu pilihan itu akan jatuh pada mutu sekolah atau pendidikan yang baik. Yang menjadi pertimbangan tentu, apakah pendidikan atau sekolah katolik bisa memberikan alternative sekolah yang bermutu atau ideal? Meskipun indikator mutu pendidikan yang menjadi paradigma masyarakat masih bersifat relative, tetapi masyarakatpun bisa menilai apakah sekolah yang dipilih itu menjadi ideal dalam hidupnya?

Dalam ranah pendidikan, mutu sekolah adalah kinerja sekolah itu sendiri. Tentu saja kinerja tidak datang begitu saja melalui proses seadanya. Faktor input yakni dari kualitas peserta didik dan pendidik merupakan fakor pondasi untuk membangun karakter pelaku pendidikan, disamping sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Faktor input yang baikpun belum tentu menghasilkan mutu yang baik juga, kalau proses yang menyangkut metode pembelajaran dan situasi pembelajaran, serta perangkat kurikulumnya tidak pernah dikembangkan. Proses merupakan suatu tahap pembentukan karakter peserta didik melalui pengejawantahan kurikulum, kegiatan peserta didik yang mampu memandirikan dalam proses belajar dan bertanggung jawab pada masa depannya, memberdayakan SDM dan manageman yang ada untuk tujuan pengembangan pribadi siswa atau unit kerja sekolah, pemanfaatan sarana prasarana yang menunjang pendidikan, peningkatan kerjasama dengan partner sekolah yang berupa komite atau juga pihak-pihak stakeholder yang sangat mempengaruhi kemajuan pendidikan, dan yang terakhir bagaimana pengolahan dana atau keuangan yang dapat menunjang proses pendidikan.

Sekolah Katolik memiliki sendi dasar yang sama, yakni ikut serta dalam visi-misi gereja Katholik. Gereja dan sekolah harus mampu berjalan seiring, harmoni, dan berkesinambungan dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu memandirikan dirinya untuk siap di masa depannya, serta meletakkan pondasi iman sebagai dasar dari segala pengetahuan dan kehidupan. Realita sekarang yang ada adalah “Masihkan sekolah katolik masih bermutu?” Tentu jawaban itu membutuhkan cara pandang yang berbeda. Mutu atau tidaknya sekolah, masyarakat hanya mampu melihat “sekolah itu ada dimana?, di kota atau di pinggiran (desa), atau mungkin “berapa banyakkah murid yang ada disekolah itu?”, atau juga alasan finasial “berapa biaya pendidikan itu, apakah setimpal dengan hasil dari proses belajar?”

Masalah besar yang umumnya terjadi sekarang ini adalah banyaknya sekolah katolik yang mengalami penurunan jumlah siswa atau terjadi penyusutan yang signifikan tiap tahunnya. Disisi lain yakni managerial adalah deficit keuangan dengan penggajian guru dan karyawan yang jauh dari UMR. Situasi yang lebih ekstrim adalah sekolah katolik sangat mahal, seakan-akan tidak lagi mempunyai keberpihakan kepada yang miskin, lemah, dan tersingkir. Adanya UU Sisdiknas yang seharusnya menjadi payung hukum dan kebijakan yang lain belum bisa mensaranai semua. Belum juga kebijakan pemerintah adanya sekolah gratis dan perluasan kelas baru, serta penambahan sekolah yang justru menambah beban saingan untuk memperoleh murid, menjadikan semakin berat untuk meningkatkan mutu sekolah swasta.

Dari sekian ulasan diatas dasar pemasalahan yang terjadi adalah apakah memang masyarakat katolik di luar pendidikan sudah tidak menunjukkan rasa tanggungjawab dan epati pada perkembangan pendidikan, atau memang karena penanggungjawab pendidikan sendiri tidak sempat untuk mawas diri untuk meningkatkan mutu pendidikan? Pertanyaan ini memang perlu survey yang harus bisa menjadi tolok ukur. Survey tersebut pasti memerlukan perangkat yang cukup rumit dan membutuhkan waktu. Paling tidak kita bisa mencari jawaban dari permasalahan diatas, yakni sekolah bisa kembali kepada semangat visi dan misi, yang tentu saja ini adalah roh sekolah itu sendiri, meski kebijakan pemerintah kadang tidak sejalan dengan visi-misi tersebut.

Harapan? Tentu masih ada!
Sekolah-sekolah katolik yang ada di kota besar yang mau tidak mau harus ikut dalam persaingan, dapat menjawab paling tidak menghadirkan sikap optimis pada sekolah katolik. Tidak hanya itu saja, sekolah katolik yang mampu memuat jiwa kewirausahaan dalam kurikulumnya seperti sekolah-sekolah kejuruan dapat menjadi model agar sekolah katolik masih menjadi pilihan masyarakat. Kerjasama dengan dunia industry atau kerja, serta perguruan tinggi yang bermutu dapat juga menjadi usulan agar lebih di gemari masyarakat. Kiranya perlu Link and Macth (menhubung-hubungkan dan mencocok-cocokkan, Red ) antara pihak sekolah dengan lembaga partner dan stakeholder perlu ditingkatkan, agar masyarakat tidak ada kekhawatiran jika anaknya harus disekolahan di sekolah katolik.
Ambil contoh saja, SMK PIUS X Magelang, SMK St. Michael, PIKA Semarang, dan sekolah kejuruan yang lain. Atau untuk tingkat SMA : SMA Kolose De Brito, SMA Stelladuce, SMA Kanisius (Jakarta), dan lainnya yang bisa bersaing prestasi bisa menjadi inspirasi memutukan sekolah katolik baik untuk berbagai jenjang. Mutu Sekolah mampu dilihat bagaimana lulusan – lulusan nanti dapat menunjukkan keutamaan-keutamaan hidup dan kemandirian menentukan pilihan hidupnya.
Harapan dari gerejapun agar masyarakat katolik bisa saling membantu dan meneruskan tugas missioner dalam pendidikan nasional kita ini. Cara membantunya bisa dengan menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah katolik, atau bisa menjadi pemerhati pendidikan dalam ikatan komite sekolah, atau bisa juga membantu memberikan masukkan idea dan tindakan nyata bagi perkembangan sekolah katolik. Mengenai masalah mutu nantinya biarlah berjalan sesuai dengan langkah seiring antara sekolah, gereja, masyarakat, lembaga partner, dan pemerintah. Sejauh proses links and macth berjalan dengan baik tentu mutu sekolah dapat dipertanggung jawabkan.
Maka sudah tidak ada kekawatiran bila ada ada keluarga yang masih bingung, “pendidikan apa yang paling baik untuk anak saya”. Sekolah yang baik adalah sekolah yang bisa memunculkan keunggulan akademis yang baik, tetapi juga nilai-nilai keutamaan hidup yang bersifat universal yang selalu diperjuangkan, agar masyarakat nantinya yang terbentuk adalah masyarakat yang beradap dan memiliki nilai-nilai luhur.

Minggu, 14 Juni 2009

REUNI SD TARAKANITA 2009

PROPOSAL KEGIATAN REUNI
DI SD TARAKANITA

I. PENDAHULUAN
Pertama-tama kita mensyukuri atas karunia Tuhan atas talenta yang diberikanNya kepada alumni SD Tarakanita angkatan lulus 1987 di dalam perjuangannya dalam mewujudkan impian masa kecil, dan untuk semua yang terlibat dalam acara ini nantinya.

Perkenalkan kami atas nama Alumni SD Tarakanita mengucapkan syukur kepada semua pihak, terutama SD Tarakanita yang telah kami tinggalkan selama 20 tahun lamanya, dan kesuksesan alumni yang tidak terlepas dari didikan SD Tarakanita , dari guru-guru kami, dukungan semua pihak dalam meramaikan acara TEMU KANGEN ALUMNI ANGKATAN LULUS 1987.

Berdirinya ikatan ini dimulai dengan kemajuan jaman yang memudahkan komunikasi secara elektronik, baik dari e-mail, teleconference, Facebook, dan seluler. Dengan adanya kemudahan ini membuat para alumni ingin segera menwujudkan temu kangen yang melibatkan semua anggota keluarga.

Kegiatan ini akan kami adakan secara sederhana, yang tidak hanya melibatkan alumni dan keluarga, tetapi pihak sekolah SD Tarakanita, guru yang masih aktif, tetapi juga para eks guru SD Tarakanita yang pernah turut mendidik alumni.

Adalah suatu kebanggaan pada diri kami kami SD Tarakanita yang telah mendidik kami menuju cita-cita yang tinggi, meski diantara kami masih ada teman kami yang belum bisa bersama-sama dan bangga atas kesuksesannya.

Oleh karena itu kami memohon bantuan kepada Saudara/ i baik moral ataupun dana yang dapat mendukung acara tersebut. Tidak akan kami sebutkan apa yang kurang dari kami, tetapi kami sungguh menyadari bahwa kegiatan ini dapat membawa kami pada keutamaan hidup yang bisa berbelarasa kepada yang kurang mampu dan lemah dan menguatkan yang lemah tanpa harus mengecilkan yang besar.

II. TUJUAN
1. Meningkatkan rasa solidaritas bersama sesamaalumni, khususnya angkatan lulus 87; guru yang pernah mendidik kami, serta guru yang sekarang masih berkarya di SD Tarakanita.
2. Wadah bersama agar selalu kompak dalam segala keadaan.

III. Pelaksanaan
1. Hari/ Tanggal : Sabtu s.d. Minggu ( tanggal : 20 juni 2009)
2. Tempat : SD Tarakanita dan tempat-tempat yang mengenangkan.
3. Acara :
09.00 – 11.00 : temu kangen
11.00 – 12.00 : napak tilas ke SMP Tarq
12.00 – 14.00 : napak tilas ke SMA Tarq
IV. Panitia :
1. Koordinator : A. Nanang Baskara dan Alfonso Joseph Donny Arianto
2. Sekretaris : Wenny Indrasari
3. Bendahara : Wenny Indrasari
4. Penyelenggaraan : Eko Setiawan
5. Humas
a. Kelas A : Ronny Arianto
b. Kelas B : Yoni Hendra
c. Kelas C : Hayu
d. Kelas D : Tsung2 ( Eko Chandra )

V. Anggaran :
Untuk sementara kita kado silang :
Silahkan daftar kehadiran anda, dan sumbangan anda untuk mensukseskan acara tersebut.

VI. Penutup
Demikian proposal “Temu Kangen 2009” ini diajukan semoga tercipta kerjasama yang baik antara kita sebagai alumni. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Magelang, 27 April 2009
Koordinator I Koordinator II



A. J. Donny Arianto A. Nanang Baskara

Kamis, 07 Mei 2009

Refleksi Paskah 2009

Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."
“Saya berjanji untuk mengasihi baik dalam untung maupun malang , sehat atau sakit, sampai mati”, demikian kutipan dari janji perkawinan antar pasangan suami-isteri, yang kiranya diungkapkan dengan mantap, lelehan air mata, ceria sebagai tanda bahagia. Hal yang senada kiranya juga terjadi dalam diri orang ketika lamaran kerja dikabulkan, pendaftaran di sekolah yang dikehendaki diterima, baru saja menjalani retret, dst… Mereka yang sedang mengalami pencerahan dan kebahagiaan tersebut sering dengan mudah berjanji untuk melakukan apa yang terbaik bagi sesama dan saudara-saudarinya, antara lain membuat niat-niat yang indah dan bagus. Tentu saja mereka juga belum atau tidak tahu akan apa yang terjadi dalam menjalani hidup atau tugas baru, yang pasti sarat dengan berbagai macam tantangan dan hambatan. Itulah yang juga menjadi pengalaman para rasul ketika berada di puncak sebuah bukit menerima pencerahan dan kegembiraan untuk melihat Yesus yang “berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.” (Mrk 9:2-3), dan kemudian berjanji kepada Yesus :”Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. " . Tetapi ketika turun dari bukit “ Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. ”. Para rasul mendengarkan pesan tersebut dan dalam perjalanan hidup mengikuti Yesus mereka mempersoalkan atau bercakap-cakap tentang apa yang dimaksud dengan ‘bangkit dari antara orang mati'.
“Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati ."(Mrk 9:10)
Saat ini kita sedang berada dalam perjalanan mawas diri di masa Prapaskah, maka selayaknya kita meneladan para rasul yang mempersoalkan atau bercakap-cakap tentang apa yang dimaksud dengan ‘bangkit dari antara orang mati'. ‘Bangkit dari antara orang mati' yang dimaksudkan adalah ‘wafat Yesus di kayu Salib dan kebangkitanNya dari mati di hari ketiga', yang akan kita kenangkan di hari-hari Trisuci, Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah yang akan datang, dimana di Malam Paskah kita akan memperbaharui janji baptis yang mendasari janji-janji berikutnya seperti kaul, janji perkawinan, imamat, dst... Dengan kata lain selama masa Prapaskah ini kita diharapkan semakin mengenal Yesus secara lebih mendalam dan akrab atau mesra serta mawas diri perihal janji-janji yang telah kita ikrarkan , sehingga kita layak disebut sebagai murid-murid Yesus atau sahabat-sahabatNya.
Untuk memperdalam pengenalan kita akan Yesus kiranya dapat kita lakukan dengan pendalaman atau pembacaan Kitab Suci, sharing pengalaman iman, berdoa, dst.. Rasanya di lingkungan-lingkungan paguyuban umat sudah ada kebiasaan pertemuan atau doa bersama selama masa Prapaskah, antara lain dengan memanfaatkan bahan-bahan pendalaman iman yang telah disiapkan dan dibuat oleh Panitia APP. Maka dengan ini kami berharap kepada anda sekalian untuk berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan paguyuban umat yang diselenggarakan selama masa Prapaskah ini. Selain berpartisipasi di lingkungan, hemat saya juga baik jika pendalaman iman dan doa bersama diadakan di dalam keluarga-keluarga setiap hari, maaf dengan rendah hati saya usulkan mungkin tulisan saya yang sederhana dan kurang berkwalitas, dimana juga ada kutipan dari Kitab Suci, kiranya dapat dimanfaatkan untuk dibacakan dan didengarkan bersama di dalam keluarga.
Marilah kita juga bercakap-cakap perihal janji-janji yang telah kita ikrarkan. Secara umum sebagai orang yang telah dibaptis kiranya dapat bercakap-cakap perihal janji baptis dimana kita berjanji ‘hanya mau mengabdi Tuhan saja serta menolak godaan setan'. Para suami-isteri, entah bersama-sama dengan pasangan lain atau dengan pasangannya saja kiranya dapat bercakap-cakap perihal janji perkawinan dimana pernah saling berjanji ‘untuk saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sakit maupun sehat sampai mati'. Yang terpanggil hidup membiara kiranya dapat bercakap-cakap perihal trikaul. Sementara itu entah sebagai pelajar, pekerja, atau pejabat baiklah bercakap-cakap perihal janji atau sumpah yang pernah diikrarkan. Kami berhadap dengan percakapan tersebut pemahaman dan penghayatan janji semakin mendalam sehingga di malam Paskah nanti kita perbaharui bersama-sama.
“Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita ?” (Rm 8:31b)
Hidup kita serta segala sesuatu yang menyertai kita, yang kita miliki atau kuasai, adalah anugerah Allah. Yang mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita adalah Allah; yang memanggil kita untuk menjadi imam, bruder atau suster adalah Allah, yang menugaskan kita untuk belajar atau bekerja, mengemban jabatan atau fungsi tertentu dalam hidup bersama adalah Allah yang bekerja dalam diri mereka yang diutus oleh Allah, dst.. Maka kiranya kita juga dapat berkata seperti Paulus: “ Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita ?”
“Allah di pihak kita” berarti Allah merajai dan menguasai kita sehingga kita dengan bantuan rahmatNya dapat melaksanakan kehendak dan perintahNya. Karena segala sesuatu diciptakan oleh Allah, maka jika kita sungguh bersama dan bersatu dengan Allah, yang nampak dalam cara hidup dan cara bertindak, kita mampu mengalahkan aneka macam godaan dan tantangan dalam menghayati panggilan atau melaksanakan tugas pengutusan dan pekerjaan. “Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita ” (Rm 8:34)
Karena tidak bersama dan bersatu dengan Allah maka orang menjadi takut berjalan atau melangkah sendirian, dan kemana-mana senantiasa dikawal ketat oleh para pengawal yang kuat. Dengan kata lain mereka itu rasanya adalah penjahat-penjahat. Mereka takut dipanggil Tuhan alias meninggal dunia sewaktu-waktu, padahal panggilan Tuhan atau kematian dapat terjadi setiap saat, kapan saja dan dimana saja. Sebaliknya jika di dalam hidup sehari- hari kita senantiasa bersama dan bersatu dengan Tuhan alias setia pada iman, janji atau sumpah yang pernah kita ikrarkan maka ketika dipanggil Tuhan bergariah, tanpa takut dan cemas sedikitpun. Lawan dari orang yang besama dan bersatu dengan Tuhan adalah setan yang hidup dan menggejala dalam aneka macam rayuan dan godaan untuk berbuat jahat, misalnya yang masih marak pada saat ini adalah ‘korupsi'. Para koruptor pasti senantiasa berada dalam ketakutan, sebaliknya orang jujur, benar, setia dan taat tidak ada ketakutan atau kecmasan sedikitpun, meskpun untuk itu harus menderita dan berjuang. “ Jer basuki mowo beyo” = Untuk hidup mulia harus berjuang dan berkorban.
“Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku! Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN, akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya, di pelataran rumah TUHAN ”
(Mzm 116:15-19)
Jakarta, 8 Maret 2009

Senin, 06 April 2009

JAMUR KUPING -- ALTERNATIF WIRAUSAHA AGROBISNIS

Perkembangan budidaya jamur kuping di Indonesia semakin pesat, sehingga saat ini budidaya jamur kuping sangat merebak di berbagai daerah. Hal ini dikarenakan jamur kuping merupakan jamur kosmopolitan atau dapat hidup dimana saja, mulai dari kawasan hutan pantai samapi dengan pegunungan tinggi dengan persyaratan tempatnya cukup lembab. Disebut jamur kuping karena bentuk tubuh buahnya melebar seperti daun telinga manusia (kuping), dan dikenal juga ada empat jenis yaitu: a. Auricularia auricula – Judae (tubuh buah lebar dan tebal) b. Auricularia polytricha (tubuh buah kecil dan tebal) c. Auricularia cornea (seperti Auricularia auricula) d. Auricularia fuscosuccinea (seperti Auricularia polytricha)
Beberapa nama setempat/lokal jamur kuping yang sering didengar: a. Indonesia : jamur kuping, supa lember (sunda), kuping lowo (Jawa), kuping tikus, dan lain-lain. b. Cina/Taiwan/Vietnam: mouleh, Yung-ngo, Muk-ngo, Mu-er , Mo -er c. Jepang: Kikurage, Mokurage, Senji, Arage. d. Hongkong/Singapura: Mouleh, Jew's ear-fungi e. Amerika Serikat: Tree-ear, Jew's ear-fungi, Gelatinous fungi.
Siklus hidup jamur kuping seperti halnya jamur tiram maupun shiitake meliputi; tubuh buah sudah tua menghasilkan spora yang berbentuk kecil, ringan dan berjumlah banyak. Selanjutnya spora tersebut jatuh pada tempat yang sesuai dengan persyaratan hisupnya seperti kayu mati atau bahan berselulosa dan dalam kondisi lembab, maka spora tersebut akan berkecambah membentuk miselia dengan tingkatan: a. Miselai primer yang tumbuh terus membanyak dan meluas. b. Miselai sekunder yang membentuk primordial (penebalan miselia pada bagian permukaan miselia sekunder dengan diameter 0,1 cm). c. Dari primordial akan tumbuh dan berbentuk kuncup tubuh buahpada tingkat awal yang semakin lama semakin membesar (3-5 hari) d. Dari primordia tersebut akan tumbuh tubuh buah jamur berbentuk melebar, serta pada saat tua akan dipanen.
Jamur kuping merupakan salah satu konsumsi jamur yang memiliki sifat saat dikeringkan lama, kemudian direndam dengan air dalam waktu relatif singkat akan kembali seperti bentuk dan ukuran segarnya. Jamur kuping telah dijadikan sebagai bahan berbagai masakan seperti Sayur kimlo, nasi goreng jamur, tauco jamur, sukiyaki, dan bakmi jamur dengan rasa yang lezat dan tekstur lunak yang terasa segar dan kering.
Agrobisnis jamur memiliki prospek cerah untuk dikembangkan ke skala agroindustri dikarenakan agroindustri ini tidak menggunakan lahan yang tidak terlalu luas, bahan baku untuk penanaman jamur dalam bentuk limbah seperti serbuk gergaji, bekatul, serpihan kayu, waktu tanam dari bibit hingga pemanenean sangat singkat, harga jual jamur tinggi, dan aspek nilia gizi tinggi untuk kesehatan dan pengobatan. Selain aman dikonsumsi, bersifat non kolesterol, dan berkhasiat sebagai obat dan penawar racun yang dihasilkan dari lendir jamur kuping.
Budidaya Jamur Kuping
Budi daya jamur meliputi tahap proses pembuatan bibit dan proses produksi jamur. Budi daya jamur kuping dapat dilakukan dibatang-batang kayu dengan perlakuan tertentu agar tumbuh dengan baik. Perkembangan teknik budi daya jamur kuping dengan menggunakan serbuk kayu atau serbuk gergajian. Cara ini menguntungkan karena petani dapat menambahkan nutrisi kedalam media tanam sehingga pertumbuhan jamur menujadi optimal Setelah menuyeleksi jamur yang akan dibudidayakan, langkah budi daya dimulai dengan pembuatan bibit jamur pada media tanam. Tahap berikutnya adalah pemeliharaan jamur selama proses budi daya, panen jamur, penanganan paspapanen dan pemasaran. Agar hasilnya maksimal, setiap tahapan harus dilakukan dengan bnaik termasuk penyiapan media tanam . Untuk media tanam bisa digunakan batangatau serbuk kayu.
Manfaat & Kandungan Jamur Kuping
Dari segi gastronomik ataupun organoleptik ( rasa, aroma dan penampilan), jamur kuping kurang menarik bila dihidangkan sebagai bahan makanan. Namun jamur kuping sudah dikenal dekat sebatai ahan makanan yang memiliki khasiat sebagai obat dan penawar racun. Lendir yang dihasilkan jamur kuping selama dimasak dapat menjadi pengental. Lendir jamur kuping dapat menonaktifkan atau menetralkan kolesterol. Jamur kuping dapat dibedakan berdasarkan bentuk, ketebalan, dan warnanya. Jamur kuping ang mempunyai bentuk tubuh buah kecil (sering disebut jamur kuping tikus) digemari oleh konsumen karena waranya lebih muda, dan rasanya sesuai dengan selera. Jamur kuping yang tubuh buahnya melebar (jamur kuping gajah) rasanya sedikit kenyal atau alot sehingga kurang disenangi karena harus diiris kecil-kecil bila akan dimasak. Jamur kuping selain untuk ramuan makanan juga unuk pengobatan. Untuk mengurangi panas dalam, mengurangi rasa sakit pada kulit akibat luka bakar. Kandungan nutrisi jamur kuping terdiri kadar air 89,1, protein 4,2, lemak 8,3, karbohidrat total 82,8, serat 19,8, abu 4,7 dan nilai energi 351. Jamur kuping dipanaskan, maka lendir yang dihasilkan oleh masyarakat dan tabib pengobatan memiliki khasiat: • Penangkar / penon-aktif racun baik dalam bentuk racun nabati, racun residu pestisida, bakhan sampai ke racun berbentuk logam berat. Hampir semua ramuan masakan Cina, jamur kuping selalu ditambahkan untuk tujuan menonaktifkan racun yang terbawa dalam makanan. • Kandungan senyawa dalam lendir jamur kuping, efektif untuk menghambat pertumbuhan carcinoma dan sarcoma (kanker) sampai 80 – 90%. Berfungsi juga untuk antikoagulan bahkan menghambat penggumpalan darah. • Lendir jamur kuping dapat meghambat dan mencegah penggumpalan darah.
Manfaat jamur kuping untuk pengobatan penyakit antara lain: • Darah tinggi/pembuluh darah mengeras akibat penggumpalan darah: 3 gram jamur kuping kering, rendam semalam dan buang airnya hingga tinggal jamur basah, tempatkan dalam rantang, tambahkan air bersih dikusus hingga lunak, tambahkan gula batu secukupnya dimakan secukupnya sehari sekali. • Kurang darah dengan memasak jamur kuping 30 gram, ditambah 30 gram buah kurma, ditambah air bersih 5 gelas diminum dimasak sampai airnya tersisa 1 gelas. Hal diatas juga dapat diterapkan untk mengobati sakit wasir/ ambeian. • Datang bulan tidak lancar dan memperlancar buang air besar. Jamur kuping dimasak bersama bahan-bahan lain seperti sayuran.
Masa Panen Jamur Kuping
Budidaya dengan log tanam asal serbuk gergajian kayu memerlukahnn waktu sekitar 3 bulan hingga panen, sementara dengan log tanam asal batang kau dapat lebih dari 5 bulan, tetapi hasil dari log kau cenderung digemari dengan harga lebih mahal. Masa panen untuk log tanam berbentuk ‘kantung lplastik' dapat mencapai 1 – 2 bulan terus menerus dengan intergval waktu 1 – 2 minggu hingga semua bagian dari log tanam ditumbuhi jamur. Sementara masa panen untuk log kayu umumnya lebih dari 4 bulan baru akan nampak, serta pertumbuhan ini akan terus menerus berlangsung sampai 3-4 bulan jika lingkungan log tanam dan tempatnya dipelihara diatur secara baik.
Aspek Pemasaran Jamur Kuping
Baik dalam keadaan segar (umumnya hasil panen dari alam) atau dalam keadaan kering (hasil budidaya) harga jamur kuping lebih mahal kalau dibandingkan dengan harga jamur lain seperti tiram maupun merang. Jenis jamur kuping yang paling banyak dijual dilingkungan toko boat cina atau shinshe yang memiliki bentuk kecil atau bertubuh buah tipis dalam keadaan kering, umumnya berasal dari Taiwan atau daratan Cina yang disebut Mouleh. Secara umum, pangsa pasar di dunia, jamur kuping menduduki tempat paling bawah disamping jamur kancing, jamur shiitake, jamur merang dan sebagainya. Di Pangsa pasar Asia, terutama di kawasan Cina, Hongkong, Singapura, Malaysia dan sebagainya dimana penduduk etnis Cina banyak berdiam, pangsa pasar jamur kuping sangat tinggi terutama dalam bentuk kering. Bahkan di Indonesia, dengan penduduk asal Cina cukup banyak, kebutuhan jamur kuping masih harus didatangkan dari RRC, Thailand , Vietnam dan sebagainya dalam bentuk kering. Serta yang masih segar, pada umumnya masih merupakan hasil alam pada permulaan musim hujan atau menjelang musim kemarau, karena pada musim tersebut, jamur kuping banyak didapatkan tumbuh pada batang kayu kering di hutan.

Jumat, 27 Maret 2009

protozoa

"http://www.w3.org/TR/html4/loose.dtd">
PROTOZOA
>>Tujuan : Setelah mempelajari kegiatan ini Anda diharapkan dapat: mendiskripsikan ciri-ciri Protista berdasarkan pengamatan, membandingkan ciri-ciri Protista dengan makhluk hidup lain, mendiskripsikan ciri-ciri Protista tertentu hasil pengamatan dan dari literatur, mengenali Protista berdasarkan ciri morfologinya, memberi contoh peranan protista bagi kehidupan, dan menyusun dan mempresentasikan karya ilmiah tentang Protista yang menguntungkan dan merugikan.

Protozoa
Tubuh protista ada yang tersusun atas satu sel saja (uniseluler) contohnya protozoa dan euglenophyta, ada pula yang tersusun atas banyak sel contohnya protista yang mirip jamur (tumbuhan). Organisme protista berdasarkan ciri yang dimikilinya ada yang mirip hewan, seperti tumbuhan dan ada yang seperti jamur. Berdasarkan pola perolehan atau pengolahan makanannya, maka protista dikategorikan dalam tiga kelompok dasar yaitu:

Kelompok Protozoa (Protista mirip hewan)

Kelompok Alga (Protista mirip tumbuhan)

Kelompok Jamur lendir
Atas dasar pengelompokkan di atas marilah kita pelajari satu persatu yang pertama tentang:
A.
Protozoa (Protista mirip hewan)
a. Ciri-ciri dan tempat tinggal

Protozoa merupakan hewan bersel tunggal, berinti sejati (eukariotik) dan tidak memiliki dinding sel. Protozoa berasal dari kata protos yang berarti pertama dan zoom yang berarti hewan sehingga disebut sebagai hewan pertama. Ukurannya antara 3 – 1000 mikron dan merupakan organisme mikroskopis bersifat heterotrof. Tempat hidupnya adalah tempat yang basah yang kaya zat organik, air tawar atau air laut sebagai zooplakton, beberapa jenis bersifat parasit dan menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan ternak.Bentuk tubuh protozoa berbeda-beda pada fase yang berbeda dalam siklus hidupnya. Protozoa memiliki alat gerak yaitu ada yang berupa kaki semu, bulu getar (cillia) atau bulu cambak (flagel). Beberapa protozoa memiliki fase vegetatif yang bersifat aktif yang disebut tropozoit dan fase dorman dalam bentuk sista. Tropozoit akan aktif mencari makan dan berproduksi selama kondisi lingkungan memungkinkan. Jika kondisi tidak memungkinkan kehidupan tropozoit maka protozoa akan membentuk sista. Sista merupakan bentuk sel protozoa yang terdehidrasi dan berdinding tebal mirip dengan endospora yang terjadi pada bakteri. Pada saat sista protozoa mampu bertahan hidup dalam lingkungan kering maupun basah. Pada umumnya berkembangbiak dengan membelah diri.Selanjutnya untuk lebih mengenal tentang bentuk-bentuk protozoa cobalah lakukan kegiatan praktikum bersama teman kelompok Anda yaitu “Organisme Protozoa yang ada di lingkungan kita”.


b.
Penggolongan Protozoa

Berdasarkan alat gerak yang dimilikinya Protozoa dibedakan menjadi 4 fillum yaitu:


1.


Fillum Mastigophora atau Flagellata (Flagellum = Cambuk)memiliki alat gerak berupa cambuk dan disebut cambuk getarContohnya: Trypanosoma.

2.


Sarcodina atau Rhizopoda (Rhizoid = akar, podos = kaki) yaitu protozoa yang bergerak dengan menggunakan pseudopodia (kaki semu), misal Amoeba.

3.


Cilliata atau Cilliophora (Cillia = bulu getar)Protozoa yang memiliki bulu getar pada seluruh permukaan (membran selnya) digolongkan dalam kelompok (Fillum Ciliata), misalnya Paramecium.

4.


Sporozoa (Spora = alat reproduksi) yang dapat tumbuh menjadi individu baruSemua protozoa yang tidak memiliki alat gerak khusus dan berkembangbiak dengan spora digolongkan dalam fillum sporozoa, misalnya Plasmodium.


1.
Filum Mastigophora atau Flagellata Semua organisme yang tergolong flagellata memiliki flagellum yang berperan sebagai alat gerak.Mastighopora yang bersifat parasit adalah genus Trypanosoma dan genus Trichomonas.Beberapa jenis Mastigophora yang bersifat parasit dan penyakit yang ditimbulkannya dapat dilihat pada tabel berikut


Tabel: Jenis Mastigophora dan penyakit yang ditimbulkannya



No.
Nama Jenis Mastigophora
Penyakit yang ditimbulkannya
1.
Trypanosoma gambiense & Trypanosoma rhodesiense
Parasit dalam darah manusia dan dapat menyebabkan penyakit tidur.Di Afrika penularan dilakukan oleh lalat Tse-tse yaitu Glosina palpalis.

Trypanasoma cruzi
Penyakit chagas di Amerika

Trypanasoma evansi
Penyakit sura pada hewan



silahkan lihat ke www. google.co.id
search di : virus, bakteri, dan protozoa.

Trypanosoma brucei
Penyakit nagana pada sapi dan kerbau

Trypanasoma vaginalis
Keputihan pada vagina wanita

Trypanasoma foetus
Parasit pada vagiana sapi

2.
Filum Sarcodina atau Rhizopoda Organisme yang tergolong Sarcodina (Rhizopoda) menggunakan kaki semu atau pseupodia untuk bergerak dan menangkap mangsa misalnya Amoeba. Sedangkan Rhizopoda yang terbungkus oleh cangkang misalnya Foraminifero dan Arcella.Amoeba adalah hewan bersel satu hidup bebas atau hidup sebagai parasit. Amoeba yang hidup bebas di tanah yang berair dan banyak mengandung bahan organik, contohnya: Amoeba proteusSedangkan contoh Amoeba yang bersifat parasit terdapat dirongga mulut seperti Entamoeba ginggivalis dan di dalam usus manusia adalah Entamoeba histolytica.


Gambar 2. Struktur tubuh Amoeba proteus

a.
Struktur tubuh AmoebaJika kita lihat tubuh amoeba maka dapatlah kita melihat bahwa tubuhnya dapat berubah-ubah. Pada tubuh bagian luar terdapat membran sel (membran plasma). Membran plasma berfungsi sebagai pelindung isi sel, mengatur pertukaran zat misalnya zat makanan, ekskresi. Alat gerak yang digunakan adalah dengan membentuk pseudopodia serta dapat menangkap rangsangan kimia dari luar tubuhnya. Bagian dalam terdapat sitoplasma yang dibedakan menjadi ektoplasma (bagian luar) dan endoplasma (bagian dalam).Cara bergerak Amoeba dengan menggunakan kaki semu (pseudopodia) yang merupakan penjuluran dari sitoplasma. Pseudopodia digunakan untuk bergerak dan menelan mangsa (makanannya). Beberapa jenis amoeba membentuk sista dan di dalam sista terjadi pembelahan secara mitasis. Sista akan dikeluarkan bersama faeses (tinja), kemudian tersebar pada makanan dan minuman, akhirnya disebarkan oleh lalat.Bagaimana Anda sudah paham dengan apa yang disampaikan di muka, cobalah untuk dipelajari dengan teliti dan jangan tergesa-gesa, setelah itu mari kita lanjutkan lagi masih tentang Amoeba.Berdasarkan cara hidupnya Amoeba ada yang hidup parasit tapi ada pula yang hidup saprofit dalam tubuh manusia. Cobalah perhatikan bagan di bawah



Sekarang coba Anda jawab pertanyaan berikut!
1.2.3.
Apakah fungsi kaki semu pada Amoeba?Bagaimana ciri-ciri Amoeba?Sebutkan penggolongan Protozoa berdasarkan alat gerak yang dimilikinya
Setelah menjawab pertanyaan di atas marilah kita lanjutkan pada golongan Protozoa berikut yaitu: Cilliophora yang bergerak dengan silia.

3.
Fillum Cilliophora (Cilliata)
Cilliata merupakan protista bersel satu yang permukaan tubuhnya ditumbuhi rambut getar (silia). Bentuk tubuhnya tetap tidak berubah-ubah, oval dan hidup di tempat-tempat yang berair misal: sawah, rawa, tanah berair dan banyak mengandung bahan organik.
Sifat hidup cilliata ada yang hidup bebas dan adapula yang parasit. Contoh cilliata yang hidup bebas adalah Paramecium candatum dan yang hidup parasit adalah Nyctoterus ovalis yang hidup di dalam usus kecoa adalah Balantidium coli yang parasit pada babi dan dapat menyebabkan penyakit balantidiosis (disentri balantidium).

Perhatikan gambar Paramecium dibawah ini:

Gambar 3. Paramecium

Dalam tubuh Paramecium memiliki dua macam inti (nucleus) yaitu inti kecil (mikronukleus) dan inti besar (makronucleus). Di samping itu memiliki vakuola makanan yang berfungsi untuk mencerna dan mengedarkan makanan, serta vakuola berdenyut yang berguna untuk mengeluarkan sisa makanan.Paramecium bergerak dengan menggetarkan silianya, yang bergerak melayang-layang di dalam air. Hal ini akan terlihat jika menggunakan mikroskop. Sedangkan cara menangkap makanan adalah dengan cara menggetarkan rambut (silianya), maka terjadi aliran air keluar dan masuk mulut sel. Saat itulah bersamaan dengan air masuk bakteri bahan organik atau hewan uniseluler lainnya.Berkembangbiak Paramecium adalah dengan cara:

a.
Aseksual atau dengan cara membelah diri yaitu dengan pembelahan biner dimana sel membelah menjadi 2 kemudian menjadi 4, 8 dan 16 dst. Pembelahan diawali dengan pembelahan mikronukleus dan diikuti dengan pembelahan makronucleus. Perhatikan gambar pembelahan diri Paramecium.

b.
Seksual atau perkembangbiakan secara kawin Caranya adalah dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut sel untuk kawin. Artinya kedua hewan ini sedang mengalami konjugasi. Selanjutnya terbentuk saluran konjugasi diantara kedua sel ini. Dan melalui saluran ini terjadi tukar-menukar mikronukleus. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang lain, demikianlah sebaliknya. Selanjutnya perhatikan gambar berikut ini:


Gambar 5. Konjugasi pada Paramecium




Sedangkan contoh hewan Cilliata yang lainnya adalah

1.
Stentor: hidup di sawah-sawah atau air tergenang banyak mengandung bahan organik.
2.
Didinium: merupakan pemangsa Paramecium, hidup diperairan yang banyak protozoa.
3.
Vorticella: bentuk seperti lonceng, silia terdapar di sekitar mulut sel.
4.
Stylonichia: mirip dengan Paramecium, silia berkelompok disebut sirus, hidup di perairan yang banyak mengandung sampah organik


Gambar 6. Contoh organisme Cilliata





Cobalah sekarang Anda ulangi lagi untuk mempelajari materi yang baru saja kita bahas (jelaskan). Mungkin ada hal-hal yang kurang mengerti. Coba Anda diskusikan dengan kelompok Anda atau bertanya kepada guru bina Anda. Sekarang sebelum melanjutkan pada Fillum Sporozoa silakan Anda jawab dulu pertanyaan berikut ini:


1.
Apa fungsi rambut getar pada Cilliata?

2.
Bagaimana cara menangkap mangsa/makanan Paramecium?

3.
Jelaskan cara reproduksi pada Paramecium!


Selanjutknya mari kita lanjutkan ke materi berikutnya yaitu tentang:


4.
Fillum SporozoaSemua anggota filum Sporozoa tidak memiliki alat gerak dan bersifat parasit, tubuh terbentuk bulat atau bulat panjang. Perkembangbiakan/siklus hidupnya dapat dibagi atas tiga stadium:





a.
SchizogoniaTerbentuk secara membelah dan terjadi setelah menginfeksi inang

b.
SporogoniPembentukan spora di luar inang dan merupakan stadium efektif.

c.
Gamogoni


Tahap pembentukan sel-sel gamet terjadi di dalam tubuh inang perantara atau nyamuk.Contoh-contoh Sporozoa antara lain:





1.
Plasmadium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 48 jam.

2.
Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria Quartana dengan gejala demam (masa sporulasi) selang waktu 72 jam.

3.
Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika dengan gejala demam yang tidak teratur.

4.
Plasmadium ovale, disebut malaria ovale tertiana, akan tetapi gejala demamnya lebih ringan daripada malaria tertiana yang disebabkan Plasmodium vivax.


Keempat contoh di atas adalah merupakan penyakit yang banyak ditemukan serta menyerang manusia. Kita tahu bahwa siklus (daur) hidup daripada Plasmodium yang dapat menyebabkan demam pada tubuh manusia melalui dua fase yaitu pada dase tubuh manusia dan fase tubuh nyamuk, perhatikan bagan di bawah ini:


Keterangan :

1.
Nyamuk Anopheles betina menggigit, menghisap darah manusia kemudian mengeluarkan air liur yang mengandung sporozoit.

2.
Bersama aliran darah sporozoit menuju hati, selama ± 3 hari.

3.
Sporozoit membelah menjadi 8 – 32 merozoit, keluar dari hati kemudian menginfeksi sel hati lain dan membentuk merozoit baru. Akibatnya sel hati banyak yang rusak.

4.
Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.

5.
Gejala demam terjadi ketika merozoit melisiskan sel darah merah dalam jumlah banyak.


6.
Jika darah si penderita digigit nyamuk Anopheles dan menghisap darah penderita tadi maka makrogametosit dan mikrogametosit akan ikut terhisap dan masuk ke dalam usus nyamuk. Di dalam usus nyamuk makrogametosit danmikrogametosit berkembang menjadi makrogamet (ovum) dan mikrogamet (sperma). Prosesnya dinamakan gametogonia atau gametogenesis. Fertilisasi terjadi di dalam usus sehingga terbentuklah zigot (ookinet).

7.
Zigot (ookinet) selanjutnya akan menembus dinding usus dan untuk sementara akan menetap, terbungkus oleh otot dinding perut nyamuk (ookista)

8.
Di dalam ookista, zigot akan membelah berulang kali sehingga terbentuk sel-sel yang lengkap dinamakan sporozoit.

9.
Jika ookista telah matang maka akan pecah sehingga sporozoit tersebar ke seluruh tubuh nyamuk, diantaranya adalah ke dalam kelenjar ludah.

10.
Apabila nyamuk menghisap darah manusia bersamaan dengan itu nyamuk akan melepaskan sporozoit ke dalam darah.


Cobalah Anda jawab pertanyaan ini:


1.
Jelaskan daur/siklus hidup sporozoa

2.
Jelaskan pula siklus hidup Plasmodium


Bila Anda belum bisa menjawabnya dengan benar, coba Anda pelajari kembali materinya. Setelah Anda pahami, dapat Anda lanjutkan pada materi berikut.
Sekarang kita lihat/pelajari apa peranan Protista bagi kehidupan. Seperti diketahui bahwa hubungan protozoa dengan kehidupan manusia itu diantaranya ada protozoa yang merugikan tapi adapula yang menguntungkan.


-
Protozoa yang merugikan antara lain Plasmodium, Entamoeba hyctolitica, Trypanosoma dan Balantidium.

-
Protozoa yang menguntungkan antara lain, Entamoeba coli yang hidup di usus sapi dapat membantu pencernaan sapi. Rhizopoda ada yang memiliki cangkang keras untuk melindungi selnya. Cangkang tersebut dari silikon (contoh Radiolaria) atau kalsium karbonat (misal Foraminifera). Keduanya hidup di laut. Jika hewan tersebut mati maka cangkangnya tetap utuh dalam waktu yang lama sehingga dapat berubah menjadi fosil. Fosil ini digunakan untuk menentukan umur lapisan bumi atau sebagai petunjuk sejarah bumi. Disamping itu fungsi lainnya adalah digunakan sebagai petunjuk adanya sumber minyak bumi.Setelah Anda membaca tentang Protista yang menguntungkan dan protista yang merugikan, kerjakan tugas berikut. Buatlah suatu karangan tentang keuntungan dan kerugian yang diakibatkan oleh Protista. Hasil tulisan tersebut cobalah Anda presentasikan kepada teman kelompokmu dan guru binamu yang menilainya.Demikian tadi kita sudah mempelajari protozoa bagian dari kelompok protista, Apakah Anda sudah pahami semua? Jika belum coba ulangi lagi, kemudian coba kerjakan pertanyaan di bawah ini. Jika jawabannya sudah selesai, cocokkan jawaban Anda dengan kunci jawaban di halaman belakang modul.

Protozoa Uji Kompetensi-1 Kegiatan Belajar 2 Home
PUSTEKKOM@2005

materi - Bakteri

Bakteri, dari kata Latin bacterium (jamak, bacteria), adalah kelompok raksasa dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular (bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel, cytoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas. Struktur sel mereka dijelaskan lebih lanjut dalam artikel mengenai prokariota, karena bakteri merupakan prokariota, untuk membedakan mereka dengan organisme yang memiliki sel lebih kompleks, disebut eukariota. Istilah "bakteri" telah diterapkan untuk semua prokariota atau untuk kelompok besar mereka, tergantung pada gagasan mengenai hubungan mereka.
Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar (berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5 μm, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka umumnya memiliki dinding sel, seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam strukturnya dari flagela kelompok lain.
Bakteri pertama ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada 1674 dengan menggunakan mikroskop buatannya sendiri. Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani βακτηριον yang memiliki arti "small stick".
Struktur sel


Struktur sel prokariota
Artikel utama struktur sel bakteri
Seperti prokariota (organisme yang tidak memiliki selaput inti) pada umumnya, semua bakteri memiliki struktur sel yang relatif sederhana. Struktur bakteri yang paling penting adalah dinding sel. Bakteri dapat digolongkan menjadi dua kelompok yaitu Gram positif dan Gram negatif didasarkan pada perbedaan struktur dinging sel. Bakteri Gram positif memiliki dinding sel yang terdiri atas lapisan peptidoglikan yang tebal dan asam teichoic. Sementara bakteri Gram negatif memiliki lapisan luar, lipopolisakarida - terdiri atas membran dan lapisan peptidoglikan yang tipis terletak pada periplasma (di antara lapisan luar dan membran sitoplasmik).
Banyak bakteri memiliki struktur di luar sel lainnya seperti flagela dan fimbria yang digunakan untuk bergerak, melekat dan konjugasi. Beberapa bakteri juga memiliki kapsul atau lapisan lendir yang membantu pelekatan bakteri pada suatu permukaan dan biofilm formation. Bakteri juga memiliki kromosom, ribosom dan beberapa spesies lainnya memiliki granula makanan, vakuola gas dan magnetosom.
Beberapa bakteri mampu membentuk endospora yang membuat mereka mampu bertahan hidup pada lingkungan ekstrim.
Morfologi/bentuk bakteri
Berdasarkan berntuknya, bakteri dibagi menjadi tiga golongan besar, yaitu:
Kokus (Coccus) dalah bakteri yang berbentuk bulat seperti bola, dan mempunyai beberapa variasi sebagai berikut:
o Mikrococcus, jika kecil dan tunggal
o Diplococcus, jka bergandanya dua-dua
o Tetracoccus, jika bergandengan empat dan membentuk bujursangkar
o Sarcina, jika bergerombol membentuk kubus
o Staphylococcus, jika bergerombol
o Streptococcus, jika bergandengan membentuk rantai
Basil (Bacillus) adalah kelompok bakteri yang berbentuk batang atau silinder, dan mempunyai variasi sebagai berikut:
o Diplobacillus, jika bergandengan dua-dua
o Streptobacillus, jika bergandengan membentuk rantai
Spiril (Spirilum) adalah bakteri yang berbentuk lengkung dan mempunyai variasi sebagai berikut:
o Vibrio, (bentuk koma), jika lengkung kurang dari setengah lingkaran
o Spiral, jika lengkung lebih dari setengah lingkaran
Bentuk tubuh/morfologi bakteri dipengaruhi oleh keadaan lingkungan, medium dan usia. Oleh karena itu untuk membandingkan bentuk serta ukuran bakteri, kondisinya harus sama. Pada umumnya bakteri yang usianya lebih muda ukurannya relatif lebih besar daripada yang sudah tua.
Alat gerak bakteri


Gambar alat gerak bakteri: A-Monotrik; B-Lofotrik; C-Amfitrik; D-Peritrik;
Banyak spesies bakteri yang bergerak menggunakan flagel. Hampir semua bakteri yang berbentuk lengkung dan sebagian yang berbentuk batang ditemukan adanya flagel. Sedangkan bakteri kokus jarang sekali memiliki flagel. Ukuran flagel bakteri sangat kecil, tebalnya 0,02 – 0,1 mikro, dan panjangnya melebihi panjang sel bakteri. Berdasarkan tempat dan jumlah flagel yang dimiliki, bakteri dibagi menjadi lima golongan, yaitu:
Atrik, tidak mempunyai flagel.
Monotrik, mempunyai satu flagel pada salah satu ujungnya.
Lofotrik, mempunyai sejumlah flagel pada salah satu ujungnya.
Amfitrik, mempunyai sejumlah flagel pada kedua ujungnya.
Peritrik, mempunyai flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.
Pengaruh lingkungan terhadap bakteri
Kondisi lingkungan yang mendukung dapat memacu pertumbuhan dan reproduksi bakteri. Faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan reproduksi bakteri adalah suhu, kelembapan, dan cahaya.
Suhu
Berdasarkan kisaran suhu aktivitasnya, bakteri dibagi menjadi 3 golongan:
Bakteri psikrofil, yaitu bakteri yang hidup pada daerah suhu antara 0°– 30°C, dengan suhu optimum 15°C.
Bakteri mesofil, yaitu bakteri yang hidup di daerah suhu antara 15° – 55°C, dengan suhu optimum 25° – 40°C.
Bakteri termofil, yaitu bakteri yang dapat hidup di daerah suhu tinggi antara 40° – 75°C, dengan suhu optimum 25° – 40°C
Pada tahun 1967 di Yellow Stone Park ditemukan bakteri yang hidup dalam sumber air panas bersuhu 93° – 94°C.
Kelembapan
Pada umumnya bakteri memerlukan kelembapan yang cukup tinggi, kira-kira 85%. Pengurangan kadar air dari protoplasma menyebabkan kegiatan metabolisme terhenti, misalnya pada proses pembekuan dan pengeringan.
Cahaya
Cahaya sangat berpengaruh pada proses pertumbuhan bakteri. Umumnya cahaya merusak sel mikroorganisme yang tidak berklorofil. Sinar ultraviolet dapat menyebabkan terjadinya ionisasi komponen sel yang berakibat menghambat pertumbuhan atau menyebabkan kematian. Pengaruh cahaya terhadap bakteri dapat digunakan sebagai dasar sterilisasi atau pengawetan bahan makanan.
Jika keadaan lingkungan tidak menguntungkan seperti suhu tinggi, kekeringan atau zat-zat kimia tertentu, beberapa spesies dari Bacillus yang aerob dan beberapa spesies dari Clostridium yang anaerob dapat mempertahankan diri dengan spora. Spora tersebut dibentuk dalam sel yang disebut endospora. Endospora dibentuk oleh penggumpalan protoplasma yang sedikit sekali mengandung air. Oleh karena itu endospora lebih tahan terhadap keadaan lingkungan yang tidak menguntungkan dibandingkan dengan bakteri aktif. Apabila keadaan lingkungan membaik kembali, endospora dapat tumbuh menjadi satu sel bakteri biasa. Letak endospora di tengah-tengah sel bakteri atau pada salah satu ujungnya.
Peranan Bakteri
Bakteri menguntungkan
] Bakteri pengurai
Bakteri saprofit menguraikan tumbuhan atau hewan yang mati, serta sisa-sisa atau kotoran organisme. Bakteri tersebut menguraikan protein, karbohidrat dan senyawa organik lain menjadi CO2, gas amoniak, dan senyawa-senyawa lain yang lebih sederhana. Oleh karena itu keberadaan bakteri ini sangat berperan dalam mineralisasi di alam dan dengan cara ini bakteri membersihkan dunia dari sampah-sampah organik.
Bakteri nitrifikasi
Bakteri nitrifikasi adalah bakteri-bakteri tertentu yang mampu menyusun senyawa nitrat dari amoniak yang berlangsung secara aerob di dalam tanah. Nitrifikasi terdiri atas dua tahap yaitu:
Oksidasi amoniak menjadi nitrit oleh bakteri nitrit. Proses ini dinamakan nitritasi.


Reaksi nitritasi
Oksidasi senyawa nitrit menjadi nitrat oleh bakteri nitrat. Prosesnya dinamakan nitratasi.


Reaksi nitratasi
Dalam bidang pertanian, nitrifikasi sangat menguntungkan karena menghasilkan senyawa yang diperlukan oleh tanaman yaitu nitrat. Tetapi sebaliknya di dalam air yang disediakan untuk sumber air minum, nitrat yang berlebihan tidak baik karena akan menyebabkan pertumbuhan ganggang di permukaan air menjadi berlimpah.
Bakteri nitrogen
Bakteri nitrogen adalah bakteri yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara dan mengubahnya menjadi suatu senyawa yang dapat diserap oleh tumbuhan. Karena kemampuannya mengikat nitrogen di udara, bakteri-bakteri tersebut berpengaruh terhadap nilai ekonomi tanah pertanian. Kelompok bakteri ini ada yang hidup bebas maupun simbiosis. Bakteri nitrogen yang hidup bebas yaitu Azotobacter chroococcum, Clostridium pasteurianum, dan Rhodospirillum rubrum. Bakteri nitrogen yang hidup bersimbiosis dengan tanaman polong-polongan yaitu Rhizobium leguminosarum, yang hidup dalam akar membentuk nodul atau bintil-bintil akar. Tumbuhan yang bersimbiosis dengan Rhizobium banyak digunakan sebagai pupuk hijau seperti Crotalaria, Tephrosia, dan Indigofera. Akar tanaman polong-polongan tersebut menyediakan karbohidrat dan senyawa lain bagi bakteri melalui kemampuannya mengikat nitrogen bagi akar. Jika bakteri dipisahkan dari inangnya (akar), maka tidak dapat mengikat nitrogen sama sekali atau hanya dapat mengikat nitrogen sedikit sekali. Bintil-bintil akar melepaskan senyawa nitrogen organik ke dalam tanah tempat tanaman polong hidup. Dengan demikian terjadi penambahan nitrogen yang dapat menambah kesuburan tanah.
Bakteri usus
Bakteri Entamoeba coli hidup di kolon (usus besar) manusia, berfungsi membantu membusukkan sisa pencernaan juga menghasilkan vitamin B12, dan vitamin K yang penting dalam proses pembekuan darah. Dalam organ pencernaan berbagai hewan ternak dan kuda, bakteri anaerobik membantu mencernakan selusosa rumput menjadi zat yang lebih sederhana sehingga dapat diserap oleh dinding usus.
Bakteri fermentasi
Beberapa makanan hasil fermentasi dan mikroorganisme yang berperan:
No.
Nama produk atau makanan
Bahan baku
Bakteri yang berperan
1.
Yoghurt
susu
Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophilus
2.
Mentega
susu
Streptococcus lactis
3.
Terasi
ikan
Lactobacillus sp.
4.
Asinan buah-buahan
buah-buahan
Lactobacillus sp.
5.
Sosis
daging
Pediococcus cerevisiae
6.
Kefin
susu
Lactobacillus bulgaricus dan Srteptococcus lactis
Bakteri penghasil antibiotik
Antibiotik merupakan zat yang dihasilkan oleh mikroorganisme dan mempunyai daya hambat terhadap kegiatan mikroorganisme lain. Beberapa bakteri yang menghasilkan antibiotik adalah:
Bacillus brevis, menghasilkan terotrisin
Bacillus subtilis, menghasilkan basitrasin
Bacillus polymyxa, menghasilkan polimixin
Bakteri merugikan
Bakteri perusak makanan
Beberapa spesies pengurai tumbuh di dalam makanan. Mereka mengubah makanan dan mengeluarkan hasil metabolisme yang berupa toksin (racun). Racun tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Contohnya:
Clostridium botulinum, menghasilkan racun botulinin, seringkali terdapat pada makanan kalengan
Pseudomonas cocovenenans, menghasilkan asam bongkrek, terdapat pada tempe bongkrek
Leuconostoc mesenteroides, penyebab pelendiran makanan
Bakteri denitrifikasi
Jika oksigen dalam tanah kurang maka akan berlangsung denitrifikasi, yaitu nitrat direduksi sehingga terbentuk nitrit dan akhirnya menjadi amoniak yang tidak dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Contoh bakteri yang menyebabkan denitrifikasi adalah Micrococcus denitrificans dan Pseudomonas denitrificans.
Bakteri patogen
Merupakan kelompok bakteri parasit yang menimbulkan penyakit pada manusia, hewan dan tumbuhan.
Bakteri penyebab penyakit pada manusia:
No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Salmonella typhosa
Tifus
2.
Shigella dysenteriae
Disentri basiler
3.
Vibrio comma
Kolera
4.
Haemophilus influenza
Influensa
5.
Diplococcus pneumoniae
Pneumonia (radang paru-paru)
6.
Mycobacterium tuberculosis
TBC paru-paru
7.
Clostridium tetani
Tetanus
8.
Neiseria meningitis
Meningitis (radang selaput otak)
9.
Neiseria gonorrhoeae
Gonorrhaeae (kencing nanah)
10.
Treponema pallidum
Sifilis atau Lues atau raja singa
11.
Mycobacterium leprae
Lepra (kusta)
12.
Treponema pertenue
Puru atau patek

Bakteri penyebab penyakit pada hewan:
No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Brucella abortus
Brucellosis pada sapi
2.
Streptococcus agalactia
Mastitis pada sapi (radang payudara)
3.
Bacillus anthracis
Antraks
4.
Actinomyces bovis
Bengkak rahang pada sapi
5.
Cytophaga columnaris
Penyakit pada ikan

Bakteri penyebab penyakit pada tumbuhan:
No.
Nama bakteri
Penyakit yang ditimbulkan
1.
Xanthomonas oryzae
Menyerang pucuk batang padi
2.
Xanthomonas campestris
Menyerang tanaman kubis
3.
Pseudomonas solanacaerum
Penyakit layu pada famili terung-terungan
4.
Erwinia amylovora
Penyakit bonyok pada buah-buahan

Dekomposisi
Bakteri bekerja secara terstruktur dalam proses degradasi organisme atau proses pembusukan mayat. Proses pembusukan berawal dari mikroorganisme, misalnya bakteri-bakteri yang hidup di dalam usus besar manusia. Bakteri tersebut mulai mendegradasi protein yang terdapat dalam tubuh. Jika seluruh jenis ikatan protein sudah terputus, beberapa jaringan tubuh menjadi tidak berfungsi. Proses ini disempurnakan bakteri yang datang dari luar tubuh mayat, bisa berasal dari udara, tanah, ataupun air. Seluruh jenis bakteri ini menyerang hampir seluruh sel di tubuh dengan cara menyerang sistem pertahanan tubuh yang tidak lagi aktif, menghancurkan jaringan otot, atau menghasilkan enzim penghancur sel yang disebut protease. Kemudian dengan berbagai jenis metabolisme, mikroorganisme mulai memakan jaringan mati dan mencernanya. Tak jarang kerja proses ini dibantu reaksi kimia alami yang terjadi dalam organisme mati.
Bakteri heterotrof
Tidak semua mikroorganisme mampu mendegradasi mayat. Kebanyakan mereka berasal dari jenis bakteri heterotrof. Bakteri ini membutuhkan molekul-molekul organik dari organisme lain sebagai nutrisi agar ia dapat bertahan hidup dan berkembang biak. Berbeda dengan bakteri autotrof yang mampu menghasilkan makanan sendiri dengan CO2 sebagai nutrisi makro serta bantuan dari cahaya matahari atau sumber energi kimia lainnya.
Jenis bakteri heterotrof biasanya hidup dan berkembang biak pada organisme mati. Mereka mendapatkan energi dengan menguraikan senyawa organik pada organisme mati. Molekul-molekul besar seperti protein, karbohidrat, lemak, atau senyawa organik lain didekomposisi metabolisme tubuh bakteri tersebut menjadi molekul-molekul tunggal seperti asam amino, metana, gas CO2, serta molekul-molekul lain yang mengandung enam nutrisi utama bakteri, yaitu senyawa-senyawa karbon (C), hidrogen (H), nitrogen (N), oksigen (O), fosfor (P), serta sulfur (S).
Kumpulan unsur organik
Tubuh mayat adalah tempat hidup, sumber makanan, serta tempat berkembang biak bakteri-bakteri tersebut, karena tubuh terdiri dari kumpulan protein, karbohidrat, lemak, atau senyawa organik dan anorganik lain. Secara biologis, tubuh makhluk hidup (khususnya manusia) kumpulan dari unsur-unsur organik seperti C, H, N, O, P, S, atau unsur anorganik seperti K, Mg, Ca, Fe, Co, Zn, Cu, Mn, atau Ni. Keseluruhan unsur tersebut dibutuhkan bakteri heterotrof sebagai sumber nutrisi alias makanan utama mereka. Sementara cairan-cairan dengan pH (tingkat keasaman suatu larutan) tertentu yang berada dalam tubuh manusia adalah media kultur (lingkungan) pertumbuhan yang baik bagi bakteri-bakteri tersebut.
Bau busuk
Bau busuk dari tubuh mayat tidak hanya mengganggu, namun juga membahayakan. Pembusukan dimulai dengan pemutusan ikatan protein-protein besar pada jaringan tubuh oleh bakteri fermentasi menggunakan enzim protease. Kumpulan hasil pemutusan ikatan protein yang disebut asam amino ini dicerna berbagai jenis bakteri, misalnya bakteri acetogen. Bakteri ini mereaksikan asam amino dengan oksigen dalam tubuhnya untuk menghasilkan asam asetat, hidrogen, nitrogen, serta gas karbon dioksida. Produk asam asetat ini menimbulkan bau.
Asam asetat yang dihasilkan ini diproses kembali oleh bakteri jenis methanogen, misalnya Methanothermobacter thermoautotrophicum yang biasa hidup di lingkungan kotor seperti selokan dan pembuangan limbah (septic tank). Asam asetat direaksikan dalam sel methanogen dengan gas hidrogen dan karbon dioksida untuk menghasilkan metana, air, dan karbon dioksida. Metana dalam bentuk gas juga menghasilkan bau busuk.
Selain asam asetat dan gas metana, beberapa bakteri menghasilkan gas hidrogen sulfida yang baunya seperti telur busuk. Lebih dari itu, bau busuk mayat di lautan yang bercampur dengan uap garam bersifat racun, karena mampu mereduksi konsentrasi elektrolit dalam tubuh.
Produk berbahaya selain gas yang dihasilkan adalah cairan asam dan cairan lain yang mengandung protein toksik. Jika cairan-cairan ini sempat menginfeksi kulit yang luka atau terkena makanan, bukan hanya produk beracun yang dapat masuk ke dalam tubuh tetapi juga bakteri heterotrof patogen seperti clostridium.
Bakteri serta produk beracun ini dapat menginfeksi manusia lewat kontaminasi makanan, minuman, atau luka di kulit. Karena adanya saluran masuk ini, maka berbagai penyakit seperti malaria, diare, degradasi sel darah merah, lemahnya sistem pertahanan tubuh, infeksi pada luka (tetanus), bengkak, atau infeksi pada alat kelamin menjadi ancaman yang serius.
Cara mengatasi serangan mikroorganisme ini adalah dengan menjaga makanan dan minuman tetap steril, yaitu dengan dipanaskan. Mencuci tangan dan kaki dengan sabun antiseptik cair sebelum makan. Menjaga lingkungan agar steril dengan cara menyemprotkan obat pensteril.
Bakteri-bakteri tersebut juga dapat dicegah pertumbuhannya dengan cara meminum obat antibiotik atau suntik imunitas. Sifat-sifat inilah yang harus dipahami dengan cara mengikuti prosedur standar penanganan mayat. Antara lain menggunakan masker standar minimal WHO (tipe N-95), memakai sarung tangan khusus, serta mencuci tangan sebelum dan sesudah mengangkat satu mayat. Langkah terbaik adalah segera menguburkan mayat.
Daftar pustaka
Alcamo IE (2001). Fundamentals of microbiology. Boston: Jones and Bartlett. ISBN 0-7637-1067-9.
Atlas RM (1995). Principles of microbiology. St. Louis: Mosby. ISBN 0-8016-7790-4.
Martinko JM, Madigan MT (2005). Brock Biology of Microorganisms, 11th ed., Englewood Cliffs, N.J: Prentice Hall. ISBN 0-13-144329-1.
Holt JC, Bergey DH (1994). Bergey's manual of determinative bacteriology, 9th ed., Baltimore: Williams & Wilkins. ISBN 0-683-00603-7.
Hugenholtz P, Goebel BM, Pace NR (1998). "Impact of culture-independent studies on the emerging phylogenetic view of bacterial diversity". J Bacteriol 180 (18): 4765–74.
Funke BR, Tortora GJ, Case CL (2004). Microbiology: an introduction, 8th ed,, San Francisco: Benjamin Cummings. ISBN 0-8053-7614-3.

Materi - VIRUS

VIRUS
Virus adalah parasit berukuran mikroskopik yang menginfeksi sel organisme biologis. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan menginvasi dan mengendalikan sel makhluk hidup karena virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri. Dalam sel inang, virus merupakan parasit obligat dan di luar inangnya menjadi tak berdaya. Biasanya virus mengandung sejumlah kecil asam nukleat (DNA atau RNA, tetapi tidak kombinasi keduanya) yang diselubungi semacam bahan pelindung yang terdiri atas protein, lipid, glikoprotein, atau kombinasi ketiganya. Genom virus menyandi baik protein yang digunakan untuk memuat bahan genetik maupun protein yang dibutuhkan dalam daur hidupnya.
Istilah virus biasanya merujuk pada partikel-partikel yang menginfeksi sel-sel eukariota (organisme multisel dan banyak jenis organisme sel tunggal), sementara istilah bakteriofag atau fag digunakan untuk jenis yang menyerang jenis-jenis sel prokariota (bakteri dan organisme lain yang tidak berinti sel).
Virus sering diperdebatkan statusnya sebagai makhluk hidup karena ia tidak dapat menjalankan fungsi biologisnya secara bebas. Karena karakteristik khasnya ini virus selalu terasosiasi dengan penyakit tertentu, baik pada manusia (misalnya virus influenza dan HIV), hewan (misalnya virus flu burung), atau tanaman (misalnya virus mosaik tembakau/TMV).
Sejarah
Penelitian mengenai virus dimulai dengan penelitian mengenai penyakit mosaik yang menghambat pertumbuhan tanaman tembakau dan membuat daun tanaman tersebut memiliki bercak-bercak. Pada tahun 1883, Adolf Mayer, seorang ilmuwan Jerman, menemukan bahwa penyakit tersebut dapat menular ketika tanaman yang ia teliti menjadi sakit setelah disemprot dengan getah tanaman yang sakit. Karena tidak berhasil menemukan mikroba di getah tanaman tersebut, Mayer menyimpulkan bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh bakteri yang lebih kecil dari biasanya dan tidak dapat dilihat dengan mikroskop.[1]
Pada tahun 1892, Dimitri Ivanowsky dari Rusia menemukan bahwa getah daun tembakau yang sudah disaring dengan penyaring bakteri masih dapat menimbulkan penyakit mosaik. Ivanowsky lalu menyimpulkan dua kemungkinan, yaitu bahwa bakteri penyebab penyakit tersebut berbentuk sangat kecil sehingga masih dapat melewati saringan, atau bakteri tersebut mengeluarkan toksin yang dapat menembus saringan. Kemungkinan kedua ini dibuang pada tahun 1897 setelah Martinus Beijerinck dari Belanda menemukan bahwa agen infeksi di dalam getah yang sudah disaring tersebut dapat bereproduksi karena kemampuannya menimbulkan penyakit tidak berkurang setelah beberapa kali ditransfer antartanaman.[1] Patogen mosaik tembakau disimpulkan sebagai bukan bakteri, melainkan merupakan contagium vivum fluidum, yaitu sejenis cairan hidup pembawa penyakit.[2]
1935, Wendell Meredith Stanley (US), Kesimpulan :TMV (tobacco mosaic virus)
1939, TMV pertama kali divisualisasikan melalui mikroskop elektron
Ukuran, struktur, dan anatomi virus
Virus merupakan organisme subselular yang karena ukurannya sangat kecil, hanya dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop elektron. Ukurannya lebih kecil daripada bakteri. Karena itu pula, virus tidak dapat disaring dengan penyaring bakteri.
Partikel virus mengandung DNA atau RNA yang dapat berbentuk untai tunggal atau ganda. Bahan genetik kebanyakan virus hewan dan manusia berupa DNA, dan pada virus tumbuhan kebanyakan adalah RNA yang beruntai tunggal. Bahan genetik tersebut diselubungi lapisan protein yang disebut kapsid. Kapsid bisa berbentuk bulat (sferik) atau heliks dan terdiri atas protein yang disandikan oleh genom virus.
Untuk virus berbentuk heliks, protein kapsid (biasanya disebut protein nukleokapsid) terikat langsung dengan genom virus. Misalnya, pada virus campak, setiap protein nukleokapsid terhubung dengan enam basa RNA membentuk heliks sepanjang sekitar 1,3 mikrometer. Komposisi kompleks protein dan asam nukleat ini disebut nukleokapsid. Pada virus campak, nukleokapsid ini diselubungi oleh lapisan lipid yang didapatkan dari sel inang, dan glikoprotein yang disandikan oleh virus melekat pada selubung lipid tersebut. Bagian-bagian ini berfungsi dalam pengikatan pada dan pemasukan ke sel inang pada awal infeksi.
Kapsid virus sferik menyelubungi genom virus secara keseluruhan dan tidak terlalu berikatan dengan asam nukleat seperti virus heliks. Struktur ini bisa bervariasi dari ukuran 20 nanometer hingga 400 nanometer dan terdiri atas protein virus yang tersusun dalam bentuk simetri ikosahedral. Jumlah protein yang dibutuhkan untuk membentuk kapsid virus sferik ditentukan dengan koefisien T, yaitu sekitar 60t protein. Sebagai contoh, virus hepatitis B memiliki angka T=4, butuh 240 protein untuk membentuk kapsid. Seperti virus bentuk heliks, kapsid sebagian jenis virus sferik dapat diselubungi lapisan lipid, namun biasanya protein kapsid sendiri langsung terlibat dalam penginfeksian sel.
Partikel lengkap virus disebut virion. Virion berfungsi sebagai alat transportasi gen, sedangkan komponen selubung dan kapsid bertanggung jawab dalam mekanisme penginfeksian sel inang.
Parasitisme virus
Jika bakteriofag menginfeksikan genomnya ke dalam sel inang, maka virus hewan diselubungi oleh endositosis atau, jika terbungkus membran, menyatu dengan plasmalema inang dan melepaskan inti nukleoproteinnya ke dalam sel. Beberapa virus (misalnya virus polio), mempunyai tempat-tempat reseptor yang khas pada sel inangnya, yang memungkinkannya masuk. Setelah di dalam, biasanya genom tersebut mula-mula ditrskripsi oleh enzim inang tetapi kemudian biasanya enzim yang tersandi oleh virus akan mengambil alih. Sintesis sel inang biasanya berhenti, genom virus bereplikasi dan kapsomer disintesis sebelum menjadi virion dewasa. Virus biasanya mengkode suatu enzim yang diproduksi terakhir, merobek plasma membran inang (tahap lisis) dan melepaskan keturunan infektif; atau dapat pula genom virus terintegrasi ke dalam kromsom inang dan bereplikasi bersamanya (provirus). Banyak genom eukariota mempunyai komponen provirus. Kadang-kadang hal ini mengakibatkan transformasi neoplastik sel melalui sintesis protein biasanya hanya diproduksi selama penggandaan virus. Virus tumor DNA mencakup adenovirus dan papavavirus; virus tumor DNA terbungkus dan mencakup beberapa retrovirus (contohnya virus sarkoma rous).
Reproduksi virus
Reproduksi virus secera general terbagi menjadi 2 yaitu litik dan lisogenik proses-proses pada siklus litik: pertama, virus akan mengadakan adsorpsi atau attachment yang ditandai dengan menempelnya virus pada dinding sel,kemudian pada virus tertentu (bakteriofag), melakukan penetrasi yaitu dengan cara melubangi membran sel dengan menggunakan enzim, setelah itu virus akan memulai mereplikasi materi genetik dan selubung protein, kemudian virus akan memanfaatkan organel-organel sel, kemudian sel mengalami lisis
Proses-proses pada siklus lisogenik: Reduksi dari siklus litik ke profag( dimana materi genetiak virus dan sel inang bergabung), bakteri mengalami pembelan binner, dan profag keluar dari kromosom bakteri.
siklus litik: • Waktu relatif singkat • Menonaktifkan bakteri • Berproduksi dengan bebas tanpa terikat pada kromosom bakteri
siklus lisogenik • Waktu relatif lama • Mengkombinasikan materi genetic bakteri dengn virus • Terikat pada kromosom bakteri
Klasifikasi virus
Virus dapat diklasifikasi menurut kandungan jenis asam nukleatnya. Pada virus RNA, dapat berunting tunggal (umpamanya pikornavirus yang menyebabkan polio dan influenza) atau berunting ganda (misalnya revirus penyebab diare); demikian pula virus Dna (misalnya berunting tunggal oada fase φ × 174 dan parvorirus berunting ganda pada adenovirus, herpesvirus dan pokvirus). Virus RNA terdiri atas tiga jenis utama: virus RNA berunting positif (+), yang genomnya bertindak sebagai mRNA dalam sel inang dan bertindak sebagai cetakan untuk intermediat RNA unting minus (-); virus RNA berunting negatif (-) yang tidak dapat secara langsung bertindak sebagai mRNA, tetapi sebagai cetakan untuk sintesis mRNA melalui virion transkriptase; dan retrovirus, yang berunting + dan dapat bertindak sebagai mRNA, tetapi pada waktu infeksi segera bertindak sebagai cetakan sintesis DNA berunting ganda (segera berintegrasi ke dalam kromosom inang ) melalui suatu transkriptase balik yang terkandung atau tersandi. Setiap virus imunodefisiensi manusia (HIV) merupakan bagian dari subkelompok lentivirus dari kelompok retrovirus RNA. Virus ini merupakan penyebab AIDS pada manusia, menginfeksi setiap sel yang mengekspresikan tanda permukaan sel CD4, seperti pembentuk T-sel yang matang.
Contoh-contoh virus
1. HIV (Human Immunodeficiency Virus)
Termasuk salah satu retrovirus yang secara khusus menyerang sel darah putih (sel T). Retrovirus adalah virus ARN hewan yang mempunyai tahap ADN. Virus tersebut mempunyai suatu enzim, yaitu enzim transkriptase balik yang mengubah rantai tunggal ARN (sebagai cetakan) menjadi rantai ganda kopian ADN (cADN). Selanjutnya, cADN bergabung dengan ADN inang mengikuti replikasi ADN inang. Pada saat ADN inang mengalami replikasi, secara langsung ADN virus ikut mengalami replikasi.
2. Virus Herpes Virus herpes merupakan virus ADN dengan rantai ganda yang kemudian disalin menjadi mARN.
3. Virus Infuenza Siklus replikasi virus influenza hampir same dengan siklus replikasi virus herpes. Hanya saja, pada virus influenza materi genetiknya berupa rantai tunggal ARN yang kemudian mengalami replikasi menjadi mARN.
4. Paramyxovirus Paramyxovirus adalah semacam virus ARN yang selanjutnya mengalami replikasi menjadi mARN. Paramyxovirus merupakan penyebab penyakit campak dan gondong.
Peranan Virus dalam Kehidupan
Beberapa virus ada yang dapat dimanfaatkan dalam rekombinasi genetika. Melalui terapi gen, gen jahat (penyebab infeksi) yang terdapat dalam virus diubah menjadi gen baik (penyembuh). Baru-baru ini David Sanders, seorang profesor ­biologi pada Purdue's School of Science telah menemukan cara pemanfaatan virus dalam dunia kesehatan. Dalam temuannva yang dipublikasikan dalam Jurnal Virology, Edisi 15 Desember ­2002, David Sanders berhasil menjinakkan cangkang luar viruz Ebola sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pembawa gen kepada sel yang sakit (paru-paru). Meskipun demikian, kebanyakan virus bersifat merugikan terhadap kehidupan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Virus sangat dikenal sebagai penyebab penyakit infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Sejauh ini tidak ada makhluk hidup yang tahan terhadap virus. Tiap virus secara khusus menyerang sel-sel tertentu dari inangnya. Virus yang menyebabkan selesma menyerang saluran pernapasan, virus campak menginfeksi kulit, virus hepatitis menginfeksi hati, dan virus rabies menyerang sel-sel saraf. Begitu juga yang terjadi pada penyakit AIDS (acquired immune deficiency syndrome), yaitu suatu penyakit yang mengakibatkan menurunnya daya tahan tubuh penderita penyakit tersebut disebabkan oleh virus HIV yang secara khusus menyerang sel darah putih. Tabel berikut ini memuat beberapa macam penyakit yang disebabkan oleh virus.
Selain manusia, virus juga menyebabkan kesengsaraan bagi hewan dan tumbuhan. Tidak sedikit pula kerugian yang diderita peternak atau petani akibat ternaknya yang sakit atau hasil panennya yang berkurang.
Penyakit hewan akibat virus
Penyakit tetelo, yakni jenis penyakit yang menyerang bangsa unggas, terutama ayam. Penyebabnya adalah new castle disease virus (NCDV). Penyakit kuku dan mulut, yakni jenis penyakit yang menyerang ternak sapi dan kerbau. Penyakit kanker pada ayam oleh rous sarcoma virus (RSV). Penyakit rabies, yakni jenis penyakit yang menyerang anjing, kucing, dan monyet. Penyebabnya adalah virus rabies.
Penyakit tumbuhan akibat virus
Penyakit mosaik, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman tembakau. Penyebabnya adalah tobacco mosaic virus (TMV) Penyakit tungro, yakni jenis penyakit yang menyerang tanaman padi. Penyebabnya adalah virus Tungro. Penyakit degenerasi pembuluh tapis pada jeruk. Penyebabnya adalah virus citrus vein phloem degeneration (CVPD).
Penyakit manusia akibat virus
Contoh paling umum dari penyakit yang disebabkan oleh virus adalah pilek (yang bisa saja disebabkan oleh satu atau beberapa virus sekaligus), cacar, AIDS (yang disebabkan virus HIV), dan demam herpes (yang disebabkan virus herpes simpleks). Kanker leher rahim juga diduga disebabkan sebagian oleh papilomavirus (yang menyebabkan papiloma, atau kutil), yang memperlihatkan contoh kasus pada manusia yang memperlihatkan hubungan antara kanker dan agen-agen infektan. Juga ada beberapa kontroversi mengenai apakah virus borna, yang sebelumnya diduga sebagai penyebab penyakit saraf pada kuda, juga bertanggung jawab kepada penyakit psikiatris pada manusia.
Potensi virus untuk menyebabkan wabah pada manusia menimbulkan kekhawatiran penggunaan virus sebagai senjata biologis. Kecurigaan meningkat seiring dengan ditemukannya cara penciptaan varian virus baru di laboratorium.
Kekhawatiran juga terjadi terhadap penyebaran kembali virus sejenis cacar, yang telah menyebabkan wabah terbesar dalam sejarah manusia, dan mampu menyebabkan kepunahan suatu bangsa. Beberapa suku bangsa Indian telah punah akibat wabah, terutama penyakit cacar, yang dibawa oleh kolonis Eropa. Meskipun sebenarnya diragukan dalam jumlah pastinya, diyakini kematian telah terjadi dalam jumlah besar. Penyakit ini secara tidak langsung telah membantu dominasi bangsa Eropa di dunia baru Amerika.
Salah satu virus yang dianggap paling berbahaya adalah filovirus. Grup Filovirus terdiri atas Marburg, pertama kali ditemukan tahun 1967 di Marburg, Jerman, dan ebola. Filovirus adalah virus berbentuk panjang seperti cacing, yang dalam jumlah besar tampak seperti sepiring mi. Pada April 2005, virus Marburg menarik perhatian pers dengan terjadinya penyebaran di Angola. Sejak Oktober 2004 hingga 2005, kejadian ini menjadi epidemi terburuk di dalam kehidupan manusia.
Diagnosis di laboratorium
Deteksi, isolasi, hingga analisis suatu virus biasanya melewati proses yang sulit dan mahal. Karena itu, penelitian penyakit akibat virus membutuhkan fasilitas besar dan mahal, termasuk juga peralatan yang mahal dan tenaga ahli dari berbagai bidang, misalnya teknisi, ahli biologi molekular, dan ahli virus. Biasanya proses ini dilakukan oleh lembaga kenegaraan atau dilakukan secara kerjasama dengan bangsa lain melalui lembaga dunia seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Pencegahan dan pengobatan
Karena biasanya memanipulasi mekanisme sel induknya untuk bereproduksi, virus sangat sulit untuk dibunuh. Metode pengobatan sejauh ini yang dianggap paling efektif adalah vaksinasi, untuk merangsang kekebalan alami tubuh terhadap proses infeksi, dan obat-obatan yang mengatasi gejala akibat infeksi virus.
Penyembuhan penyakit akibat infeksi virus biasanya disalah-antisipasikan dengan penggunaan antibiotik, yang sama sekali tidak mempunyai pengaruh terhadap kehidupan virus. Efek samping penggunaan antibiotik adalah resistansi bakteri terhadap antibiotik. Karena itulah diperlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan apakah suatu penyakit disebabkan oleh bakteri atau virus.