Selasa, 10 November 2009

Soal persiapan untuk TS gasal (Limbah/ polusi)

EVALUASI KOMPETENSI SEMESTER GENAP
TAHUN PELAJARAN 200....200....

MATA PELAJARAN : ILMU PENGETAHUAN ALAM (IPA)
KELAS/ PROG. KEAHLIAN : II/ SEMUA JURUSAN
HARI/ TANGGAL : _________________________
WAKTU : ________________(90 menit)


A. Pilihlah satu jawaban yang paling benar dengan memberi silang pada salah satu huruf di lembar jawab!

1. Proses penguraian bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme disebut .........
A. asimilasi D. katabolisme
B. biodegradasi E. anabolisme
C. metabolisme
2. Cara mengidentifikasi polusi air dilakukan dengan berbagai cara, kecuali ….
A. menguji kandungan bahan organik D. mengukur populasi bakteri
B. menguji kecepatan aliran sungai E. mengukur intensitas bau
C. menguji tingkat kekeruhan air
3. Kondisi perairan yang alirannya lambat dan banyak polutan yang terurai sehingga perairan menjadi subur disebut ….
A. autotrof D. Kemoautotrof
B. eutrofikasi E. entrofi
C. heterotrofi

4. Berikut ini adalah dampak pencemaran lingkungan perairan kecuali ….
A. peningkatan suhu air D.bertambahnya oksigen
dalam air
B. penurunan oksigen terlarut E. kekeruhan air
C. meningkatnya bahan organik
5. Hal yang perlu diperhatikan dalam pembuangan air limbah, kecuali ….
A. tidak boleh mengotori air tanah dan air permukaan
B. tidak boleh terbuka karena merupakan sarang penyakit
C. tidak boleh menyebabkan bau
D. pembuangan harus terbuka agar air cepat menguap
E. tidak boleh menggenang sembarangan
6. Karbon Monoksida (CO) merupakan polutan udara yang dapat menyebabkan ….
A. gangguan respirasi manusia D. Terbentuk hujan asam
B. peningkatan suhu udara E. Batuk berdarah
C. korosi pada logam
7. Penumpukan limbah berbahaya pada organisme akuatik paling tinggi terdapat pada .....
A. rumput laut D. ikan teri
B. udang E. penyu
C. ikan hiu
8. Di danau atau bendungan yang dipakai untuk keramba kadang-kadang mengalami musibah kematian ikan dalam jumlah besar, hal ini disebabkan....
A. adanya penyebaran racun oleh pencuri D. adanya gas beracun hasil biodegradasi sisa pakan
B. penurunan julmah air E. penaikan suhu air akibat sinar matahari
C. adanya limbah beracun yang memasuki perairan
9. Peningkatan jumlah sinar ultra violet ke bumi dapat membahayakan kesehatan manusia, yaitu ….
A. kanker kulit D. Mutasi genetik
B. kanker paru-paru E. oedema paru-paru
C. iritasi mata
10. Gas berkut ini yang termasuk pencemar primer pada udara adalah ....
A. SO3 D. CO2
B. NO2 E. CO
C. NH3
11. Berikut ini yang bukan dampak dari kejadian pemanasan global adalah ......
A. pencairan salju di kutub D. Penurunan kadar garam di pesisir
B. perubahan iklim global E. pelepasan karbon dalam tanah
C. perubahan siklus hidup flora dan fauna
12. Jumlah sampah yang dihasilkan ditentukan oleh faktor-faktor di bawah ini, kecuali :
A. standar hidup D. cara pengelolaan sampah
B. musim dan waktu E. pengolahan sampah
C. kebiasaan hidup masyarakat
13. Bahan atau sisa pengelolaan yang tidak mudah membusuk dalam penanganan limbah diistilahkan dengan :
A. Garbage D. Dead animal
B. Rubbish E. Industrial waste
C. Ashes
14. Pembakaran sampah secara besar-besaran melalui fasilitas pabrik yang khusus dibangun untuk itu, dinamakan :
A. Inceneration D. Sanitary landfill
B. Composting E. Dumping
C.Landfill
15. Yang dimaksud dengan “Recycling” adalah :
A. Pembuangan sampah di tempat yang rendah
B. Pembakaran sampah yang dilakukan secara perorangan
C. Pengolahan sampah dengan maksud dipakai kembali menjadi barang siap pakai
D. Pembuangan sampah dengan cara menimbun
E. Pengolahan sampah menjadi pupuk
16. Radiasi ultra violet yang paling berbahaya bagi makhluk hidup ditimbulkan oleh .......
A. UV-A D. UV-D
B. UV B E. UV- E
C. UV-C
17. Indikator yang digunakan untuk evaluasi penentuan derajat pengotoran air limbah secara kimiawi, adalah :
A. warna dan endapan D. bakteri E. Coli
B. COD dan bakteri E.Coli E. BOD dan COD
C. BOD dan endapan
18.Senyawa perusak ozon yang paling awet keberadaannya di udara adalah .....
A. Halon 1301 D. CFC-13
B. CFC-11 E. CFC-14
C. CFC-12
19. Pengolahan limbah cair dengan cara memasukkan ke dalam tempat menyerupai sumur disebut :
A. pengenceran D. seepage pit
B. septik tank E. riool
C. cesspool
20. Tindakan yang bisa kita lakukan untuk mengurangi kerusakan lapisan ozon antara lain.....
A. meningkatkan penggunaan parfum model aerosol
B. meningkatkan penggunaan parfum model roll on
C. mengurangi penggunaan parfum model aerosol
D. mengurangi penggunaan parfum model roll on
E. menggunalkan parfum non alkohol
21. Berikut ini termasuk cara penanganan limbah secara sederhana, kecuali....
A. pengomposan D. pembakaran
B. penumpukan E. sanitary landfill
C. produksi biogas
22. Berikut ini merupakan salah satu syarat untuk menentukan tempat pengumpulan sampah yaitu.....
A. konstruksinya kuat & tidak bocor D. terdapat pintu masuk dan pintu keluar
B. ukurannya tidak terlalu besar E. mudah dibuka dan ditutup
C. mudah diangkat ole satu orang

23. Berikut ini adalah syarat tempat pembuangan sampah, kecuali....
A. lokasi mudah dicapai oleh pejalan kaki D. lokasi jauh dengan pemukiman
B. lokasi jauh dari sumber air E. lokasi jauh dengan kegiatan perekonomian
C. lokasi harus yang bebas banjir
24. Yang bukan termasuk cara pengolahan air limbah secara alami adalah ....
A. kolam anaerob D. kolam fakultatif
B. kolam maturasi E. kolam aerob
C. IPAL
25. Yang bukan termasuk tertiary treatment dalam pengolahan limbah cari adalah ....
A. anaerobic digestion D. Penurunan mineral Fe atau Mn
B. filtrasi E. adsorbsi
C. osmosis bolak-balik
26. Jenis mikrobia yang mampu memecah selulosa paling baik adalah...
A. Methano bacillus D. Methano sarcina
B. Trichoderma E. Methano coccus
C. Methano bacterium
27. Berikut ini adalah jenis mikrobia yang mampu menghasilkan biogas kecuali ...
A. Methano bacillus D. Methano sarcina
B. Trichoderma E. Methano coccus
C. Methano bacterium
28. Gas yang dihasilkan dari fermentasi limbah organik adalah.....
A. metanol D. metena
B. etanol E. metana
C. etana
29. Bahan kimia yang digunakan untuk proses pulping agar dihasilkan jenis kertas kraf adalah....
A. Kaustik soda & Sodium sulfat D. Kalsium sulfat & Sodium sulfat
B. Kaustik soda & Amonium sulfit E. Sodium sulfat & Asam sulfat
C. Amonium sulfit & Sodium sulfat
30. Pada proses penanganan limbah gas dengan metode lime slurry scrubbing terjadi reaksi kimia sebagai berikut :
A. CaCO3 + SO2 → CaSO3 + CO2 D. Na2SO3 + H2O + SO2 → 2 NaHSO3
B. Ca(OH)2 + SO2 → CaSO3 + H2O E. NaOH + SO2 → Na2SO3 + H2O
C. Mg(OH)2 + SO2 → MgSO3 + H2O

B. Jawablah pertanyaan dengan singkat dan tepat !
1. Jelaskan pengaruh polusi air terhadap kualitas hidup manusia !
2. Berikan contoh penyakit yang timbul karena bakteri patogen akibat polusi air !
3. Bagaimana proses terjadinya hujan asam, dan pemanasan global ?
4. Bagaimana pengaruh oksigen dalam kehidupan di perairan ?
5. Jelaskan tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam penangan limbah padat !
6. Sebutkan indikator-indikator yang dapat mendeteksi adanya pencemaran oleh air limbah !
7. Apa yang kamu ketahui tentang : Sampah organik dan Sampah anorganik ?
8. Sebutkan cara-cara pemusnahan sampah yang benar !
9. Hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam proses pengomposan sehingga diperoleh kompos yang baik ?
10. Apa yang dimaksud dengan C/N ratio ? jelaskan pengaruhnya terhadap proses pengomposan !

KUNCI JAWABAN :
Bagiamn A:
1. B 2. B 3. B 4. D 5. D 6. A 7. C 8. D 9. A 10. E
11. D 12. E 13. B 14. A 15. C 16. C 17. E 18. A 19. E 20. C
21. C 22. D 23. A 24. C 25. A 26. B 27. B 28. E 29. A 30. B

Selasa, 13 Oktober 2009

TUGAS ICT-E Learning IPA Kelas XI Boga dan Busana

Tugas dikumpulkan selambatnya 1 minggu terhitung materi yang telah dijelaskan (bentuklah kelompok-kelompok dengan anggota 6 siswa, melalui / via E-mail yang dikumpulkan ke alamat email : djaduq@live.com. Sebagai bahan persiapan dan materi dapat dilihat di Blogger : www.nanangbaskara.blogspot.com
A. Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan singkat dan tepat !
1) Apa penyebab utama yang membuat udara susunannya tidak sama di beberapa tempat ?
2) Jelaskan apa akibat yang ditimbulkan bila kita selalu menghirup udara yang kotor !
3) Sebutkan kegunaan dari karbondioksida, ozon, dan campuran CO2 dan uap air !
4) Apakah manfaat karbonmonoksida bagi kehidupan di bumi?
5) Jelaskan sumber pencemar, efek samping dan cara penanggulangan dari bahan pencemar berikut :
a. Karbon monoksida (CO2)
b. Oksida belerang (SO2)
c. Karbon dioksida (CO)

MATERI IPA KELAS XI BUSANA DAN BOGA

BAB I.
MENGIDENTIFIKASI JENIS-JENIS LIMBAH

Pencemaran lingkungan (environmental pollution) merupakan satu dari beberapa faktor yang dapat mempengaruhi kualitas lingkungan. Menurut Undang-undang RI No. 23 tahun 1997 tentang pengelolaan lingkungan hidup pasal 1 ayat (12) menyebutkan; pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan/ atau komponen lain ke dalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukannya.
Makhluk hidup, zat, energi yang dimasukkan kedalam lingkungan hidup tersebut biasanya merupakan sisa suatu usaha dan /atau kegiatan manusia. Sisa suatu usaha dan/ atau kegiatan manusia disebut juga limbah. Karena itu dapat dikatakan bahwa salah satu penyebab pencemaran lingkungan adalah sebagai akibat adanya limbah yang dibuang ke dalam lingkungan hingga daya dukung terlampaui.
Lingkungan terdiri terdiri dari komponen makhluk hidup (biotik) dan makhluk tak hidup ( abiotik) . Lingkungan hidup yang baik adalah suatu lingkungan hidup yang komponen-komponennya dalam keadaan seimbang. Apabila interaksi antara komponen-komponennya mengalami perubahan , maka beberapa komponen tersebut mengalami perubahan fungsi dan eksistensinya. Lingkungan yang demikian dikatakan telah terjadi pencemaran. Bahan yang menyebabkan pencemaran disebut dengan limbah atau polutan.

A. Pengertian Limbah
Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses yang kehadirannya pada suatu saat dan tempat tertentu tidak dikehendaki lingkungan. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.
Limbah berdasarkan wujudnya dapat dikategorikan dalam bentuk limbah padat, limbah cair dan limbah gas. Sedangkan berdasarkan asalnya bisa dikelompokkan menjadi limbah organik dan limbah anorganik. Pengelompokkan limbah juga dapat didasarkan sifatnya, yaitu misalnya; limbah logam dan limbah non logam; atau limbah tidak berbahaya dan limbah berbahaya (B-3); atau limbah yang mudah terbakar dan limbah yang sulit terbakar; atau limbah yang bisa membusuk dan limbah yang tidak bisa membusuk.
Masing-masing jenis limbah tersebut tidak dapat diperlakukan secara seragam, karena tiap-tiap jenis limbah harus ditangani dengan proses yang berbeda-beda. Pengetahuan akan sifat-sifat limbah sangat penting untuk mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang layak, selain itu pemahaman mengenai sifat-sifat limbah akan sangat membantu dalam penatapan metode penanganan dan atau pembuangan limbah yang efektif.

B. Sumber dan Jenis Limbah
Seiring dengan berkembangnya tingkat kemajuan hidup masyarakat, sumber dan macam limbah makin beraneka ragam. Secara umum dapat disimpulkan bahwa makin maju tingkat kebudayaan masyarakat maka makin kompleks pula sumber dan macam limbah yang ditemui.
Limbah pada intinya adalah hasil samping dari aktifitas manusia atau dari aktifitas alam, yang mengganggu keseimbangan lingkungan hidup. Sumber limbah dari proses-proses alam, antara lain pembusukan bahan organik secara alami, aktifitas gunung berapi, banjir, tanah longsor dan aktifitas alam lainnya.
1. Sumber limbah dari Perbuatan / aktifitas manusia misalnya :
Å hasil pembakaran bahan bakar yang terjadi pada industri dan kendaraan bermotor
Å pengolahan bahan tambang mineral dan minyak bumi
Å proses pembakaran hutan untuk membuka lahan baru
Dari kedua sumber pencemar lingkungan tersebut, yang relatif dapat dikendalikan adalah limbah yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Faktor pendorong aktifitas manusia yang menghasilkan limbah antara lain:
1. Industrialisasi (limbah pabrik, pertambangan, transportasi)
2. Modernisasi.
3. Urbanisasi
Å Pembukaan hutan untuk pemukiman dan sarana transportasi.
Å Penimbunan sampah
Pertambanhan penduduk yang pesat (meningkatnya kebutuhan tempat tinggal).
Dalam kehidupan sehari-hari, dikenal beberapa sumber penghasil limbah misalnya : a) dari rumah tangga; b) dari daerah pemukiman; c) dari daerah perdagangan; d) dari daerah industri; e) dari daerah peternakan; f) dari daerah pertanian; g) dari daerah pertambangan; dan h) dari jalan dan sebagainya.
Dalam ilmu kesehatan lingkungan, pembagian macam limbah yang sering dilakukan adalah gabungan dari cara pembagian di atas. Dalam hal ini, limbah dibedakan menjadi :
Garbage, adalah sisa pengelolaan atau sisa makanan yang mudah membusuk. Misal : limbah rumah tangga, restoran, hotel dll.
Rubbish, adalah bahan yang tidak mudah membusuk, yang dibedakan atas : a) yang mudah terbakar seperti kayu, kertas dan b) yang tidak mudah terbakar seperti kaleng dan kaca.
Ashes, adalah segala jenis abu, misalnya yang terjadi sebagai hasil pembakaran kayu, batu bara di rumah-rumah maupun industri
Dead animal, adalah segala jenis bangkai terutama yang besar, seperti kuda, sapi, kucing, dan tikus.
Street sweeping, adalah segala jenis sampah atau kotoran yang berserakan di jalan, karena dibuang oleh pengendara mobil ataupun masyarakat yang tidak bertanggung jawab.
Industrial waste, adalah benda-benda padat sisa yang merupakan sampah hasil industri. Misalnya industri kaleng dengan potongan-potongan sisa kaleng yang tidak dapat digunakan.
Berdasar dari sumber ini, maka macam dan komposisi limbah menjadi beraneka ragam. demikian pula dengan jumlah yang dihasilkan karena pada umumnya ditentukan oleh : a) kebiasaan hidup masyarakat; b) musim dan waktu; c) standar hidup; d) cara pengelolaan. Sebagai contoh komposisi dan kondisi limbah yang ada di kota besar seperti Jakarta sebagai berikut:
Jumlah sampah di DKI Jakarta saat ini diperkirakan dapat mencapai 25.600 m3/hari, dari jumlah tersebut yang tertanggulangi sebersar 22.500 m3/hari (83%), sisanya sebesar 3.100 m3/hari (17%) digunakan sebagai bahan pupuk (kompos), mengurug tanah, dibakar dan dibuang ke sungai. Komposisi sampah DKI Jakarta (1999) terdiri dari :
1. Non Organik 34,95 %, yang terdiri atas :
- kertas : 10,11 % ; kayu : 3,12 % ; kain : 2,45 % ; karpet/kulit : 0,56 % ; plastik : 11,08 % ; metal/logam : 1,90 % ; glass : 1.03 % ; tulang : 1,09 % ; lain-lain : 2,74 %.
2. Organik
Berdasarkan sumber limbah padat, sebesar 58% berasal dari rumah tangga, 10% berasal dari pasar, 15% dari kegiatan komersial, 15% dari kegiatan industri dan 2% dari taman, jalan dan sungai.
Limbah yang dihasilkan oleh kegiatan manusia dan alam dibedakan ke dalam limbah organik dan limbah anorganik. Limbah organik adalah limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup, seperti : sisa tumbuhan dan bangkai hewan. Limbah ini dapat diuraikan oleh bakteri pengurai dalam tanah (dapat busuk). Sedangkan limbah anorganik adalah limbah yang berasal dari makhluik tak hidup atau bahan-bahan sintetis, Limbah ini termasuk yang sulit membusuk.
Lebih jauh mari kita pelajari sifat dari limbah-limbah tersebut berdasarkan wujudnya.

1. Limbah Padat
Limbah berbentuk padat ini di dalam air dapat bersifat anorganik dan organik, dan bahan radioaktif. Polutan ini menurut sifatnya dapat berbentuk bahan yang dihancurkan oleh organisme hidup (degradable compound ) dan bahan yang tidak dapat dihancurkan ( non-degraddable compound ). Bahan-bahan yang tidak dapat dihancurkan oleh organisme ini biasanya mengalami akumulasi dalam komponen-komponen lingkungan dan akan menimbulkan gangguan kesehatan. Beberapa limbah padat antara lain : logam, kaca, plastik, kayu, kertas dan kain.
a. Logam
Pencemaran lingkungan oleh logam berat telah banyak terjadi terutama setelah diketahui adanya keracunan merkuri (Hg) yang dikenal dengan istilah "Minamata disease" yang menyebabkan paralisa pada nelayan-nelayan ikan di Minamata Bay dan Jintsu River. Dua hal penyebab utama sehingga logam berat menjadi pencemar yang berbahaya yaitu logam berat yang tidak dapat dihancurkan oleh organisme hidup di lingkungan dan diakumulasikan di komponen-komponen lingkungan, terutama pada dasar sedimen sungai dan danau, dengan membentuk komplek bersama bahan organik dan anorganik secara adsorbsi dan kombinasi.
Beberapa logam berat seperti : Tembaga (Cu), Seng (Zn), Besi (Fe), Molibden (Mb), Crom (Cr) dan Cobalt (Co). Pada umumnya terdapat 5 sumber logam berat bagi perairan tawar :
1. Geological Weathering", sumber ini merupakan background level.
2. Industri logam. Pada waktu penambangan logam, partikel logam yang terbentuk hanya sebagian saja yang akan tersaring oleh sistem pemurnian sehingga jumlah besar logam akan dibuang ke lingkungan.
3. Pemakaian bahan logam. Misalnya pemakaian garam kromiun pada pabrik kuit, bahan tembaga untuk alat proteksi, Tetraetillead (TEL) sebagai bahan anti letusan pada bahan bakar mesin dan sebagainya.
4. Logam berat yang berasal buangan kotoran hewan dan manusia.
5. Pencucian bahan logam dari sampah. Sumber ini banyak sekali mempngeruhi kualitas air, terutama dari buangan padat.
1). Merkuri (Mg)
Merkuri didapatkan di lapangan dalam berbagai bentuk senyawa kimia, dan perilaku pada tubuh organisme berbeda-beda. Perubahan elemen merkuri menjadi metil merkuri terjadi di lingkungan oleh aktifitas bakteri. Nilai ambang batas merkuri adalah 0,1 mg/ m3. Merkuri biasanya digunakan sebagai logam dan keadaanya mudah menguap pada temreratur kamar. Merkuri berasal dari bahan makanan terutama ikan dan sumber pencemar lainnya
2). Kadmium (Cd)
Kadmium banyak terdapat pada kerak bumi, penyebarannya biasannya bersama dengan seng (Zn). Cd banyak digunakan untuk lapisan logam, campuran logam, zat warna, batery, dsb. Manusia dapat terkontaminasi oleh Kadmium melalui pencernaan makanan dan pernafasan. Nilai ambang batas kadmium baik berbentuk logam ataupun oksida ialah : 0,05mg/ m3. Akibat gangguan kesehatan kerena kadmium dapat terjadi secara akut dan kronis. Keracunan akut oleh kadmium menimbulkan : gejala sesak nafas, sakit kepala dan menggigil, serta melalui pernafasan dapat menyebabkan pleuneria.
3). Timah hitam (Pb)
Timah banyak terdapat di kerak bumi. Pb dalam industri digunakan sebagai bahan pelapis untuk bahan kerajinan dari tanah, sel batere basah (accu), campuran BBM, dan sekarang banyak juga digunakan sebagai pelapis pita-pita, karena mempunyyai sifat resisten terhadap bahan korosif. Keracunan timah diakibatkan oleh pengisapan bagian kecil dari asap atau debu timah yang kemudian diserap oleh aliran darah dan terakumulasi di sumsum tulang. Sehingga jika terkontaminasi timah dapat menyebabkan sakit pada sendi, kepla, anemia, dan terjadi paralisis pada urat syaraf.
4). Kromium (Cr)
Nilai ambang batas kromium adalah 1,0 mg/ m3; kromat 0,1 mg/ m3 dan garam krom 0,5 mg/m3. banyak digunakan untuk campuran besi dalam pembuatan baja yang tahan karat dan berkekuatan tinggi. Logam krom tidak menimbulkan resiko media, tetapi senyawa krom dapat menimbulkan pengisapan kabut asam dan jika kontak dengan kulit dapat menyebabkan iritasi (bisul bernanah) dan saluran pernafasan di dalamnya, dan kanker paru-paru.
5). Zink (Zn)
Nilai ambang batas zink oksida : 5 mg/ m3 dan zink clorida : 1 mg/ m3.Seng banyak digunakan untuk bahan pelapis kuningan, media bungkus produk industri. Seng tidaklah berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi untuk seng klorida bila kena kulit atau mata dapat menimbulkan gangguan kesehatan, dan diare.

b. Kaca
Kaca dibuat dari pasir dan batu gamping. Dalam kehidupan sehari-hari, kaca dibuat dan digunakan dalam bentuk botol dan lembaran untuk arsitektur, komponen kendaraan, elektronik dan sanitari. Kaca tidak bisa busuk dan sebenarnya secara kimia tidak berbahaya bagi manusia. Kaca juga mudah di daur ulang, atau digunakan ulang. Selain dibuat dari pasir dan gamping, kaca juga bisa dibuat dari botol dan stoples daur ulang.
c. Plastik
Plastik adalah bahan polimer sintetis yang murah, kuat, mudah diperoleh dan tahan lama. Tak heran sekarang banyak barang yang terbuat dari plastik. Dalam kehidupan sehari-hari, plastik dibuat dan digunakan dalam bentuk botol dan lembaran pembungkus/kemasan bahan arsitektur, komponen kendaraan, elektronik, furniture dan sanitari. Plastik juga tidak bisa busuk dan sebenarnya secara kimia sedikit berbahaya bagi manusia. Plastik di daur ulang, atau digunakan ulang. Plastik daur ulang ada yang dipakai untuk membuat kursi taman, tiang pagar, sepatu boot, atau botol-botol baru.
Banyak swalayan yang menyediakan tas plastik bari konsumennya untuk membawa barang belanjaan. Sering kali sesampai dirumah dibuah begitu saja. Beberapa swalayan sekarang sudah mulai menambah biaya kantong palstik belanja. Ini untuk mendorong masyarakat agar menggunakan ulang tas plastik yang dimilikinya. Tindakan ini untuk menekan jumlah sampah dan limbah dari plastik.
d. Kertas
Dalam kehidupan sehari-hari, kertas digunakan dalam bentuk karton, dan lembaran-lembaran kertas untuk stasionery (media tulis-menulis/ cetak), pembungkus dan sanitari. Kertas bisa busuk dan sebenarnya secara kimia tidak berbahaya bagi manusia. Kertas juga mudah di daur ulang, atau digunakan ulang. Selain dibuat dari pulp serat alami, kaca juga bisa dibuat dari kertas daur ulang.
e. Kain
Dalam kehidupan sehari-hari, kain digunakan dalam bentuk lembaran-lembaran untuk media lukis, sanitasi, busana, mebel, tenda, dll. Kain ada dua macam, yaitu kain yang terbuat dari benang alami (kapas, sutera, wool) dan kain yang terbuat dari benang sintetis (tetoron). Kain dari bahan alami bisa busuk dan sebenarnya secara kimia tidak berbahaya bagi manusia. Kain yang terbuat dari bahan sintetis sulit bahkan tidak bisa membusuk. Kain juga bisa di daur ulang, atau digunakan ulang. Misalnya kain usang bisa digunakan untuk kain pel atau di urai benangnya digunakan untuk bahan pengisi kursi, sofa, sumbu kompor, dll.

2. Limbah Cair
Proses keseimbangan alam akan terganggu dan terjegal bahkan sampai kehidupan sirna oleh penggelontoran berbagai macam limbah seperti : industri, permukiman, pertanian yang semena-mena. Perairan alami seperti sungai dn danau merupakan tempat pembuangan sampah manusia modern. Air telah dikotori oleh tinja, limbah, sampah dan diracuni dengan berbagai bahan kimia seperti logam berat, pertisida, dan sebagainya. Demikian juga sisa aktifitas manusia seperti : limbah industri, limbah pemukiman, nitrat dari pupuk, air panas dari pusat pembangkit tenaga listrik. Semua itu menjadikan eutrofikasi pada tubuh air yang dapat menurunkan kualitas perairan.
Menurut Peraturan Pemerintah RI No. 82 tahun 2001, air limbah adalah sisa dari suatu usaha dan atau kegiatan yang berwujud cair. Air limbah dapat berasal dari rumah tangga (domestic) maupun industri (industry). Air limbah domestik terdiri dari tiga fraksi penting yaitu:
1. Tinja (faeces), yang berpotensi mengandung mikroba patogen.
2. Air seni (urine) umumnya mengandung Nitrogen dan Posfor, serta kemungkinan kecil mikroorganisme. Campuran air seni dan tinja disebut excreta.
3. Grey water, atau air bekas cucian dapur,mesin cuci, dan kamar mandi.
Air limbah industri umumnya terjadi sebagai akibat dari adanya pemakaian air dalam proses produksi. Di industri, air umumnya memiliki beberapa fungsi, antara lain: Sebagai air pendingin; Untuk transportasi produk atau bahan baku; Sebagai air proses; Untuk mencuci dan membilas produk atau peralatan.
Zat-zat yang terkandung di dalam air limbah industri sangat bervariasi, sesuai peruntukannya di masing-masing industri. Beberapa dampak buruk dari air limbah antara lain: Gangguan kesehatan; Penurunan kualitas lingkungan; Gangguan keindahan; Gangguan terhadap kerusakan benda.
Berdasarkan hasi penelitian terhadap DAS (Daerah Aliran Sungai ) di pulau Jawa sejak PELITA III dan IV, tampak adanya penurunan kualitas air dari tahun-ke tahun sebagai akibat terbebannya sungai oleh berbagai limbah terutama limbah rumah tangga dan industri. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa beberapa DAS di pulau Jawa seperti DAS Ciliwung, Cisadane, Bengawan Solo, Brantas, Citanduy, Citarum, Kali Garang telah tercemari oleh limbah domestik yang ditandai tingginya kandungan N, P, BOD dan bakteri Coli,sp oleh sungai dan rendahnya kandungan DO tertama di bagian hilir sungai. Tidak hanya oleh limbah kimiawi tetapi juga limbah fisik berupa substansi yang tersuspensi semisal endapan lumpur dan sampah polimer.
Hal tersebut diatas menyebabkan semakin merosotnya mutu air pada perairan bebas di Indonesia dan khususnya Pulau Jawa sebagai akibat penggundulan hutan dan penggunaan tataguna lahan yang tidak berimbang terhadap lingkungan. Penggunaan tata guna lahan yang tidak proporsional terhadap luas resapan juga mengakibatkan limpasan dalam jumlah yang besar dan pada akhirnya daerah hilir akan menerima akibat dari rusaknya lingkungan daerah hulu. Dampak pencemaran atau eksploitasi ekosistem baik darat atau ekosistem air tawar tidak hanya menurunkan kualitas air dan perairan di daratan saja, tetapi juga menimpulkan dampak berkelanjutan hingga ke pesisir dan lautan, termasuk kerusakan mangrove (bakau) dan terumbu karang.
Adapun untuk mengetahui sejauh mana pencemaran akibat limbah cair terhadap lingkungan dapat diketahui dengan adanya beberapa indikator, yaitu :
1. Indikator bilogis; yang umum dipakai adalah jumlah bakteri E. Coli dalam air limbah.
2. Indikator fisik; pengukuran bahan terlarut dan endapan dalam air limbah yang dinyatakan dalam satuan ppm (mg/lt).
3. Indikator kimiawi; yaitu dengan mengukur :
a. BOD (Biochemical Oxygen Demand)
BOD5 mencerminkan secara tidak langsung kandungan senyawa karbon melalui pengukuran langsung jumlah oksigen yang diperlukan oleh mikroorganisme pada temperatur 200 selama 5 hari. Dengan mengetahui perbedaan tingkat BOD5 dari pemasukan (inlet) dan pengeluaran (outlet) akan mempermudah perhitungan efisiensi pembersihan.
b. COD (Chemical Oxygen Demand)
Nilai COD menunjukkan konsentrasi oksigen yang diperlukan untuk mengoksidasi semua senyawa karbon dalam sampel. Pengukuran COD didasarkan pada reaksi panas pada sampel dengan senyawa-senyawa kimiawi selama periode pemanasan 2 jam pada 1480C.
Sehubung dengan masalah limbah ini berikut disajikan komponen penyebab pencemaran, pengaruh, dan sumber yang menghasilkannya, dan jenis industri penghasil pencemar logam berat.

3. Limbah Gas
Sejumlah bahan pencemar anorganik berbentuk gas masuk ke atmosfer sebagai hasil dari aktivitas manusia. Gas-gas tersebut antara lain CO, SO2, NO, dan NO2 yang jumlahnya relatif sedikit dibandingkan gas CO2 di atmosfer. Gas pencemar anorganik lainnya adalah NH3, N2O, N2O5, H2S, CL2, HCl, dan HF. Sejumlah gas tersebut masuk ke atmosfer sebagai akibat dari aktivitas manusia. Secara global emisi dari karbon monoksida, belerang diokasida, dan nitrogen oksida berkisar antara satu sampai beberapa rauts juta ton per tahun.
Macam-macam emisi gas limbah suatu kilang yang perlu diperhatikan pada umumnya selain tergantung dari bahan yang diolah juga terutama akan berupa particulate matters (asap, debu, kabut, dan bahan lain yang tidak berdiameter 0,001 – 200 UM ), yang melayang-layang di udara.
Secara alami NOx (campuran NO dan NO2) masuk ke atmosfer melalui halilintar, proses-proses biologis dan sumber-sumber zat pencemar. NOx dengan konsentrasi tinggi sangat merusak kualitas udara. NO, secara biokimia dapat berikatan dengan haemoglobin dan mengurangi efisiensi transfor oksegen. Bagi tanaman, pemaparan 10 ppm NO menyebabkan menurunnya kecepatan fotosintesis yang bersifat reversibel.
NO2 lebih toksik bagi manusia. Pada konsentasi 50-100ppm dalam waktu beberapa menit sampai satu jam, menyebabkan inflamasi jaringan paru-paru. Pada konsentrasi 150-200 ppm menyebabkan bronchiolities fibrosa obliterons. Kematian biasanya terjadi dari 2-10 hari setelah subyek terpapar 500 ppm atau lebih. Pada akhirnya NO2 hilang dari atmosfer sebagai asam nitrit, nitrat atau sebagai nitrogen organik. Asam ini akan terbawa oleh air hujan membentuk hujan asam.
Fluor, hidrogen fluorida, dan senyawa fluorida menguap lainnya dihasilkan dalam industri aluminium, dan hidrogen fluorida dari konversi fluoropatit (batu karang fosfat) menjadi asam fosfat, pupuk super fosfat, dan produk-produk fosfor lainnya.
Hidrogen fluorida merupakan gas yang sangat berbahaya, bersifat korosif bahkan bereaksi dengan kaca. Menyebabkan iritasi pada jaringan tubuh, dan saluran napas.Pemaparan dari HF pada tingkat satu perseribu dapat berakibat fatal. Toksisitas akut dari fluor lebih berbahaya dari HF. Pemaparan secara kronik dari fluorida dengan konsentrasi tinggi dapat menyebabkan fluorosis, suatu gejala bercak-bercak pada gigi dan kondisi pathological tulang.
Gas klor (Cl2) tidak terdapat sebagai bahan pencemar dalam jumlah yang cukup besar di atmosfer tetapi sangat berbahaya pada daerah setempat. Gas ini banyak digunakan dalam industri kimia, industri plastik, dan dalam pengolahan air limbah. Klorin sangat toksik dan menyebabkan iritasi membran mocus (selaput lendir). Hidrogen klorida (HCl) dihasilkan dari berbagai sumber. Ensinerasi (pembakaran) plastik seperti PVC melepaskan HCl ke atmosfer. Gas ini berbahaya bagi manusia terutama mengganggu pernapasan.

Rabu, 09 September 2009

Dimanakah Letak Bahagiaku......(Ahira--my hopefull friend)

Untuk.... Agustinus Nanang Baskara, S. Si - Temanku Yang Luar Biasa!
Apa kabarnya hari ini? :-)
Salam hangat selalu,dari temanmu...Anne AhiraDimana Letak Bahagia Anda? "Tempat untuk berbahagia itu ada di sini.

Waktu untuk berbahagia itu kini. Cara untuk berbahagia ialah dengan membuat orang lain berbahagia"
- Robert G. Ingersoll ,Agustinus Nanang Baskara, S. Si, apakah saat ini merasa bahagia?Di mana letak kebahagiaan Agustinus Nanang Baskara, S. Si sesungguhnya? Apakah pada moleknya tubuh? ...Jelitanya rupa? ...Tumpukan harta? ....atau barangkali punya mobil mewah & tingginya jabatan?Jika itu semua sudah Agustinus Nanang Baskara, S. Si dapatkan, apakah Agustinus Nanang Baskara, S. Si bisamemastikan bahwa Agustinus Nanang Baskara, S. Si *akan* bahagia?
Hari ini saya akan mengajak Agustinus Nanang Baskara, S. Si untuk melihat, kalau limpahan harta tidak selalu mengantarkan pada kebahagiaan
Dan ini kisah nyata...Ada delapan orang miliuner yang memiliki nasib kurangmenyenangkan di akhir hidupnya. Tahun 1923, para miliunerberkumpul di Hotel Edge Water Beach di Chicago, AmerikaSerikat. Saat itu, mereka adalah kumpulan orang-orang yangsangat sukses di zamannya.Namun, tengoklah nasib tragis mereka 25 tahun sesudahnya!Saya akan menyebutnya satu persatu
:=> Charles Schwab, CEO Bethlehem Steel, perusahaan besi baja ternama waktu itu. Dia mengalami kebangkrutan total, hingga harus berhutang untuk membiayai 5 tahun hidupnya sebelum meninggal.
=> Richard Whitney, President New York Stock Exchange. Pria ini hrs menghabiskan sisa hidupnya dipenjara Sing Sing.
=> Jesse Livermore (raja saham "The Great Bear" di Wall Street), Ivar Krueger (CEO perusahaan hak cipta), Leon Fraser (Chairman of Bank of International Settlement), ketiganya memilih mati bunuh diri.
=> Howard Hupson, CEO perusahaan gas terbesar di Amerika Utara. Hupson sakit jiwa dan meninggal di rumah sakit jiwa.
=> Arthur Cutton, pemilik pabrik tepung terbesar di dunia, meninggal di negeri orang lain.
=> Albert Fall, anggota kabinet presiden Amerika Serikat, meninggal di rumahnya ketika baru saja keluar dari penjara.Kisah di atas merupakan bukti, bahwa kekayaan yang melimpahbukan jaminan akhir kehidupan yang bahagia!Kebahagiaan memang menjadi faktor yang begitu didambakanbagi semua orang. Hampir segala tujuan muaranya ada padakebahagiaan. Kebanyakan orang baru bisa merasakan *hidup*jika sudah menemukan kebahagiaan.Pertanyaannya... di mana kita bisa mencari kebahagiaan?Apakah di pusat pertokoan? Salon kecantikan yang mahal?Restoran mewah? Di Hawaii? di Paris? atau di mana?Sesungguhnya, kebahagiaan itu tdk perlu dicari kemana-mana... karena ia ada di hati setiap manusia. Carilah kebahagiaan dalam hatimu! Telusuri 'rasa' itu dalam kalbumu! Percayalah, ia tak akan lari kemana-mana...Hari ini saya akan berbagi tips bagaimana kita sesungguhnyabisa mendapatkan kebahagiaan *setiap hari*. Berikut adalah tips yang bisa Agustinus Nanang Baskara, S. Si lakukan:
1. Mulailah Berbagi! Ciptakan suasana bahagia dengan cara berbagi dengan orang lain. Dengan cara berbagi akan menjadikan hidup kita terasa lebih berarti.
2. Bebaskan hati dari rasa benci, bebaskan pikiran dari segala kekhawatiran. Menyimpan rasa benci, marah atau dengki hanya akan membuat hati merasa tidak nyaman dan tersiksa.
3. Murahlah dalam memaafkan! Jika ada orang yang menyakiti, jangan balik memaki-maki. Mendingan berteriak "Hey! Kamu sudah saya maafkan!!". Dengan memiliki sikap demikian, hati kita akan menjadi lebih tenang, dan amarah kita bisa hilang. Tidak percaya? Coba saja! Saya sering melakukannya. :-)
4. Lakukan sesuatu yang bermakna. Hidup di dunia ini hanya sementara. Lebih baik Agustinus Nanang Baskara, S. Si gunakan setiap waktu dan kesempatan yang ada untuk melakukan hal-hal yang bermakna, untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Dengan cara seperti ini maka kebahagiaan Agustinus Nanang Baskara, S. Si akan bertambah dan terus bertambah.5. Dan yang terakhir, Agustinus Nanang Baskara, S. Si jangan terlalu banyak berharap pada orang lain, nanti Agustinus Nanang Baskara, S. Si akan kecewa!Ingat, kebahagiaan merupakan tanggung jawab masing-masing,bukan tanggung jawab teman, keluarga, kekasih, atau orang lain.Lebih baik kita perbanyak harap hanya kepada Yang MahaKasih dan Kaya. Karena Dia-lah yang menciptakan kita, danDia-lah yang menciptakan segala 'rasa', termasuk rasa bahagia yang selalu Agustinus Nanang Baskara, S. Si inginkan. ^_^

Kamis, 09 Juli 2009

Adakah Harapan di Sekolah katolik?

“Nanti putra-putri dari Bapak Ibu mau disekolahkan mana ya..?”, suatu pertanyaan yang selalu ada dalam benak orang tua yang anaknya akan masuk ke bangku pendidikan. Saya pikir tentu banyak sekali keluarga Katholik yang masih bingung menentukan pendidikan buat anaknya. Melihat pilihan dari orangtua atau siswa itu sendiri jika sudah mampu untuk memilih, tentu pilihan itu akan jatuh pada mutu sekolah atau pendidikan yang baik. Yang menjadi pertimbangan tentu, apakah pendidikan atau sekolah katolik bisa memberikan alternative sekolah yang bermutu atau ideal? Meskipun indikator mutu pendidikan yang menjadi paradigma masyarakat masih bersifat relative, tetapi masyarakatpun bisa menilai apakah sekolah yang dipilih itu menjadi ideal dalam hidupnya?

Dalam ranah pendidikan, mutu sekolah adalah kinerja sekolah itu sendiri. Tentu saja kinerja tidak datang begitu saja melalui proses seadanya. Faktor input yakni dari kualitas peserta didik dan pendidik merupakan fakor pondasi untuk membangun karakter pelaku pendidikan, disamping sarana dan prasarana penunjang pendidikan. Faktor input yang baikpun belum tentu menghasilkan mutu yang baik juga, kalau proses yang menyangkut metode pembelajaran dan situasi pembelajaran, serta perangkat kurikulumnya tidak pernah dikembangkan. Proses merupakan suatu tahap pembentukan karakter peserta didik melalui pengejawantahan kurikulum, kegiatan peserta didik yang mampu memandirikan dalam proses belajar dan bertanggung jawab pada masa depannya, memberdayakan SDM dan manageman yang ada untuk tujuan pengembangan pribadi siswa atau unit kerja sekolah, pemanfaatan sarana prasarana yang menunjang pendidikan, peningkatan kerjasama dengan partner sekolah yang berupa komite atau juga pihak-pihak stakeholder yang sangat mempengaruhi kemajuan pendidikan, dan yang terakhir bagaimana pengolahan dana atau keuangan yang dapat menunjang proses pendidikan.

Sekolah Katolik memiliki sendi dasar yang sama, yakni ikut serta dalam visi-misi gereja Katholik. Gereja dan sekolah harus mampu berjalan seiring, harmoni, dan berkesinambungan dalam membentuk karakter peserta didik agar mampu memandirikan dirinya untuk siap di masa depannya, serta meletakkan pondasi iman sebagai dasar dari segala pengetahuan dan kehidupan. Realita sekarang yang ada adalah “Masihkan sekolah katolik masih bermutu?” Tentu jawaban itu membutuhkan cara pandang yang berbeda. Mutu atau tidaknya sekolah, masyarakat hanya mampu melihat “sekolah itu ada dimana?, di kota atau di pinggiran (desa), atau mungkin “berapa banyakkah murid yang ada disekolah itu?”, atau juga alasan finasial “berapa biaya pendidikan itu, apakah setimpal dengan hasil dari proses belajar?”

Masalah besar yang umumnya terjadi sekarang ini adalah banyaknya sekolah katolik yang mengalami penurunan jumlah siswa atau terjadi penyusutan yang signifikan tiap tahunnya. Disisi lain yakni managerial adalah deficit keuangan dengan penggajian guru dan karyawan yang jauh dari UMR. Situasi yang lebih ekstrim adalah sekolah katolik sangat mahal, seakan-akan tidak lagi mempunyai keberpihakan kepada yang miskin, lemah, dan tersingkir. Adanya UU Sisdiknas yang seharusnya menjadi payung hukum dan kebijakan yang lain belum bisa mensaranai semua. Belum juga kebijakan pemerintah adanya sekolah gratis dan perluasan kelas baru, serta penambahan sekolah yang justru menambah beban saingan untuk memperoleh murid, menjadikan semakin berat untuk meningkatkan mutu sekolah swasta.

Dari sekian ulasan diatas dasar pemasalahan yang terjadi adalah apakah memang masyarakat katolik di luar pendidikan sudah tidak menunjukkan rasa tanggungjawab dan epati pada perkembangan pendidikan, atau memang karena penanggungjawab pendidikan sendiri tidak sempat untuk mawas diri untuk meningkatkan mutu pendidikan? Pertanyaan ini memang perlu survey yang harus bisa menjadi tolok ukur. Survey tersebut pasti memerlukan perangkat yang cukup rumit dan membutuhkan waktu. Paling tidak kita bisa mencari jawaban dari permasalahan diatas, yakni sekolah bisa kembali kepada semangat visi dan misi, yang tentu saja ini adalah roh sekolah itu sendiri, meski kebijakan pemerintah kadang tidak sejalan dengan visi-misi tersebut.

Harapan? Tentu masih ada!
Sekolah-sekolah katolik yang ada di kota besar yang mau tidak mau harus ikut dalam persaingan, dapat menjawab paling tidak menghadirkan sikap optimis pada sekolah katolik. Tidak hanya itu saja, sekolah katolik yang mampu memuat jiwa kewirausahaan dalam kurikulumnya seperti sekolah-sekolah kejuruan dapat menjadi model agar sekolah katolik masih menjadi pilihan masyarakat. Kerjasama dengan dunia industry atau kerja, serta perguruan tinggi yang bermutu dapat juga menjadi usulan agar lebih di gemari masyarakat. Kiranya perlu Link and Macth (menhubung-hubungkan dan mencocok-cocokkan, Red ) antara pihak sekolah dengan lembaga partner dan stakeholder perlu ditingkatkan, agar masyarakat tidak ada kekhawatiran jika anaknya harus disekolahan di sekolah katolik.
Ambil contoh saja, SMK PIUS X Magelang, SMK St. Michael, PIKA Semarang, dan sekolah kejuruan yang lain. Atau untuk tingkat SMA : SMA Kolose De Brito, SMA Stelladuce, SMA Kanisius (Jakarta), dan lainnya yang bisa bersaing prestasi bisa menjadi inspirasi memutukan sekolah katolik baik untuk berbagai jenjang. Mutu Sekolah mampu dilihat bagaimana lulusan – lulusan nanti dapat menunjukkan keutamaan-keutamaan hidup dan kemandirian menentukan pilihan hidupnya.
Harapan dari gerejapun agar masyarakat katolik bisa saling membantu dan meneruskan tugas missioner dalam pendidikan nasional kita ini. Cara membantunya bisa dengan menyekolahkan putra-putrinya ke sekolah katolik, atau bisa menjadi pemerhati pendidikan dalam ikatan komite sekolah, atau bisa juga membantu memberikan masukkan idea dan tindakan nyata bagi perkembangan sekolah katolik. Mengenai masalah mutu nantinya biarlah berjalan sesuai dengan langkah seiring antara sekolah, gereja, masyarakat, lembaga partner, dan pemerintah. Sejauh proses links and macth berjalan dengan baik tentu mutu sekolah dapat dipertanggung jawabkan.
Maka sudah tidak ada kekawatiran bila ada ada keluarga yang masih bingung, “pendidikan apa yang paling baik untuk anak saya”. Sekolah yang baik adalah sekolah yang bisa memunculkan keunggulan akademis yang baik, tetapi juga nilai-nilai keutamaan hidup yang bersifat universal yang selalu diperjuangkan, agar masyarakat nantinya yang terbentuk adalah masyarakat yang beradap dan memiliki nilai-nilai luhur.

Minggu, 14 Juni 2009

REUNI SD TARAKANITA 2009

PROPOSAL KEGIATAN REUNI
DI SD TARAKANITA

I. PENDAHULUAN
Pertama-tama kita mensyukuri atas karunia Tuhan atas talenta yang diberikanNya kepada alumni SD Tarakanita angkatan lulus 1987 di dalam perjuangannya dalam mewujudkan impian masa kecil, dan untuk semua yang terlibat dalam acara ini nantinya.

Perkenalkan kami atas nama Alumni SD Tarakanita mengucapkan syukur kepada semua pihak, terutama SD Tarakanita yang telah kami tinggalkan selama 20 tahun lamanya, dan kesuksesan alumni yang tidak terlepas dari didikan SD Tarakanita , dari guru-guru kami, dukungan semua pihak dalam meramaikan acara TEMU KANGEN ALUMNI ANGKATAN LULUS 1987.

Berdirinya ikatan ini dimulai dengan kemajuan jaman yang memudahkan komunikasi secara elektronik, baik dari e-mail, teleconference, Facebook, dan seluler. Dengan adanya kemudahan ini membuat para alumni ingin segera menwujudkan temu kangen yang melibatkan semua anggota keluarga.

Kegiatan ini akan kami adakan secara sederhana, yang tidak hanya melibatkan alumni dan keluarga, tetapi pihak sekolah SD Tarakanita, guru yang masih aktif, tetapi juga para eks guru SD Tarakanita yang pernah turut mendidik alumni.

Adalah suatu kebanggaan pada diri kami kami SD Tarakanita yang telah mendidik kami menuju cita-cita yang tinggi, meski diantara kami masih ada teman kami yang belum bisa bersama-sama dan bangga atas kesuksesannya.

Oleh karena itu kami memohon bantuan kepada Saudara/ i baik moral ataupun dana yang dapat mendukung acara tersebut. Tidak akan kami sebutkan apa yang kurang dari kami, tetapi kami sungguh menyadari bahwa kegiatan ini dapat membawa kami pada keutamaan hidup yang bisa berbelarasa kepada yang kurang mampu dan lemah dan menguatkan yang lemah tanpa harus mengecilkan yang besar.

II. TUJUAN
1. Meningkatkan rasa solidaritas bersama sesamaalumni, khususnya angkatan lulus 87; guru yang pernah mendidik kami, serta guru yang sekarang masih berkarya di SD Tarakanita.
2. Wadah bersama agar selalu kompak dalam segala keadaan.

III. Pelaksanaan
1. Hari/ Tanggal : Sabtu s.d. Minggu ( tanggal : 20 juni 2009)
2. Tempat : SD Tarakanita dan tempat-tempat yang mengenangkan.
3. Acara :
09.00 – 11.00 : temu kangen
11.00 – 12.00 : napak tilas ke SMP Tarq
12.00 – 14.00 : napak tilas ke SMA Tarq
IV. Panitia :
1. Koordinator : A. Nanang Baskara dan Alfonso Joseph Donny Arianto
2. Sekretaris : Wenny Indrasari
3. Bendahara : Wenny Indrasari
4. Penyelenggaraan : Eko Setiawan
5. Humas
a. Kelas A : Ronny Arianto
b. Kelas B : Yoni Hendra
c. Kelas C : Hayu
d. Kelas D : Tsung2 ( Eko Chandra )

V. Anggaran :
Untuk sementara kita kado silang :
Silahkan daftar kehadiran anda, dan sumbangan anda untuk mensukseskan acara tersebut.

VI. Penutup
Demikian proposal “Temu Kangen 2009” ini diajukan semoga tercipta kerjasama yang baik antara kita sebagai alumni. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih.


Magelang, 27 April 2009
Koordinator I Koordinator II



A. J. Donny Arianto A. Nanang Baskara

Kamis, 07 Mei 2009

Refleksi Paskah 2009

Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati."
“Saya berjanji untuk mengasihi baik dalam untung maupun malang , sehat atau sakit, sampai mati”, demikian kutipan dari janji perkawinan antar pasangan suami-isteri, yang kiranya diungkapkan dengan mantap, lelehan air mata, ceria sebagai tanda bahagia. Hal yang senada kiranya juga terjadi dalam diri orang ketika lamaran kerja dikabulkan, pendaftaran di sekolah yang dikehendaki diterima, baru saja menjalani retret, dst… Mereka yang sedang mengalami pencerahan dan kebahagiaan tersebut sering dengan mudah berjanji untuk melakukan apa yang terbaik bagi sesama dan saudara-saudarinya, antara lain membuat niat-niat yang indah dan bagus. Tentu saja mereka juga belum atau tidak tahu akan apa yang terjadi dalam menjalani hidup atau tugas baru, yang pasti sarat dengan berbagai macam tantangan dan hambatan. Itulah yang juga menjadi pengalaman para rasul ketika berada di puncak sebuah bukit menerima pencerahan dan kegembiraan untuk melihat Yesus yang “berubah rupa di depan mata mereka, dan pakaian-Nya sangat putih berkilat-kilat. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang dapat mengelantang pakaian seperti itu.” (Mrk 9:2-3), dan kemudian berjanji kepada Yesus :”Rabi, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia. " . Tetapi ketika turun dari bukit “ Yesus berpesan kepada mereka, supaya mereka jangan menceriterakan kepada seorang pun apa yang telah mereka lihat itu, sebelum Anak Manusia bangkit dari antara orang mati. ”. Para rasul mendengarkan pesan tersebut dan dalam perjalanan hidup mengikuti Yesus mereka mempersoalkan atau bercakap-cakap tentang apa yang dimaksud dengan ‘bangkit dari antara orang mati'.
“Mereka memegang pesan tadi sambil mempersoalkan di antara mereka apa yang dimaksud dengan "bangkit dari antara orang mati ."(Mrk 9:10)
Saat ini kita sedang berada dalam perjalanan mawas diri di masa Prapaskah, maka selayaknya kita meneladan para rasul yang mempersoalkan atau bercakap-cakap tentang apa yang dimaksud dengan ‘bangkit dari antara orang mati'. ‘Bangkit dari antara orang mati' yang dimaksudkan adalah ‘wafat Yesus di kayu Salib dan kebangkitanNya dari mati di hari ketiga', yang akan kita kenangkan di hari-hari Trisuci, Kamis Putih, Jumat Agung dan Paskah yang akan datang, dimana di Malam Paskah kita akan memperbaharui janji baptis yang mendasari janji-janji berikutnya seperti kaul, janji perkawinan, imamat, dst... Dengan kata lain selama masa Prapaskah ini kita diharapkan semakin mengenal Yesus secara lebih mendalam dan akrab atau mesra serta mawas diri perihal janji-janji yang telah kita ikrarkan , sehingga kita layak disebut sebagai murid-murid Yesus atau sahabat-sahabatNya.
Untuk memperdalam pengenalan kita akan Yesus kiranya dapat kita lakukan dengan pendalaman atau pembacaan Kitab Suci, sharing pengalaman iman, berdoa, dst.. Rasanya di lingkungan-lingkungan paguyuban umat sudah ada kebiasaan pertemuan atau doa bersama selama masa Prapaskah, antara lain dengan memanfaatkan bahan-bahan pendalaman iman yang telah disiapkan dan dibuat oleh Panitia APP. Maka dengan ini kami berharap kepada anda sekalian untuk berpartisipasi dalam kegiatan lingkungan paguyuban umat yang diselenggarakan selama masa Prapaskah ini. Selain berpartisipasi di lingkungan, hemat saya juga baik jika pendalaman iman dan doa bersama diadakan di dalam keluarga-keluarga setiap hari, maaf dengan rendah hati saya usulkan mungkin tulisan saya yang sederhana dan kurang berkwalitas, dimana juga ada kutipan dari Kitab Suci, kiranya dapat dimanfaatkan untuk dibacakan dan didengarkan bersama di dalam keluarga.
Marilah kita juga bercakap-cakap perihal janji-janji yang telah kita ikrarkan. Secara umum sebagai orang yang telah dibaptis kiranya dapat bercakap-cakap perihal janji baptis dimana kita berjanji ‘hanya mau mengabdi Tuhan saja serta menolak godaan setan'. Para suami-isteri, entah bersama-sama dengan pasangan lain atau dengan pasangannya saja kiranya dapat bercakap-cakap perihal janji perkawinan dimana pernah saling berjanji ‘untuk saling mengasihi baik dalam untung maupun malang, sakit maupun sehat sampai mati'. Yang terpanggil hidup membiara kiranya dapat bercakap-cakap perihal trikaul. Sementara itu entah sebagai pelajar, pekerja, atau pejabat baiklah bercakap-cakap perihal janji atau sumpah yang pernah diikrarkan. Kami berhadap dengan percakapan tersebut pemahaman dan penghayatan janji semakin mendalam sehingga di malam Paskah nanti kita perbaharui bersama-sama.
“Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita ?” (Rm 8:31b)
Hidup kita serta segala sesuatu yang menyertai kita, yang kita miliki atau kuasai, adalah anugerah Allah. Yang mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita adalah Allah; yang memanggil kita untuk menjadi imam, bruder atau suster adalah Allah, yang menugaskan kita untuk belajar atau bekerja, mengemban jabatan atau fungsi tertentu dalam hidup bersama adalah Allah yang bekerja dalam diri mereka yang diutus oleh Allah, dst.. Maka kiranya kita juga dapat berkata seperti Paulus: “ Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita ?”
“Allah di pihak kita” berarti Allah merajai dan menguasai kita sehingga kita dengan bantuan rahmatNya dapat melaksanakan kehendak dan perintahNya. Karena segala sesuatu diciptakan oleh Allah, maka jika kita sungguh bersama dan bersatu dengan Allah, yang nampak dalam cara hidup dan cara bertindak, kita mampu mengalahkan aneka macam godaan dan tantangan dalam menghayati panggilan atau melaksanakan tugas pengutusan dan pekerjaan. “Kristus Yesus, yang telah mati? Bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk di sebelah kanan Allah, yang malah menjadi Pembela bagi kita ” (Rm 8:34)
Karena tidak bersama dan bersatu dengan Allah maka orang menjadi takut berjalan atau melangkah sendirian, dan kemana-mana senantiasa dikawal ketat oleh para pengawal yang kuat. Dengan kata lain mereka itu rasanya adalah penjahat-penjahat. Mereka takut dipanggil Tuhan alias meninggal dunia sewaktu-waktu, padahal panggilan Tuhan atau kematian dapat terjadi setiap saat, kapan saja dan dimana saja. Sebaliknya jika di dalam hidup sehari- hari kita senantiasa bersama dan bersatu dengan Tuhan alias setia pada iman, janji atau sumpah yang pernah kita ikrarkan maka ketika dipanggil Tuhan bergariah, tanpa takut dan cemas sedikitpun. Lawan dari orang yang besama dan bersatu dengan Tuhan adalah setan yang hidup dan menggejala dalam aneka macam rayuan dan godaan untuk berbuat jahat, misalnya yang masih marak pada saat ini adalah ‘korupsi'. Para koruptor pasti senantiasa berada dalam ketakutan, sebaliknya orang jujur, benar, setia dan taat tidak ada ketakutan atau kecmasan sedikitpun, meskpun untuk itu harus menderita dan berjuang. “ Jer basuki mowo beyo” = Untuk hidup mulia harus berjuang dan berkorban.
“Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya. Ya TUHAN, aku hamba-Mu! Aku hamba-Mu, anak dari hamba-Mu perempuan! Engkau telah membuka ikatan-ikatanku! Aku akan mempersembahkan korban syukur kepada-Mu, dan akan menyerukan nama TUHAN, akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya, di pelataran rumah TUHAN ”
(Mzm 116:15-19)
Jakarta, 8 Maret 2009